RSS

Welcome to Sisca's World
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label the chosen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the chosen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

A Day with Miss Merry Riana and Now Here I Am

Banyak hal menarik yang terjadi di sepanjang tahun 2013 dan terkadang saya lebih suka menyimpannya sendiri tanpa perlu dipublikasikan. Namun, ada satu hari yang sangat mengesankan bagi saya sebagai penutup tahun 2013: 17 Desember 2013. Begitu banyak memori yang masih melekat di pikiran saya dan saya pikir akan lebih berguna bila saya membagikan pengalaman tersebut dalam blog ini.

17 Desember 2013 yang lalu saya mengikuti Seleksi Tahap Akhir pemilihan Merry Riana Campus Ambassador 2014 di APL Tower, Central Park. Merry Riana adalah seorang tokoh motivator wanita no.1 di Asia, seorang artis, presenter, penyanyi dan juga pengusaha yang sukses. Di usianya yang ke 26 tahun, ia telah meraih penghasilan sebesar 1 juta dolar Singapura berkat sebuah mimpinya. Pada usianya yang ke-20, Merry Riana bermimpi untuk bisa bebas dari segala kesulitan finansial sebelum berusia 30 tahun dan ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut di usianya yang ke-26. Pada usianya yang ke-30 tahun, Merry Riana memiliki resolusi baru yaitu untuk menginspirasi 1 juta orang di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukannya untuk mewujudkan resolusi tersebut adalah dengan mengadakan Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) yang merupakan sebuah program mentoring gratis untuk mahasiswa di Jabodetabek. Kegiatan mentoring tersebut dilakukan langsung oleh Merry Riana dan Pak Alva, suaminya.

Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya MRCA. Seperti angkatan sebelumnya, hanya dipilih 60 mahasiswa terbaik se-Jabodetabek yang akan dimentori langsung oleh Merry Riana. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar berjumlah sekitar 1500 orang, tahun ini jumlah pendaftar MRCA 2014 berjumlah 3000 pendaftar. Sungguh sebuah persaingan yang ketat untuk bisa menjadi 60 mahasiswa terbaik yang beruntung tersebut.

Saya sendiri sudah mengenal Merry Riana sejak 2 tahun lalu sebelum diselenggarakannya MRCA Batch 1, saat itu saya belum pede untuk mendaftar. Tahun ini, saya putuskan untuk mendaftar karena ini merupakan tahun terakhir saya menjadi mahasiswa, I think I should do the best, the right one. Seleksi tahap pertama merupakan seleksi CV, ada sekitar 3000-an pendaftar dan diseleksi menjadi 400 orang. Pada tahap kedua diberikan 5 pertanyaan yang harus dijawab seputar Merry Riana, dari seleksi tahap 2 ini akan dipilih 200 orang. Lolos dari tahap kedua, saya mengikuti seleksi tahap ketiga, jujur seleksi ini cukup menyulitkan saya. Saya diminta untuk membuat video tentang "Aku & Merry Riana" berdurasi sekitar 3 menit yang harus diupload ke youtube. Dalam email tersebut dikatakan bahwa penilaian akan dilakukan berdasarkan isi sharing, energi, kreativitas dan hasil akhir. Yang menyulitkan adalah waktu yang diberikan cukup singkat, sekitar 1 atau 2 hari kalau tidak salah. Alhasil video yang saya buat sangat sederhana, tanpa editing, namun saya coba menguatkan video tersebut dari isi sharing dan energi yang saya keluarkan ketika berbicara. And, it worked! Check out my video here:



