RSS

Welcome to Sisca's World
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label essay. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Prolog Calon Buku Baru :p

Prolog

Satu.

Cukup satu orang yang bisa membuatku jatuh cinta dan bertahan selama bertahun-tahun. Dia. Dia itu kamu yang mungkin saat ini sedang membaca buku ini. Maafkan atas kelancanganku yang tanpa seijinmu menuliskan kisah kita – entah apakah kita itu pernah terjadi atau tidak. Sungguh, aku hanya ingin membagikan kebodohanku yang sampai hari ini pun tak bisa melepaskanmu dari hati dan pikiranku; setiap kali ku dengar nama yang sama dengan namamu, setiap kali aku melakukan hal-hal yang pernah kita lakukan bersama, setiap kali aku berada ditempat kita pernah berada, bahkan otakku selalu penuh memori setiap kali hujan datang membasahi bumi.

Aku ingin hanya ada kita dalam buku ini. Ternyata aku pun tak bisa menghapuskan mereka dari kehidupan yang terbentuk diantara kita saat itu maupun saat ini. Aku tak sanggup menuliskan namanya yang pernah berada disisimu dan mungkin juga masih mendampingimu hingga sekarang. Meskipun begitu, aku ingin setiap orang yang membaca buku ini mengetahui kehadirannya diantara kita. Aku bahkan sudah siap dicap sebagai orang bodoh – kenyataannya memang aku bodoh – karena menerbitkan buku ini berarti aku belum bisa move on darimu. Mungkin.

Tahukah kamu? Menulis merupakan suatu bentuk keabadian. Mungkin suatu saat nanti aku akan hidup mandiri tanpa bayang-bayang dirimu, tapi aku tak ingin kenangan tentangmu hilang begitu saja. Biarkan kenangan ini akan abadi melalui karya sederhana yang kutuliskan ini, jangan halangi aku untuk menuliskan kisah kita ini karena hakmu untuk mencegahku telah berakhir sejak pertama kalai kau putuskan untuk pergi. Menulis buku ini seperti menyuntikkan jarum infus ke dalam venaku, sungguh rasanya menyakitkan harus membuka kembali memori-memori itu. Namun aku berharap setelahnya aku bisa sembuh dari segala sakit penyakit, ketidakikhlasan, kehilangan, mungkin juga cinta. Jika selepas menulis buku ini, aku bisa dengan ikhlas melepasmu, wah puji Tuhan sekali, karena sampai sekarang pun rasanya sulit kehilangan sosok sepertimu.

Apa kabarmu saat ini disana? Aku rindu dan selalu merindukanmu. Meskipun begitu aku cukup cerdas untuk terus mengamatimu dari jauh. Aku tahu, meskipun terkadang sulit mendapatkan informasi-informasi itu karena tipikalmu yang jarang berinteraksi lewat media sosial. Bukan, bukan berarti aku bilang kau kuper apalagi gaptek. Kamu bahkan bisa menciptakan media sosial sendiri jika kamu mau, kan? Kamu terlalu pandai untuk menghabiskan waktumu di media sosial. Waktumu terlalu berharga untuk digunakan tanpa menghasilkan apa-apa. Berjam-jam kamu bertahan di depan komputermu, tapi imanmu kuat sekali untuk tidak sedikitpun berselancar di sosial media yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia kita kala itu. Ya, itulah kamu menurut kacamataku. Kamu yang begitu apa adanya. Ah, niat menyampaikan rinduku terlalu panjang rupanya sampai aku mengisahkan tentangmu yang harusnya ada di bagian dalam buku ini. Hihihi. Baiklah, selamat menikmati kembali kisah kita, semoga kamu masih ingat seluruhnya ya agar aku tak kau sangka mengarang cerita ini.


Salam rindu dariku padamu.

Senin, 14 Januari 2013

Memilih Peminatan yang Tepat

Kali ini saya akan berbagi sedikit masukan yang mungkin akan berguna bagi teman-teman yang sedang bimbang dalam menentukan peminatan. Dalam hal ini saya akan memberi contoh dalam pemilihan peminatan dari bidang yang saya tekuni, farmasi. Dan, karena sistem tiap kampus berbeda maka silakan saran ini disesuaikan dengan situasi, kondisi dan peraturan yang ada di kampus kalian.

1. Sesuaikan dengan prestasi yang telah kamu capai.
    Pada poin ini, kita lihat dari sisi nilai. Kenapa? Karena disitulah kita mengetahui kemampuan kita yang sesungguhnya. Faktor-faktor lain seperti hasil menyontek, sakit saat sedang ujian, dll, hanya kalian sendiri yang tahu. Nah, sekarang caranya adalah dengan membuat rekap nilai selama ini, kelompokkan nilai-nilainya berdasarkan hurufnya. Untuk cara ini, cukup 2 nilai terbaik. Misalnya, nilai terbaik saya adalah nilai A dan A-. Lalu saya akan mencatat mata kuliah dan praktikum apa saja yang mendapat nilai A dan mata kuliah atau praktikum apa saja yang mendapat nilai A-. Pertama-tama kita lihat kelompok nilai A terlebih dahulu, lalu tentukan mata kuliah tersebut merupakan bidang apa (FST / FKK) atau langsung tentukan (Kimia/ Biologi/ Tekno/ RS/ Farmakologi, dll). Kalau jawabannya FST, ya berarti disanalah bakat dan kemampuan kalian akan berkembang. Silakan pilih jurusan tersebut. Oh ya, jangan lupa lihat nilai yang A- juga, biasanya sih sesuai dengan kelompok nilai A. :) Nah, untuk pilih bidang skripsi (masih lama ya? gak apa-apa kok, lebih cepat lebih baik) sama caranya. Kalau hasilnya nilai di bidang kimia lebih banyak dapat A, berarti alangkah lebih baiknya jika kalian mengambil skripsi bidang Kimia. Sekadar tambahan, jangan lupakan nilai praktikum ya, karena itu yang menentukan keahlian berkarya kalian loh.

