RSS

Welcome to Sisca's World
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label project. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label project. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Mei 2014

Suluh Untuk Sejuta Sahabat (Sekolah MASTER, Depok)


Poster Project Suluh Untuk Sejuta Sahabat

Sekolah MASTER (Masjid Terminal) merupakan sekolah gratis yang didirikan oleh Bapak Nurrohim pada tahun 2000. Berlokasi di Jl.Margonda No.58 Terminal Terpadu Kota Depok, Jawa Barat, sekolah MASTER awalnya ditujukan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak jalanan di sekitar terminal Depok.





Beberapa foto kondisi dan lingkungan sekolah MASTER

Sekolah MASTER memiliki 2700 murid yang terbagi menjadi 3 shift. Kelas pagi untuk anak TK, kelas sore untuk sekolah menengah dan kelas malam untuk orang-orang dewasa. Kini sekolah MASTER tidak lagi hanya diperuntukkan bagi anak-anak jalanan tetapi juga bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan juga anak-anak yang cacat.

Anak-anak jalanan di sekitar terminal Depok yang bersekolah di MASTER

Siswa sekolah menengah

Representatif MRCA bersama siswa sekolah menengah

Berawal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Bina Insan Mandiri yang dilakukan di Masjid, kini sekolah MASTER sudah memiliki gedung permanen sendiri dan telah menghasilkan prestasi nasional di bidang olimpiade-olimpiade dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Terbukti lulusannya banyak yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bahkan beberapa mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Keberadaan sekolah MASTER telah memberikan sumbangsih nyata dalam hal pemerataan pendidikan bagi anak-anak yang kekurangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik.


beberapa foto representatif Merry Riana Campus Ambassadors dengan Pak Nurrohim, pendiri sekolah MASTER

Lewat hasil diskusi kami dengan pendiri sekolah MASTER, Bapak Nurrohim, saat ini sekolah MASTER sedang fokus pada kualitas pendidikan dimana diharapkan banyak anak-anak yang tertarik untuk berwirausaha. Oleh karena itu, untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang tangguh, kami dari Merry Riana Campus Ambassadors berinisiatif mengadakan project ini untuk bisa membagikan sedikitnya 100 buku Langkah Sejuta Suluh kepada adik-adik, teman-teman kita di sekolah MASTER.

Buku Langkah Sejuta Suluh yang akan dibagikan kepada sekolah MASTER

Project ini merupakan project pertama kami dan kami berharap agar project ini bisa berlanjut tidak hanya di sekolah MASTER saja dan tidak hanya buku Langkah Sejuta Suluh yang kami bagikan.

Ayo bantu kami menyalakan suluh-suluh bagi adik-adik dan teman-teman kita di sekolah MASTER.

Penyerahan buku Langkah Sejuta Suluh secara simbolis akan diberikan pada acara:
"Meet and Greet with Merry Riana"
tanggal: 25 Mei 2014
pukul : 18.00-22.00 WIB
tempat: Gramedia Pondok Indah Mall.

Anda semua diundang untuk menghadirinya. Informasi acara bisa menghubungi contact person pada poster atau lihat di sini~> http://aufklarung2sisca.blogspot.com/p/contact.html

Lihat juga video project sosial kami:



Kamis, 23 Januari 2014

Prolog Calon Buku Baru :p

Prolog

Satu.

Cukup satu orang yang bisa membuatku jatuh cinta dan bertahan selama bertahun-tahun. Dia. Dia itu kamu yang mungkin saat ini sedang membaca buku ini. Maafkan atas kelancanganku yang tanpa seijinmu menuliskan kisah kita – entah apakah kita itu pernah terjadi atau tidak. Sungguh, aku hanya ingin membagikan kebodohanku yang sampai hari ini pun tak bisa melepaskanmu dari hati dan pikiranku; setiap kali ku dengar nama yang sama dengan namamu, setiap kali aku melakukan hal-hal yang pernah kita lakukan bersama, setiap kali aku berada ditempat kita pernah berada, bahkan otakku selalu penuh memori setiap kali hujan datang membasahi bumi.

Aku ingin hanya ada kita dalam buku ini. Ternyata aku pun tak bisa menghapuskan mereka dari kehidupan yang terbentuk diantara kita saat itu maupun saat ini. Aku tak sanggup menuliskan namanya yang pernah berada disisimu dan mungkin juga masih mendampingimu hingga sekarang. Meskipun begitu, aku ingin setiap orang yang membaca buku ini mengetahui kehadirannya diantara kita. Aku bahkan sudah siap dicap sebagai orang bodoh – kenyataannya memang aku bodoh – karena menerbitkan buku ini berarti aku belum bisa move on darimu. Mungkin.