Thank you Lord! Akhirnya saya sampai di seleksi tahap akhir. Peserta harus datang dengan office suit pada 17 Desember di APL Tower Central Park dari pukul 10.00-18.00 WIB. Bisa bayangkan seleksi seperti apa yang berlangsung selama 6 jam itu? Awalnya saya pikir itu hanya interview biasa, ternyata sungguh seleksinya cukup berat. Pertama, seleksi dilakukan langsung oleh Miss Merry dan Mr Alva, dibantu oleh beberapa MRCA Batch 1 dan team MRI (Merry Riana Indonesia). Peserta yang hadir lebih dari 200 orang, mungkin sekitar 217 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Saya termasuk ke dalam kelompok 4. Kedua, waktu seleksi yang lama itu sangat menguras tenaga apalagi perjalanan bolak-balik Depok-Jakarta Barat yang cukup melelahkan. Ketiga, persaingan yang ketat antar peserta, dari ke 200 peserta semuanya potensial, berbakat dan saling berlomba menunjukkan "their best self". Saya pun begitu karena tidak mau usaha saya selama ini sia-sia :)

Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi langsung oleh Miss Merry. Diawali oleh semangat dan yel-yel MRCA, Merry Riana menularkan semangat berjuang bagi para kandidat MRCA. Merry Riana juga mengingatkan satu pesan untuk menjadi BAM! "Be Always Memorable". Setelah pembagian kelompok dan mentor (masing-masing kelompok mendapat 2 mentor, kala itu mentor saya adalah Kak Kiky dan Kak Sandy), dimulailah Sesi I. Sesi I diawali dengan memperkenalkan diri masing-masing peserta dan motivasi mengikuti MRCA, lalu dilanjutkan dengan menganalogikan diri kita masing-masing sebagai hewan di masa kini dan di masa yang akan datang. Kala itu saya menganalogikan diri saya yang sekarang sebagai Kambing dan diri saya di masa yang akan datang sebagai Kuda. Tidak perlu saya jelaskan alasannya ya :) Kalau kamu pilih hewan apa? Tiap kali presentasi, masing-masing peserta hanya diberi waktu 1 menit, jadi kita harus bicara yang singkat, padat, jelas dan tepat sasaran! Jangan sampai merugikan teman kelompok kita yang lain sampai tidak bisa presentasi.

Sesi II, merupakan sesi kelompok dimana masing-masing kelompok harus membuat suatu keputusan. Miss Merry memberikan 2 keadaan yang harus dipilih:
"Ada 2 rel, satu tidak digunakan dan satunya digunakan, pada rel yang tidak digunakan ada 2 anak kecil sedang bermain. Dan pada rel yang digunakan ada 3 anak kecil. Kereta akan melaju dengan segera. Mana yang harus dipilih, apakah membiarkan kereta pada jalurnya (menabrak 3 anak kecil) atau berpindah jalur (menabrak 2 anak kecil)?"
Apapun jawabannya, satu hal yang penting yang disampaikan Miss Merry:

"What is right isn't always be popular and what is popular isn't always right."

Selesai Sesi II, diberi waktu untuk ishoma dalam waktu yang singkat, hanya sekitar 45 menit dan kita diminta untuk on time kembali ke tempat acara untuk memulai sesi III. Dalam Sesi III, kita bermain games dalam kelompok yang menguji kekompakkan kelompok tersebut. Kelompok 4 waktu itu salah 2 pertanyaan. :p Setelahnya, ada sesi terakhir yaitu sesi yang paling menegangkan. Tiap kelompok kecil dibuat menjadi kelompok besar, dimana 1 kelompok besar terdiri atas 2 kelompok kecil. Kelompok 4 menjadi satu kelompok dengan kelompok 3, dan ada beberapa anggota kelompok yang ditukar posisinya. Ada apa dengan sesi terakhir? Saat itu kak Sandy hanya berpesan "Do your best!"

Ternyata, sesi terakhir adalah sesi interview. Untuk kelompok besar 1 (kelompok kecil 1 dan 2) diinterview langsung oleh Miss Merry dan untuk kelompok besar 2, kelompok saya diinterview langsung oleh Pak Alva. Entah bisa dibilang beruntung atau tidak karena kelompok besar 3, 4 dan 5 diseleksi oleh MRCA Batch 1. Rasanya? Jangan ditanya, pasti campur aduk: Senang sekaligus bangga bisa diinterview langsung oleh Pak Alva, gugup, nervous, takut seakan-akan mau disidang dan rasanya hidup dan matinya seluruh perjuangan di MRCA ada di detik itu juga. Sebelum sesi interview dimulai, Pak Alva memberikan pesan yang intinya:

"Do your best, tunjukkan apa yang membuat kami harus memilih kamu sebagai MRCA. Kalau di kelompok tadi kamu masih malu-malu, lupakan. Ini kesempatan terakhir, keluarkan semua potensimu, tunjukkan prestasi kamu, jangan takut disebut sombong karena saat ini kalian sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik."