2. Tentukan minatmu.
    Kalau ini sih tergantung dari kata hati kalian. Coba deh, selama kuliah, kalian lebih suka mengikuti kuliah apa? Nah, itulah minat kalian. Biasanya minat ini sejalan dengan hasil yang kalian peroleh kok karena biasanya kalau sudah minat pasti akan dipelajari sungguh-sungguh.

3. Dengarkan
   Cari tahu dan minta pendapat dari senior dan dosen tentang peminatan yang ingin kamu ambil. Coba dengarkan pendapat mereka ya, karena mereka lebih tahu tentang peminatan yang ingin kamu ambil meskipun kamu yang lebih mengerti dirimu sendiri.

Nah, silakan diputuskan, peminatan dan bidang skripsi apa yang akan kalian ambil. Oh ya, untuk bidang skripsi ini sifatnya fleksibel karena biasanya akan lintas bidang. Misalnya, biologi-tekno farmasi, kimia-tekno farmasi, kimia-mikrobiologi, dll. Selamat liburan... :)

Minggu, 28 Oktober 2012

Tahun Ketiga Meraih Mimpi (Perjalanan Masih Panjang)



Ini tahun ketigaku menjadi mahasiswa farmasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Sungguh ini sebuah kisah yang takkan pernah aku lupakan. Aku yang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang dokter harus merelakan cita-cita mulia itu. Selain aku tak diterima di beberapa fakultas kedokteran di PTN, masalah ekonomi juga menghalangiku untuk bisa meraih impianku. Aku ingat betapa kerasnya perjuanganku untuk bisa kuliah di jurusan farmasi saat ini. Saat itu, selepas aku dinyatakan gagal dalam ujian SNMPTN, aku memutuskan untuk mengambil farmasi. Aku tahu papi kecewa atas kegagalanku dan puncaknya adalah malam itu, disaat aku memutuskan untuk mengambil jurusan farmasi papi menjadi sangat emosi bahkan hingga melarangku untuk kuliah. Aku hanya bisa terdiam dan menyadari kebodohanku, tetapi tak kusangka mami membelaku bahkan hingga dia menangis kemudian mengajakku keluar dan memantapkan pilihanku untuk menjalani studi farmasi ini. Sejak saat itu aku berjanji akan melakukan yang terbaik dan berusaha untuk tidak mengecewakan mami, akan kubuktikan pada papi bahwa aku bisa.

Kini aku sudah berhasil melalui dua tahun pertamaku meskipun dengan susah payah. Semester satu dan semester dua tampak tak menjadi masalah bagiku. Aku bahkan sangat menikmati setiap hal yang aku lakukan sebagai mahasiswa farmasi, praktikum, mengerjakan laporan, belajar dan mendengarkan kuliah. Image seorang mahasiswa farmasi yang kutubuku aku patahkan dengan aktif mengikuti beberapa kegiatan sekaligus. Hasilnya? Not bad. IPK ku masih bisa cum laude.

Menginjak semester tiga dan empat, prestasiku mulai menurun. Sejak semester tiga aku menghadapi 4 macam praktikum dalam seminggu dengan perkiraan 10 jam praktikum per minggu. Materi kuliah semakin berat dan tugas semakin menumpuk. Menurutku inilah kuliah farmasi yang sesungguhnya, aku mulai belajar formulasi obat, mikrobiologi, patologi dan lain-lain. Sejujurnya aku menikmati semua masa-masa kuliahku hingga aku mengalami sebuah masalah, ya problema cinta anak muda. Masalah itu membelitku hingga malam terakhir menjelang ujian praktikum formulasi obat, aku sampai menangis dihadapan kakak kostku karena aku merasa tak siap untuk ujian. Namun aku masih lulus ujian ini. Aku malah tak lulus praktikum farmakognosi yang kemudian mematahkan semangatku. Ini adalah her praktikum pertamaku selama kuliah dan kejadian-kejadian ini mengubahku, mengubah IPK ku manjadi terjun bebas. Meskipun di semester empat aku merasa lebih baik, lebih bersemangat dan lebih optimis, tetap saja tak mampu menaikkan IPK ku yang jatuh di semester tiga kembali normal. Ini penyesalan karena telah gagal membahagiakan mami untuk bisa lulus dengan predikat cum laude.

Sekarang aku berada di pertengahan semester lima dan aku masih sangat menikmati kuliahku, praktikum, laporan serta tuugas-tugas. Aku mencintai farmasi dan ini passionku.  Perjalanku masih panjang, masih ada 3 semester untuk meraih gelar sarjanaku dan 2 semester untuk meraih gelar apotekerku. Masih banyak yang harus aku perjuangkan demi sebuah cita-cita mulia, sebuah pengabdian untuk masyarakat. Dan, percaya atau tidak, saat ini aku masih mencintainya: Farmasi dan dia.

Selasa, 23 Oktober 2012

Perahu Kertas (Sebuah Inspirasi)



Pastinya semua tau kan film Perahu Kertas yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo? Pastinya juga tau dong kalau film Perahu Kertas ini diangkat dari novel karangan Dewi Lestari yang juga berjudul Perahu Keras? Udah tau kan ceritanya jadi saya ga perlu bocorin lagi ceritanya. Hahaha.
Nah, tapi kali ini saya ga mau bahas novel ataupun film Perahu Kertas yang saya sebutkan diatas.