Tahukah kamu? Menulis merupakan suatu bentuk keabadian. Mungkin suatu saat nanti aku akan hidup mandiri tanpa bayang-bayang dirimu, tapi aku tak ingin kenangan tentangmu hilang begitu saja. Biarkan kenangan ini akan abadi melalui karya sederhana yang kutuliskan ini, jangan halangi aku untuk menuliskan kisah kita ini karena hakmu untuk mencegahku telah berakhir sejak pertama kalai kau putuskan untuk pergi. Menulis buku ini seperti menyuntikkan jarum infus ke dalam venaku, sungguh rasanya menyakitkan harus membuka kembali memori-memori itu. Namun aku berharap setelahnya aku bisa sembuh dari segala sakit penyakit, ketidakikhlasan, kehilangan, mungkin juga cinta. Jika selepas menulis buku ini, aku bisa dengan ikhlas melepasmu, wah puji Tuhan sekali, karena sampai sekarang pun rasanya sulit kehilangan sosok sepertimu.

Apa kabarmu saat ini disana? Aku rindu dan selalu merindukanmu. Meskipun begitu aku cukup cerdas untuk terus mengamatimu dari jauh. Aku tahu, meskipun terkadang sulit mendapatkan informasi-informasi itu karena tipikalmu yang jarang berinteraksi lewat media sosial. Bukan, bukan berarti aku bilang kau kuper apalagi gaptek. Kamu bahkan bisa menciptakan media sosial sendiri jika kamu mau, kan? Kamu terlalu pandai untuk menghabiskan waktumu di media sosial. Waktumu terlalu berharga untuk digunakan tanpa menghasilkan apa-apa. Berjam-jam kamu bertahan di depan komputermu, tapi imanmu kuat sekali untuk tidak sedikitpun berselancar di sosial media yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia kita kala itu. Ya, itulah kamu menurut kacamataku. Kamu yang begitu apa adanya. Ah, niat menyampaikan rinduku terlalu panjang rupanya sampai aku mengisahkan tentangmu yang harusnya ada di bagian dalam buku ini. Hihihi. Baiklah, selamat menikmati kembali kisah kita, semoga kamu masih ingat seluruhnya ya agar aku tak kau sangka mengarang cerita ini.


Salam rindu dariku padamu.

Selasa, 26 November 2013

Time Flies So Fast

View this video first:


This is about friendship and this is about dreams. It was 3 years later, we are in our last grade now. Some of us stay while others left. I don't regret the meeting, life is how you learn to understand each others, right?

Since we're in our last grade now, I just think about how long we've through this 3 years together: happiness, sadness, failure, misunderstanding, maturation, etc. And, yes! This 3 years are never easy. Friendship is not easy.

We are facing our seminar in this 2 weeks ahead, doing our thesis in our last semester and finally wear the gown. Presently, we will reach our dreams, having graduation together.

I can't believe this will happen soon in my life. I can't wait the moment.

One thing I think:

" Will this friendship still the same after the graduation day? I want to settle for them. "

Now, wish me luck for my seminar, hope everything runs well.

***


Sedikit Bernostalgia dengan KUIN

Kunjungan industri adalah program kerja tahunan Senat Mahasiswa di Fakultas saya, dalam satu periode diadakan 2 kali kunjungan industri. Pada senat periode 2012/2013 yang baru saja berakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi Sie. Acara dari acara kunjungan industri ini. Kunjungan ini kami lakukan ke:
Kunjungan Industri I (KUIN I): Februari 2013
Hari 1: PT. Ristra Indolab
Hari 2: PT. Ristra Indolab
Hari 3: Pembibitan PT. Mustika Ratu
Ketiga perusahaan tersebut merupakan industri kosmetik yang terkenal di Indonesia. Terimakasih atas pengetahuan yang telah disharingkan, kami menjadi tahu bagaimana produksi, QC, QA, RnD sebuah perusahaan kosmetik di Indonesia.