Saat itu saya tidak langsung maju, saya berpikir apa yang harus saya katakan di depan Pak Alva. Ketika maju, rasa nervous semakin menjadi-jadi dan semua yang ingin saya katakan ternyata tidak cukup karena waktu yang diberikan hanya 1 menit. Saya kembali ke tempat duduk dengan perasaan menyesal. I thought I didn't do my best. But I always hope for the best. Ternyata pengumumannya tidak langsung diumumkan. Satu hal unik yang saya pikirkan; waktu itu saya sudah membawa semua buku Merry Riana yang saya punya dan berniat minta tanda tangan dan foto bersama. Tapi hal itu tidak saya lakukan dengan harapan saya bisa terpilih menjadi MRCA jadi saya akan punya banyak waktu untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama beliau. What a good mindset, isn't it? Di akhir acara, Miss Merry mengajak semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingatkan saya pada quote dalam bukunya:

"You can take me out from Indonesia, but you can't take Indonesia out from me." *Proud*

She also said:

"Mungkin banyak dari kalian yang akan dikecewakan. Tapi kegagalan bukan akhir segalanya. Lebih baik gagal daripada tidak pernah tahu rasanya berjuang. Usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Jika kali ini hasilnya masih belum baik, maka artinya perjuangan belum selesai. Best of luck for us!"

***

Dan pada tanggal 3 Januari yang lalu saya menemukan account twitter MRCA2014. Wah saya pikir saya ga lolos nih, karena ga terima email apapun. Saking penasarannya, saya cek spam email dan... *jreng jreng jreng* I'M CHOSEN TO BE A PART OF MRCA 2014! Ternyata emailnya masuk spam tertanggal 28 Desember 2013. Oh Thank you Lord! Untung bacanya belum telat ya, monthly meeting pertamanya masih tanggal 25 Januari. Hihihi :) So, this is where I am now as a part of MRCA, chosem from 3000 applicants as 60 best and lucky students in Jabodetabek. Thank you so much Miss Merry, Mr Alva, MRCA Batch 1 and MRI team for choosing me. I consider this as the best present ever for my birthday. It's priceless! Once again, tons of thanks! And welcome my new family of MRCA 2014 :) {}


Group 4 at Final Selection MRCA 2014 with Miss Merry Riana
Photo by Fentra.

Selasa, 26 November 2013

Time Flies So Fast

View this video first:


This is about friendship and this is about dreams. It was 3 years later, we are in our last grade now. Some of us stay while others left. I don't regret the meeting, life is how you learn to understand each others, right?

Since we're in our last grade now, I just think about how long we've through this 3 years together: happiness, sadness, failure, misunderstanding, maturation, etc. And, yes! This 3 years are never easy. Friendship is not easy.

We are facing our seminar in this 2 weeks ahead, doing our thesis in our last semester and finally wear the gown. Presently, we will reach our dreams, having graduation together.

I can't believe this will happen soon in my life. I can't wait the moment.

One thing I think:

" Will this friendship still the same after the graduation day? I want to settle for them. "

Now, wish me luck for my seminar, hope everything runs well.