"Jadi, perahu kertas yang mana?"


Hahaha. Sabar dong. Ada satu karya lagi yang terinspirasi oleh perahu kertas, jadi ternyata perahu kertas itu sumber inspirasi yah. Many things can be our inspiration. Inspirations come from everywhere, everytime to everyone. Kalian tau ga puisi berjudul Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono?

"Emang ada? Siapa tuh Sapardi Djoko Damono"

Aduh, ga gaul deh ._____. yang pasti sih Sapardi Djoko Damono (read: SDD) itu penyair favorit saya, puisi-puisi nya banyak menginspirasi dan ... indah banget. Terkadang bahasa yang beliau gunakan adalah bahasa-bahasa sederhana, bahasa sehari-hari, namun indah dan tetap membutuhkan pikiran yang baik untuk memahaminya. Kata-kata sederhana itu kadang langsung tepat sasaran, langsung menyentuh yang memang seharusnya disentuhnya. Begitu juga yang tergambar dalam puisinya yang berjudul Perahu Kertas, berikut puisinya:


PERAHU KERTAS

Oleh :

Sapardi Djoko Damono


Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.


"Ia akan singgah di bandar-bandar besar," kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala.


Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.


Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,


"Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit."



Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.

***

Sebuah dedikasi untuk Sapardi Djoko Damono



Jumat, 17 Agustus 2012

marinyanyi.com (lagi) dan apoteker

Wah, hari ini tentang marinyanyi.com lagi loh. Masih ingat kan tentang marinyanyi.com? yang lupa coba baca dulu disini http://aufklarung2sisca.blogspot.com/2011/12/marinyanyicom.html
Nah, udah tau kan? Sekarang saya baru buka website marinyanyi.com lagi nih, dan ternyataaaaa ada lagu yang judulnya Apoteker. Senang sekali bisa mendengar lagu yang memperkenalkan apoteker terhadap anak-anak. Jadi, sejak kecil mereka sudah tau siapa itu apoteker. Sebagai seorang yang akan bekerja di dunia ini, rasanya senang sekali kalau dibuatkan lagu ini oleh Ayah Djito Kasilo. Lagu yang diusulkan oleh Bunda Menik ini memperkenalkan apoteker sebagai seorang pembuat obat yang bekerja sama dengan dokter untuk membuat yang sakit menjadi sehat kembali.
Ini lirik lagu apotekernya:


APOTEKER
Djito Kasilo
Tema lagu ini diusulkan oleh Bunda Menik.

Pernahkah kau dengar
Siapa itu apoteker?
Dia yang bikin obat
Agar orang sakit
Kembali sehat
Apoteker bersama dokter
Bikin orang sakit
Kembali sehat


Nah, keren kan? Terimakasih buat Bunda Menik atas usulannya terutama buat Ayah Djito yang telah menciptakan lagunya.

Semoga semua apoteker semakin terpacu untuk memberikan sumbangsih yang berarti bagi Indonesia, Semoga anak-anak semakin mengenal profesi apoteker dan mencintai profesi ini sebagai profesi yang mengabdi untuk kesehatan masyarakat. Amin. :)

Oh ya, tidak lupa untuk turut mempromosikan website marinyanyi.com ini, hehe. Ayo kunjungi websitenya yah, ada banyak sekali lagu-lagu untuk anak-anak. Selain itu kita juga bisa request lagu loh disana. Jadi, yuk mulai sekarang kita kenalkan anak-anak dengan lagu yang sesuai untuk mereka.


Rabu, 06 Juni 2012

The Essence of Friendship


Honestly, I'm not the appropriate person to talk (even to write) this topic because my own friendship never stand for a long time. But I learns much about friendship.

First: How people make a friendship?
The prior reason is the similarity between one person to another. Maybe they are similar in hobby, interest, major, religion, club, province, culture, etc.
I always have some best friends in my every organizations or places, such as : best friends in my english course, in my church organizations, at school and campus, in campus organizations, etc.
But the most closest friends are my friends at campus. We starts our friendship since the 1st semester. Hearing their stories about me at the 1st time they know me (used to be not as close as now) is shocking me inside. LOL. They said that I was really "songong", "belagu" (I don't know it in English. hahaha.) But since they know me well, they said that I am crazy too. hahaha. At least, it proves that the proverb "Don't judge a book by it's cover" is true.

Second: What people need in preserve their friendship?
Give me your opinion first!
Maybe some of you will answer my question by: trust, concern, emphaty, openness, sharing each other, having time together, etc.
But the most important thing (according to me) is to loose your ego each other. Even a small problem can be a big problem if you can't loose your ego each other.
I often face this problem in my friendship relation and I am the one who's difficult to loose my ego. But, I learn much from the experiences so now I'm trying to clear my ego up. I wish I'll do it well because I really love my friends now and forever, I won't loose them just because of my own fault.

Third: How to end up the friendship? Could it be end up?
I don't think that a friendship could be end up. For me, whatever the condition is, a friend still a friend, although they don't notice us anymore.
A friend can left us with no reasons. But the friendship can't be end up if both people do that. So if you don't wnat to loose your friends, don't let they go away, still notice them as your friends whether they aren't.

***************

written in my darkest hour of facing the friendship....