Kunjungan Industri II (KUIN II): Juni 2013
Hari 1: PT. Coca Cola Amatil Indonesia
Hari 2: PT. Indofood Industries
           PT. Kemangfood Indonesia
Hari 3(Rute A): PT. Yakult Indonesia
                        PT. Otsuka Indonesia
          (Rute B): PT. Djojonegoro
                         PT. Otsuka Indonesia
Hari 4 (Rute A): PT. Sinar Sosro Indonesia
           (Rute B): PT. Charoen Phokphand Indonesia
Kesemua perusahaan tersebut merupakan produsen makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia. Terima kasih atas kesediaannya menerima kunjungan kami.

Di tahun ini, panitia mendapatkan kesulitan dalam menghubungi industri farmasi, semoga di KUIN tahun depan bisa terlaksana. Ini video singkat KUIN I - II yang dibuat teman saya, selamat menonton :)


***
ps: Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama perusahaan. Bila ada konfirmasi, akan segera saya perbaiki. Terima kasih.

Kamis, 29 Agustus 2013

Proyek Kasih Tuhan dalam Hidupku

Salam Damai Kristus!

Teman-teman terkasih,
Pernahkah teman-teman berada dalam kesulitan dan ketika teman-teman berdoa, permasalahan itu dapat terselesaikan?
Pernahkah teman-teman menginginkan sesuatu kemudian mendapatkannya?
Pernahkah teman-teman merasakan tangan Tuhan sedang mengenggam tanganmu ketika kau gelisah?
Pernahkah teman-teman merasakan kasih-Nya?

Saya percaya teman-teman pasti pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup teman-teman. Namun apalah arti kasih Tuhan jika hanya kita nikmati sendiri? Nah, kali ini kami ingin mengajak teman-teman untuk membagikan kisah pengalaman spiritual yang pernah teman-teman alami melalui sebuah tulisan. Mari kita sebarkan kasihNya, perbuatanNya dan firmanNya agar semakin banyak orang yang percaya kepadaNya.

Kirimkan kisahmu dengan ketentuan sebagai berikut:
Syarat Kolaborator
Siapa saja, asalkan WNI boleh berkontribusi dalam proyek kasih ini, tidak ada persyaratan usia, jenis kelamin, ras, maupun lokasi.
Setiap kolaborator boleh mengirimkan kisahnya maksimal 2 (dua) kisah.

Ketentuan Tulisan
1. Kisah diketik dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik di Microsoft Word, kertas A4 dengan margin standar, font: Times New Roman, ukuran font: 12, spasi: Single
2. Panjang kisahmu berkisar antara 500-1000 kata atau sekitar 2-4 halaman A4.
3. Judul tulisan bebas.
4. Simpan kisahmu dengan format file name: [Judul] - [Nama Kontributor]
Contoh: Keajaiban Doa - Agustina
5. Kisah yang dikirimkan adalah kisah nyata. Jika kisah yang dikirimkan bukan merupakan pengalaman pribadi kontributor, kontributor wajib meminta ijin dari orang yang bersangkutan.
6. Dengan mengirimkan naskah, maka para kontributor menyatakan bahwa naskah tersebut adalah hasil ciptaannya sendiri yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Jika terjadi tuntutan terkait originalitas tulisan maupun pengiriman tulisan tanpa ijin orang yang bersangkutan menjadi tanggung jawab kontributor.

Ketentuan Pengiriman
1. Kirimkan kisahmu dalam bentuk lampiran/ attachment (bukan di body email) ke alamat email: proyekkasih@gmail.com
2. Sertakan data diri: Nama, Alamat, No. handphone, Nama Gereja, Alamat facebook (jika ada), Twitter (jika ada)
3. Kirimkan kisahmu dengan format subject email: [Proyek Kasih] - [Judul Kisah] - [Nama Kontributor]
Contoh: Proyek Kasih - Keajaiban Doa - Agustina
4. Kami tunggu kisahmu hingga 30 September 2013 pukul 23.59 WIB.

Royalti
Kumpulan kisah ini akan dibukukan dan akan diterbitkan secara self publishing di nulisbuku.com. Setiap kontributor tidak mendapatkan royalti. Royalti penjualan akan disumbangkan (akan ditentukan kemudian royalti ini akan disumbangkan ke yayasan apa. Jika ada saran dari para kontributor dipersilakan).

Sebarkan proyek kasih ini kepada teman-temanmu. Semoga dengan terus menyebarkan kesaksian, kasih Tuhan semakin mengalir dalam hidupmu.

Proficiat!