Kamis, 17 Mei 2012

Sovereignty to Sovirginity

This is my first time joining in MUN (Model  United Nation). Starting from my friend who join in HMUN (Harvard Model United Nation) I know what kind of competition is it. Then, someone asked me to register in JOINMUN (Jogja International MUN). First, I have no idea what to do, my educational background is pharmacy and I should compete with International Relation students and Law students. I thought that this idea to join JoinMUN was crazy for pharmacy student. But, because there were no other people in pharmacy who wants to join, so I registered this competition and never thought that I would be accepted! Honestly, I didn't accepted but I am on their waiting list and unpredictable, I was accepted!

logo

As the first timer in MUN, the one and only one from pharmacy who's accepted, and being alone in Arab League Council. So, in JoinMUN there were 4 councils: Arab League, General Assembly, G-20 and Security Council. Other friends from Pancasila University were in GA Council. But, thanks God that we had time to prepare this competition. Pancasila University Delegation for JoinMUN was coached by Ari from 7th Floor Consulting. Glad to know him and coached by him. He is a best coach who's chosen by best EO (*lol) are Kak Dolla and Kak Ami. So, at least we have idea what to do in the conference.

coaching situation


Pancasila University Delegation
Pancasila University Delegation was collected from 4 biggest faculty, they are: Faculty of Economy (2), Faculty of Law (2), Faculty of Pharmacy (1) and Faculty of Psychology (1).
We are: Me, Betty Naema, Anggita MP, Anindita, Gita, and Basyir.

dinner at Inna Garuda Hotel, Jogjakarta
minus me but plus Aji, a student from University of Lampung (am I right, aji?)

Actually, there are 2 teams in UP: JoinMUN team and JMUN team, we wish that JMUN team will get award: Best Delegate, pleaseeeee :) hahaha

Chairs and Co-Chairs
In this JoinMUN the chairs are from other country and co-chair are from the committee (local chair).

chairs and co-chairs (minus Kak Dida) in JoinMUN 2012
Ka Fajri (SC co-chair, UGM), Yong (G20 chair, USA), Kurt (GA chair, NUS), Hitesh (SC chair, Univ.of Sidney), Kak Gading (GA co-chair, UGM), Ahmed (AL chair, MIT USA), Kak Eldo (G20 co-chair, UGM)

All of the chairs are very humble and a little bit crazy. We can start from Ahmed, 2 days conference using a shirt and short. ckckck. Also Yong, in the middle of conference he played "Suju" Song (Sorry-sorry) Hahaha. And.....in the social night, Yong and Ahmed sang a song but even Ahmed couln't remember the lyrics. lol. Last, in closing ceremony, Hitesh and Yong were shuffling. Ha-ha-ha. I think there are many funny and crazy things they did but I don't know all. They are my chairs and now being my friends :) It's really nice to know them.

Arab League Council
Arab League was chaired and co-chaired by Ahmed and Kak Dida. This committee consists of 21 countries, but in this JoinMUN there were only 17 countries. As a fresh delegate, from waiting list, in a small committee make me being streessed out :( ha-ha-ha. First, I could enjoy the conference but in the next sessions, I couldn't understand anything about law, law and law (remember that I am a pharmacy student). But, this small committee really nice. We could sosialized better than other councils (maybe).
Here we are:

before Ahmed come back to USA

 after closing ceremony

armed observer alliance

raise your placards, delegates! :)

speech in MUN is important to give your description and opinion.

my placard and id card

And I forget to tell you that in this committe I represent Saudi Arabia as my country. The biggest country but I did nothing in this conference :( really upset but I think I must (and will be) better in the next MUN.

Notice that in Arab League there were many fun facts, I'll tell you shortly
1. Mispronounced 'Sovereignty' to 'Sovirginity'
2. Mispronounced 'Arab League' to 'Arab Liga'
3. speech: and...apa...and...blah!
4. speech: We all go back to the stone age.
5. Armed observer and unarmed observer
6. Strict deadline or flexible deadline
7. Ahmed using shirt and short for 2 days conference
8. Debate and lobbying by Sudan, Qatar and Tunisia
9. Time of conference was adding as punishment because many delegate complained and need a break.
10. Too many unmoderate caucus. ha-ha-ha
11. Sudan-an uncaptureable person. ha-ha-ha
12. ................. (fill the blank with your own answer, guys) :)

The most important thing is I won't ever forget Arab League Committee. *uhh, that sounds sweet.

Closing Ceremony, Announcement
Finally, one of UP delegation win the Best Position Paper in Arab League Committee. Yeay* And the winner is Basyir (Faculty of Psychology, 2010) in General Assembly council. :) Congratulations Bayir :)

Basyir as the Best Position Paper in GA, sertificate was given by Gading as the co-chair of GA

And.....for Arab League Council, the winner areeee:

Pina as Qatar (UGM University) win the Best Position Paper, M. Ibnu as Tunisia (University of Indonesia) win The Outstanding Delegate and M. Dimas as Sudan (Parahyangan University) win the Best Delegate.

Congratulations for all the winner, see you soon guys :) I'll miss this moment.

Thanks to:
(sorry for random greetings)

- Jesus Christ
- Honorable parents and uncle :)
- Derry, the one who asked me to join this competition
- Ka Dolla and Ka Ami, they are the best EO for us
- Ka Ari, he is the best coach ever :p
- Bu Nani (Ka. Bahasa Pancasila University)
- Pak Eddie, Rektor Univ. Pancasila
- LIA UP especially Mr. Fitrah
- Bang Alle, Grace, Kak Bayu, Tesa and Michelle for their kindly help
- Also UP delegation : Betty, Aya, Ka Gita, Kak Dita, and Basyir
- All JoinMUN Committee  ( chairs, co-chairs, pages, crews)
- And others who's not mentioned in this greetings.
Overall thanks for everything....


Senin, 23 April 2012

Marriage

Sedikit membahas tentang pernikahan. Eits, bukan berarti saya sudah kepingin menikah, hanya saja setelah saya pikir-pikir sudah cukup banyak teman saya yang menikah. Padahal, usia kami masih 20 tahunan. Bagi saya sendiri, 20 tahun adalah usia yang masih terlampau muda untuk menikah. Tetapi beberapa teman saya bahkan memiliki keinginan untuk menikah muda. Duh, ntar dulu deh ya, hehehe. Disini, I just wanna share my dreams about a marriage. Saya memang belum berkeinginan menikah (toh pacar saja belum dapat) tetapi memiliki impian tentang pernikahan yang saya idamkan tentunya tak salah bukan?

Pernikahan tentulah sesuatu yang sakral. Saya sendiri menggambarkannya bagaikan dua cincin yang saling bertaut dan tak terpisahkan. Dalam agama saya sendiri, suatu tali pernikahan tidak dapat diceraikan oleh manusia. Waduh, jadi agamis gini. Hahaha. Kembali lagi ke topik -lagi2 saya tegaskan kalau ini hanyalah sekedar sharing- tentang impian akan sebuah pernikahan. Let we start, tapi mulai dari mana yah?

Pasangan
Wah kalau ini sih hal yang paling penting dan ga akan ada yang namanya pernikahan tanpa adanya pasangan. Hmm, kayak gimana sih pasangan gw nanti? Gw jadi penasaran dan ngebayangin sendiri jadinya. Hihihy* Yah kalau membicarakan pasangan sih rasanya setiap wanita hampir sama lah ya:
1. Pasangan Seiman
    Wah ini kayaknya jadi hal wajib deh yaa buat semua wanita, secara semua wanita kan pasti mau untuk dibimbing untuk bisa lebih dekat sama Tuhan sesuai dengan agamanya. Eh tapi gw sih ga worth it banget deh yaa sama yang pindah agama karena pasangannya, misal menjelang pernikahan, si cewek/cowok pindah agama mengikuti pasangannya. Duh, mungkin emang ga terpaksa sih, tapi pandangan subjektif gw mengatakan itu bukanlah keinginan yang muncul dari hati. Hmm....
2. Pasangan Satu Suku
    Eits, tunggu dulu...jangan langsung berpikir negatif sama statement gw yang ini. Pasangan satu suku memang yang sangat diharapkan sama kedua orang tua gw. Jadi, yaa sebagai anak yang baik, alangkah baiknya jika gw berusaha memenuhi kriteria dari orang tua gw yang hanya satu ini. Hehehe. Tapi kalau dari gw pribadi sih yaa, selama kalian bisa saling menghargai sebagai sesama manusia yang memiliki perbedaan, ga masalah kok. :) Tapi memang terkadang omongan orang tua tuh ada benernya deh yaa, mereka bilang "yang sama aja masih bisa pisah, masih banyak masalah, apalagi yang beda" Nah loh?
3. Pasangan yang Membuat Nyaman
    Percuma punya pasangan yang seiman, satu suku, tapi kita ga nyaman saat bersama dia, betul?
4. Pendidikan?
    Ini yang dibilang orang tua dengan bebet kan yah? Yah, ini penting loh, sekarang gini deh kalau perbedaan tingkat pendidikan antara kedua pasangan terlampau jauh, ntar kalau lagi ngomong ga nyambung lagi, atau kalau si cewek misalnya tamatan SMP, si cowoknya sarjana dan karyawan dari foreign company yang sedang ada gathering, si istri ikut sama suaminya, disana si istri diajak ngobrol sama istri2 pejabat2 atau seperti itu deh, ehh ga nyambung....kan kasian suaminya juga yaa....
5. Bobot alias Harta
    Kalau kata pepatah hidup ga hanya dengan uang tapi juga dengan cinta, apa masih berlaku yaa di jaman yang sekarang ini? Harta yang gw maksud disini bukan berarti gw matre, tapi melihat realita bahwa harga BBM semakin naik cuy, bahan makan, sandang juga naik. Ya setidaknya jika pilih-pilih pasangan yang bisa mencukupi kehidupan keluarga kecil dulu deh, ga harus kaya dong berarti? tapi sanggup memenuhi kebutuhan belanja keluarga yaa. Plus kalau si istri juga bekerja, disaranin sih cari suami yang gajinya sedikit diatas istri, kenapa? suami alias kaum pria itu ego nya besar loh, hayo yang pria ngaku.....! hahaha. Kalau mereka a.k.a para suami gajinya lebih kecil dari istri, ditakutkan mereka akan minder sama sang istri dan menganggap bahwa sang istri jauh lebih baik dari dia. Sehingga si suami kehilangan kendali untuk memimpin rumah tangganya. Padahal kan harusnya suami yang jadi kepala keluarga dan memimpin, betul?
6. Bibit alias Silsilah Keluarga
    Istilah lainnya sih keturunan, maksudnya melihat apakah orang tua ataupun saudara-saudara dari pihak suami termasuk keluarga yang baik-baik atau bukan. Kalau kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, makanya orang tua jaman dulu menganut stigma ini. Kalau gw sendiri sih, toh gw nikah sama anaknya kan bukan sama orang tua nya? Jadi bagaimana pun latar belakang keluarga mereka yaa...selama hal buruk yang mungkin dimiliki keluarganya ga tertular ke anaknya sih yaaa....whatever deh. hehehe.
7. Menikahiku = Menikahi keluargaku
    Yap ini prinsip gw! The most important thing dalam pemilihan calon suami gw kelak, urutan 1. Jadi intinya selama orang tua gw menyukai si calon, apapun keadaannya, gw akan mengabaikan faktor2 yang udah gw sebut diatas. But the most important lagi, selain orang tua gw, masih ada satu beban lagi yaitu adik gw. Gw mau kelak suami gw adalah seseorang yang sungguh2 menyayangi adik gw. Mau menerima kehadiran adik gw di tengah keluarga kecil gw kelak. Why? Kelak gw akan memikul tanggung jawab sebagai si sulung untuk menjaga adik gw satu-satunya yang kebetulan menderita autisme. Jadi kelak, adik gw akan tinggal dan hidup sama gw selama mungkin. Jarang loh ada keluarga yang mau kehidupannya diganggu oleh hal seperti ini. Apakah calon suami gw kelak mau menerima keadaan ini? Jawabannya HARUS! hahaha.