Senin, 01 April 2013

Manusia Mata-Mata (Prolog)


Prolog

Sebuah masa bahkan dapat menentukan makna sebuah kata. Ketika waktu kecil, rasa keingintahuan yang begitu besar disebut sebagai hal yang baik bagi anak-anak. Di masaku, anak-anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi disebut sebagai anak yang pandai karena rasa ingin tahu tersebut akan membawa anak tersebut untuk mencari dan mencari tahu akan segala hal; ilmu yang kelak akan berguna bagi masa depannya. Tapi bukankah sudah kukatakan padamu bahwa masa dapat menentukan makna sebuah kata? Dan begitulah kenyataannya. Setelah aku menjadi dewasa, - ah, usia 21 tahun sudah digolongkan sebagai orang dewasa, bukan? – aku mengenal satu istilah baru bagi orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Dalam bahasa gaul masa kini, mereka disebut sebagai orang kepo1. Entah mengapa, istilah kepo lebih sering dikonotasikan sebagai hal yang negatif, baik itu kepo terhadap mantan pacar, kepo terhadap sahabat bahkan kepo terhadap orang yang tak dikenalnya. Pada suatu situasi tertentu, orang-orang kepo ini sering juga disebut sebagai stalker atau mata-mata. Manusia mata-mata inilah yang selalu mengawasi dirimu dan aktivitasmu baik langsung ataupun melalui sosial media. Di masa kecilku dulu, belum ada teknologi secanggih saat ini dimana internet menghubungkan orang dari seluruh penjuru dunia, tak terbatas oleh samudera, benua, zona waktu, warna kulit, bahasa dan perbedaan-perbedaan lainnya. Semua perbedaan itu kini dijembatani oleh sebuah teknologi yang bernamakan internet. Tahukah kalian? Teknologi internet itu sesungguhnya telah melahirkan banyak sekali manusia-manusia kepo, manusia-manusia mata-mata, stalker. Apa yang sesungguhnya mereka cari dengan menjadi seorang mata-mata? Ah, alangkah baiknya bila sebelum kuteruskan kisah sang manusia mata-mata ini, kita samakan persepsi terlebih dahulu bahwa manusia kepo dan stalker kita sebut mereka sebagai mata-mata.

Dan inilah kisah manusia mata-mata. Berhati-hatilah karena dia sedang memata-matai dirimu saat ini.

                                                                                                                                                                                                        
KEPO = Knowing Every Particular Object

Rabu, 23 Januari 2013

Chicken Soup versi Indonesia, adakah?

Ada sebuah keinginan, cukup menggelitik memang. Ingin adanya keberadaan buku seperti chicken soup di Indonesia. Ataukah sudah ada buku seperti itu?

Hanya ada sedikit harapan dengan adanya buku-buku itu, yakni agar semakin banyak mata yang terbuka, telinga yang mendengar, hati yang berbicara.

Sebuah buku yang bersumber dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Berisi kisah-kisah inspiratif dari siapa saja, dari berbagai kalangan.

Jika memang sudah ada buku-buku seperti itu, tolong beri tahu saya. Tapi jika memang belum ada, mari kita bersama-sama membuka cakrawala.

Kita memberi dan kita belajar tentang arti kehidupan. Kita berbagi bahwa kehidupan ternyata tak semudah yang kita alami, tak seindah yang kita impikan. Disaat berbagi itulah bebanmu terasa ringan, maka dikala beban terasa berat dan merasa sendirian menghadapinya, bagikanlah. Kau akan tahu bahwa kau bukan satu-satunya orang yang menderita dan kau tidak sendirian. Kita belajar, tanpa harus mengalaminya terlebih dahulu. Belajar dari kisah-kisah mereka agar jangan lagi terulang beban yang sama kepadamu.

Ada sebuah pepatah:
 "Jika ada buku yang ingin kau baca dan buku itu belum diterbitkan, maka kaulah yang harus membuatnya."

Jadi untuk itulah saya di sini.

Sabtu, 24 November 2012

Sejuta Cinta untuk Dunia

Hey, Pasti semua bertanya-tanya kenapa jumlah postingan di Sisca's World ini berkurang khususnya postingan puisi? Hehehe. Maaf ya, postingan puisinya beberapa harus saya hapus karena saya sertakan dalam buku perdana saya sebagai buku kumpulan puisi saya (seperti yang sudah saya janjikan pada bulan Maret yang lalu). Nah, memang sih terbitnya buku ini amat sangat terlambat dari target karena *ehem* kesibukan saya yang amat padat merayap. Hahaha. That's why buku itu baru sempat saya selesaikan sekarang. Tadi pagi (Nah, cepet kan update-nya. Hihihy*) naskah bukunya sudah saya kirim. Mungkin dalam 2 minggu sudah dapat dipesan secara online melalui nulisbuku.com. Jadi, untuk yang belum sempat baca karya-karya saya, pesan bukunya ya :)

Sedikit bocoran, buku ini berjudul "Sejuta Cinta untuk Dunia" dan ini covernya:


Untuk saat ini bukunya belum dapat dipesan karena masih pada proses proofread. So, bersabarlah. Tentu saja untuk selanjutnya akan saya kabarkan apabila buku sudah bisa dipesan. :)

God bless all...