Udah ah kebanyakan nih ngomongin pasangan ini....lanjut....

Next....bahas yang keren2 aja lah, hahaha. Bahas cincin dulu yuuuu....hihihy*
Namanya juga wanita, matanya nempel kalo udah liat perhiasan :p
Ahhh, suka banget sama cincin ini, simple, sederhana, tapi terkesan mewah (lux) dan elegant. Hehehe. Heiii my future man, suka kah dirimu dengan cincin ini? hihihy*

Next.... Gaun Pernikahan (Wedding Gown)

Nah untuk wedding gown ini banyak banget nih yang gw suka, hihihy*




Hahaha. Yaaa kira-kira itulah gaun-gaun yang saya suka (hasil hunting dari mbah google) hehehe. Kesamaan dari sekian gaun diatas adalah banyak payetnya, tapi tetep ga berlebihan. Kesannya mewah, bling-bling gitu tapi juga ga lebay ataupun norak, ga terlalu sederhana juga. Namanya juga pesta sekali seumur hidup, jadi harus yang agak wah dong yaa...hehehe :) Oh iya, malasah sleeve, kepingin pake yang ada sleeve nya deh, tapi kayaknya gaun-gaun modern jaman sekarang jarang yah yang pake sleeve gitu. Hhoho. Kenapa mau pake sleeve yaa? Mungkin biar kalau masuk ke gereja pas pemberkatan jadi sedikit merasa pantas untuk masuk rumah Tuhan. haha.

Ahh, last but not least, invitation card....bingung nih mau ngundang siapa aja, kayaknya banyaaaakkk banget yg mau diundang, tapi kalo diundang semua....bisa jebol nih pengeluaran, ho-ho-ho
dari temen2 SD, SMP yang masih kontek-kontekan sampai sekarang, temen2 SMA, kuliah, Kompas MuDA, Pusakris, Patar, Mudika Wilayah, OMK Gereja, LIA, PEC, Persink, Minggu Gembira, SAKKA, PMKAJ, bahhh -_____- banyak bangeeeet >.< belom lagi temen2 nya si calon dan temen2 dari orangtua, ckckck.... *geleng2 kepala
Tapi kalo bahas undangan sih, yaa mo yang simple aja deh, simple tapi menarik perhatian dan ga mudah dilupakan orang, hehehe.

Untuk calonnyaaaaa, pelisssssss banget deh, bisa ga sama yang ini yah? :
wkakakakak. Okay, he's just in my dreams.....









Jumat, 23 Desember 2011

marinyanyi.com

Beberapa tahun silam, lagu anak-anak menjadi lagu yang populer. Dari TV, radio, media cetak dan berbagai media lainnya meliput dan menyiarkan lagu-lagu yang bertemakan anak-anak dengan lirik yang sederhana dan mengedukasi. Namun, beberapa tahun belakangan ini kita kehilangan masa-masa dimana lagu anak-anak mencapai tingkat popularitasnya. Kini, anak-anak lebih terjejali dengan lagu-lagu orang dewasa yang kurang mendidik. Bagi saya sendiri, saya merindukan akan kehadiran lagu-lagu anak tersebut. Lagu-lagu seperti pelangi, bintang kecil, burung hantu, libur tlah tiba, balonku, aku seorang kapiten dan masih banyak lagu yang lainnya tersebut memancing sifat keingintahuan pada anak dengan liriknya yang edukatif. Misalnya saja lewat lagu pelangi, anak-anak jadi tahu bahwa pelangi memiliki 3 warna dasar yaitu merah, kuning dan hijau serta diciptakan oleh Tuhan. Anak-anak dikenalkan kepada sosok Tuhan yang agung. Di jman yang semakin modern saat ini, lagu-lagu populer dan berbau barat lah yang mendominasi. Hal ini mencandu pola pikir anak-anak kita yang notabene masih dalam tahap polos dan penuh rasa ingin tahu. Bayangkan anak-anak berusia sekitar 5-12 tahun dijejali dengan lagu dewasa bertemakan cinta. Mereka akan tertarik dan mecari tahu tentang cinta. Tak heran apabila saat ini anak-anak pada rentang usia SD saja sudah mulai berpacaran. Sungguh ironis.

Keprihatinan ini menggugah hati seorang Ayah Djito Kasilo yang kemudian menciptakan sebuah web yang menyediakan lagu-lagu bertemakan dunia anak-anak yang dapat diunduh secara gratis. Situs yang beralamat di www.marinyanyi.com ini tak hanya menyediakan lagu-lagu gratis yang dapat diunduh, tetapi juga bisa di request oleh yang menginginkannya. Tentu saja requet itu harus bertemakan anak-anak. Ayah Djito juga mengajak kita untuk dapat berbagi dengan anak-anak lainnya yang mungkin tak dapat secara langsung mengakses situs marinyanyi.com dengan cara mengunduh lau-lagu yang ada dan mengisikan lagu-laguu tersebut ke dalam CD kosong untuk dibagikan di TK-TK, SD, panti asuhan ataupun tempat-tempat lainnya.

Lirik-lirik lagu yang Ayah Djito buat dalam lagu-lagunya menurut saya sangat mengedukasi. Sebagai contoh lagu Buat Apa Marah yang saya copy dari situs tersebut:


Buat Apa Marah

Buat apakah kau marah-marah

Lebih baik kau bersabarlah
Marah-marah tak menyelesaikan masalah
Malah bikin susah

Bila ingin marah
Maka tersenyumlah
Hidupmu pun kembali cerah

Nah, masih banyak lagi lagu-lagu lainnya seperti Persahabatan, Semangat, Bekal Sehat dan lain sebagainya. Penasaran dengan karya Ayah Djito ini? Yuk segera kunjungi situsnya di www.marinyanyi.com dan mari kita lestarikan lagu anak-anak, kita bernyanyi dan membuat lagu bersama serta mari kita sebarkan kebaikan bagi masa depan anak-anak Indonesia dengan membantu penyebaran lagu-lagu ini.

Salam Ceria untuk seluruh Anak Indonesia
:)


Kamis, 19 Agustus 2010

Enggak Hafal Pancasila

Enggak Hafal Pancasila? Oops!
Jumat, 21 Agustus 2009 | 04:59 WIB
Tujuh belas Agustus baru beberapa hari berlalu. Upacara dan semarak pesta perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tahun oleh seluruh masyarakat Indonesia lewat sudah.
Apa lagi yang tersisa? Piala kemenangan lomba makan kerupuk, balap karung, atau panjat pinang dari RT (rukun tetangga), RW (rukun warga), dan sekolah? Apakah setelah mengikuti semua perayaan yang gegap gempita itu, kita jadi makin cinta sama tanah air, Indonesia?
Di sekolah, upacara bendera kini udah makin berkurang frekuensinya. Di SMA Labschool Rawamangun, Jakarta Timur, upacara bendera hanya dilakukan satu bulan sekali, yaitu pada Senin minggu pertama. Di SMA Negeri 98 Jakarta, upacara bendera juga hanya dilakukan dua minggu sekali.
Ehm, jadi enggak heran kan kalau Lita Lestari yang sekolah di Labschool Rawamangun kelas XII IPA, enggak hafal Pancasila.... Oops! Udah pasti dong, lambang masing-masing sila itu pun, dia enggak tahu, hi-hi-hi....
Aldi Prima Putra yang sekolah di SMAN 98 Jakarta kelas XII IPA juga nyaris setali tiga uang. Wakil Ketua OSIS periode 2008-2009 ini kagok saat diminta melafalkan Pancasila. Sila ke-4 dan ke-5 enggak bisa dia lafalkan dengan lancar dan sempurna. Meski Aldi juga anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) di sekolahnya itu.
Enggak cuma soal Pancasila yang udah makin luntur dari ingatan Lita dan Aldi. Mereka berdua juga agak susah menyebutkan beberapa lagu wajib, alias lagu nasional Indonesia selain, tentu saja, Indonesia Raya.
Padahal, lagu-lagu nasional kita banyak sekali, ada ”Syukur”, ”Maju Tak Gentar”, ”Satu Nusa Satu Bangsa”, ”Bagimu Negeri”, dan masih banyak lagi.
Lita cuma bisa menyebut satu lagu, sedang Aldi hanya bisa menyebut tiga lagu. Duhh... prihatin juga nih.…
Ehm, tetapi kayaknya enggak cuma Aldi dan Lita yang seperti itu. Kalau kalian mau jujur, seberapa sih sebenarnya kepedulian kalian pada lagu-lagu nasional Indonesia? Seberapa peduli sih kalian dengan kondisi sosial ekonomi di sekitar kita? Seberapa jauh kita tahu tentang berbagai tarian dan adat istiadat berbagai suku bangsa di Tanah Air ini?
Memprihatinkan
Bu Devi Arnis, guru Sosiologi dari SMA Al Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengatakan, semangat cinta tanah air di kalangan remaja memang memprihatinkan. Kata Bu Devi, sebagian remaja memang sama sekali tak tahu siapa pencipta lagu nasional kita. Bahkan ada yang enggak tahu sosok Bung Karno dan Bung Hatta.
Tapi, kata dia, sekarang sudah ada kemajuan. ”Mulai ada kesadaran di kalangan remaja bahwa nasionalisme itu perlu. Memang tidak hanya dengan upacara dan hafal Pancasila karena itu hanya satu sisi dari nasionalisme. Tetapi mereka menunjukkannya dengan memakai produk dalam negeri, hafal lagu-lagu Indonesia, dan di sekolah mau ikut ekskul tentang seni tradisional,” kata Bu Devi.
Kepala SMKN 20 Jakarta Haribowo mengatakan, upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional seharusnya memang tetap diberlakukan di sekolah-sekolah. Ini setidaknya diharapkan bisa menjaga semangat nasionalisme di kalangan siswa.
Tentang Pancasila, menurut Haribowo, meskipun hafal, Pancasila bagi sebagian remaja hanya dimaknai sebatas kata-kata tanpa makna. Ini saja sudah cukup rawan.
”Jadi, alangkah baiknya kalau upacara itu tetap diberlakukan,” kata Pak Haribowo.
SMKN 20 masih tetap memberlakukan upacara setiap hari Senin dan pada hari besar nasional. Untuk mendukung upaya menjaga semangat cinta tanah air di kalangan siswa, ada ekstrakurikuler berupa karawitan dan paskibra.
Efek upacara
Sisca Utami, siswa kelas XII IPA SMAN 4 Tangerang, termasuk siswa (yang setidaknya) hafal sila-sila dalam Pancasila. Di sekolahnya, upacara masih dilakukan setiap Senin. Mungkin karena seminggu sekali mendengar Pancasila, Sisca hafal saat diminta melafalkan Pancasila.
Dia juga dengan mudah menyebut beberapa lagu nasional, seperti ”Maju Tak Gentar”, ”Indonesia Pusaka”, dan ”Garuda Pancasila”.
”Selalu ikut upacara jelas ada efeknya. Aku jadi bisa ngerasain perjuangan pahlawan zaman dulu. Pas mengheningkan cipta apa lagi.... Kan nundukin kepala, khusyuk, jadi rasanya gimana gitu,” tutur Sisca.
Enggak setiap orang kayak Sisca. Tapi kalo sampai enggak hafal Pancasila kayak Lita dan Aldi, ehm kayaknya enggak pas juga ya.... Apalagi kata Lita, cintanya sama Tanah Air biasanya justru muncul pas dia lagi jalan-jalan ke luar negeri.
Sisca menambahkan, ia memaknai nasionalisme dan cinta Indonesia antara lain dengan memakai produk dalam negeri. Kata dia, dengan memakai batik, misalnya, itu sudah nunjukin rasa cinta Tanah Air.Jangan lupa, Tanah Air kita ini kaya dan luas banget. Kita punya keanekaragaman hayati dan budaya. Mengetahui, mencintai, dan berusaha menjaganya dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti cinta kita kepada Tanah Air.