Minggu, 28 Oktober 2012

Tahun Ketiga Meraih Mimpi (Perjalanan Masih Panjang)



Ini tahun ketigaku menjadi mahasiswa farmasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Sungguh ini sebuah kisah yang takkan pernah aku lupakan. Aku yang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang dokter harus merelakan cita-cita mulia itu. Selain aku tak diterima di beberapa fakultas kedokteran di PTN, masalah ekonomi juga menghalangiku untuk bisa meraih impianku. Aku ingat betapa kerasnya perjuanganku untuk bisa kuliah di jurusan farmasi saat ini. Saat itu, selepas aku dinyatakan gagal dalam ujian SNMPTN, aku memutuskan untuk mengambil farmasi. Aku tahu papi kecewa atas kegagalanku dan puncaknya adalah malam itu, disaat aku memutuskan untuk mengambil jurusan farmasi papi menjadi sangat emosi bahkan hingga melarangku untuk kuliah. Aku hanya bisa terdiam dan menyadari kebodohanku, tetapi tak kusangka mami membelaku bahkan hingga dia menangis kemudian mengajakku keluar dan memantapkan pilihanku untuk menjalani studi farmasi ini. Sejak saat itu aku berjanji akan melakukan yang terbaik dan berusaha untuk tidak mengecewakan mami, akan kubuktikan pada papi bahwa aku bisa.

Kini aku sudah berhasil melalui dua tahun pertamaku meskipun dengan susah payah. Semester satu dan semester dua tampak tak menjadi masalah bagiku. Aku bahkan sangat menikmati setiap hal yang aku lakukan sebagai mahasiswa farmasi, praktikum, mengerjakan laporan, belajar dan mendengarkan kuliah. Image seorang mahasiswa farmasi yang kutubuku aku patahkan dengan aktif mengikuti beberapa kegiatan sekaligus. Hasilnya? Not bad. IPK ku masih bisa cum laude.

Menginjak semester tiga dan empat, prestasiku mulai menurun. Sejak semester tiga aku menghadapi 4 macam praktikum dalam seminggu dengan perkiraan 10 jam praktikum per minggu. Materi kuliah semakin berat dan tugas semakin menumpuk. Menurutku inilah kuliah farmasi yang sesungguhnya, aku mulai belajar formulasi obat, mikrobiologi, patologi dan lain-lain. Sejujurnya aku menikmati semua masa-masa kuliahku hingga aku mengalami sebuah masalah, ya problema cinta anak muda. Masalah itu membelitku hingga malam terakhir menjelang ujian praktikum formulasi obat, aku sampai menangis dihadapan kakak kostku karena aku merasa tak siap untuk ujian. Namun aku masih lulus ujian ini. Aku malah tak lulus praktikum farmakognosi yang kemudian mematahkan semangatku. Ini adalah her praktikum pertamaku selama kuliah dan kejadian-kejadian ini mengubahku, mengubah IPK ku manjadi terjun bebas. Meskipun di semester empat aku merasa lebih baik, lebih bersemangat dan lebih optimis, tetap saja tak mampu menaikkan IPK ku yang jatuh di semester tiga kembali normal. Ini penyesalan karena telah gagal membahagiakan mami untuk bisa lulus dengan predikat cum laude.

Sekarang aku berada di pertengahan semester lima dan aku masih sangat menikmati kuliahku, praktikum, laporan serta tuugas-tugas. Aku mencintai farmasi dan ini passionku.  Perjalanku masih panjang, masih ada 3 semester untuk meraih gelar sarjanaku dan 2 semester untuk meraih gelar apotekerku. Masih banyak yang harus aku perjuangkan demi sebuah cita-cita mulia, sebuah pengabdian untuk masyarakat. Dan, percaya atau tidak, saat ini aku masih mencintainya: Farmasi dan dia.