Selain hafal dan mewujudkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, coba deh memulai rasa cinta Indonesia dengan lebih memerhatikan lingkungan, seperti hemat memakai air bersih, hemat listrik, enggak membuang sampah sembarangan, mau berusaha keras, dan enggak korupsi tentunya! (DOE)

nb: asli terbitan kompas muda. hihihy*

Greenpeace

Easy Chemistry


Easy Chemistry

Our daily life is related to chemistry. Soap, shampoo, plastic, teflon and so on are dealt with chemistry. Chemistry is also found at school as a subject. For a lot of students, chemistry is one of the terrible subjects. They consider chemistry difficult to learn. So, what should we do to make learning chemistry becomes easier? According to my experiences, learning chemistry is easy by using diplay tools, playing with words and practicing.

First, to make chemistry become fun is by playing with words. Playing with words helps us to learn the basic elements and memorize them. Playing with words can be used to memorize the periodic table of the elements, diagram, volta list, etc. For example, we want to memorize the 7th group of periodic table. The 7th group consists of F, Cl, Br, I and At. The easiest way to memorize them is by making a sentence. We can make a funny sentence from this group like Feri Clana Biru Idih Amit-amit. It's easy right? Explore your creativity to make a simple sentence. You can also make a joke or anything else. But you must remember that when playing with words we have to make an easy sentence to remember. By playing with words we have flexible time to study them because we can study everywhere, everytime. We will be a more creative person and easy to remember the subjects because this way is so simple.

Second, chemistry will be easier by using display tools. The purpose of using display tools is to help us in understanding the subjects. We can use display tools to study periodic table, hybridization, acid and base, etc. Display tools are not only expensive things but also simple things. For example, we can use ballpoint or ballon to subtitute molymod and so on. Molymod is used to explain hybridization. To use molymod, we have to buy it. It means we have to spend our money. Besides that, to find molymod is difficult enough. We can change molymod by ballpoint or ballons. Ballpoints and ballons are simple things and easy to find around us. Second example, my school has a special room for studying chemistry. We call it Chemistry Clinic. There, we have a lot of display tools and the room is arranged to study in groups. There will be doctors who will help students who have problems about chemistry. We can get a lot of advantages by using display tools. We will understand the subjects more because display tools provide us the real imagination. So, we don’t have to work hard to imaginate it. We will remember the subjects easily. But to use display tools, we have to master the basic theory first to minimize the mistakes.

Last, learning chemistry is easy by practicing it. Chemistry is identic with practicing in laboratory and often doing some tasks. Almost all subjects can be learnt in laboratory. Some students may think that laboratory working is difficult but actually it’s easy and fun. Of course, we must give attention to some important things. Laboratory working has some rules which we have to obey like using laboratory uniform, being carefull in using the properties, and obeying health safety rules. As a scientist, we must have scientist's behaviour such as objective, carefull, curious, optimist, etc. Practicing is not only in laboratory but we can do it in other places. Wherever we are practicing, it has a lot of advantages for us. We will be easier mastering the subjects because we learn it directly and try to apply it. But, to do some complex exercise we have to know the basic materials.


So, what do you think about chemistry? it is easy when you play with words to study the simple subjects, use display tools for more difficult subjects and practice for the most difficult subjects, isn't it? If you still think that learning chemistry is difficult and your chemistry is poor, improve it as soon as possible. You can try the three ways above.


Greenpeace

Rabu, 26 Mei 2010

Flamable Water



Greenpeace