***


Rabu, 11 September 2013

24 Things to Remember

24 things to remember...
      and one thing to never forget

Your presence is a present to the world
          You're unique and one of a kind
Your life can be what you want it to be
          Take the days just one at time
Count your blessings, not your troubles
          You'll make it through whatever comes along
Within you are so many answers
          Understand, have courage, be strong.
Don't put limits on yourself
          So many dreams are waiting to be realized
Decisions are too important to leave to chance
          Reach for your peak, your goal, and your prize
Nothing wastes more energy than worrying
          The longer one carries a problem, the heavier it gets
Don't take things too seriously
          Live a life of serenity, not a life of regrets
Remember that a little love goes a long way
          Remember that a lot... goes forever
Remember that friendship is a wise investment
          Life's treasures are people... together
Realize that it's never too late
          Do ordinary things in an extraordinary way
Have health and hope and happiness
          Take the time to wish upon a star
And don't ever forget...
          For even a day...

HOW VERY SPECIAL YOU ARE !

-unknown-

***

Selasa, 23 Oktober 2012

Perahu Kertas (Sebuah Inspirasi)



Pastinya semua tau kan film Perahu Kertas yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo? Pastinya juga tau dong kalau film Perahu Kertas ini diangkat dari novel karangan Dewi Lestari yang juga berjudul Perahu Keras? Udah tau kan ceritanya jadi saya ga perlu bocorin lagi ceritanya. Hahaha.
Nah, tapi kali ini saya ga mau bahas novel ataupun film Perahu Kertas yang saya sebutkan diatas.

"Jadi, perahu kertas yang mana?"


Hahaha. Sabar dong. Ada satu karya lagi yang terinspirasi oleh perahu kertas, jadi ternyata perahu kertas itu sumber inspirasi yah. Many things can be our inspiration. Inspirations come from everywhere, everytime to everyone. Kalian tau ga puisi berjudul Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono?

"Emang ada? Siapa tuh Sapardi Djoko Damono"

Aduh, ga gaul deh ._____. yang pasti sih Sapardi Djoko Damono (read: SDD) itu penyair favorit saya, puisi-puisi nya banyak menginspirasi dan ... indah banget. Terkadang bahasa yang beliau gunakan adalah bahasa-bahasa sederhana, bahasa sehari-hari, namun indah dan tetap membutuhkan pikiran yang baik untuk memahaminya. Kata-kata sederhana itu kadang langsung tepat sasaran, langsung menyentuh yang memang seharusnya disentuhnya. Begitu juga yang tergambar dalam puisinya yang berjudul Perahu Kertas, berikut puisinya:


PERAHU KERTAS

Oleh :

Sapardi Djoko Damono


Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.


"Ia akan singgah di bandar-bandar besar," kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala.


Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.


Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,


"Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit."



Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.

***

Sebuah dedikasi untuk Sapardi Djoko Damono



Life




“Life is an opportunity, benefit from it.
Life is beauty, admire it.
Life is a dream, realize it.
Life is a challenge, meet it.
Life is a duty, complete it.
Life is a game, play it.
Life is a promise, fulfill it.
Life is sorrow, overcome it.
Life is a song, sing it.
Life is a struggle, accept it.
Life is a tragedy, confront it.
Life is an adventure, dare it.
Life is luck, make it.
Life is too precious, do not destroy it.
Life is life, fight for it.”

― Mother Teresa

Kamis, 11 Agustus 2011

Hampa

***************

Kepada Sri yang selalu Sangsi

***************

Sepi di luar, sepi menekan-mendesak
Lurus-kaku pepohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak
Sepi memagut
Tak suatu kuasa-berani melepas diri
Segala menanti. Menanti-menanti.
Sepi.
Dan ini menanti penghabisan mencekik.
Memberat-mencengkung punda
Udara bertuba
Rontok-gugur segala. Setan bertempik.
Ini sepi terus ada. Menanti. Menanti.

***************

Maret 1943

Chairil Anwar dalam Derai-derai Cemara

***************

Hujan Bulan Juni

***************

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik
Rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak
Kakinya yang ragu-ragu
Di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak
Terucapkan diserap akar
Pohon bunga itu

***************

Sapardi Djoko Damono

Selasa, 02 Agustus 2011

Wanita Hebat

***************

Para wanita cantik bertanya-tanya dimana rahasiaku
terletak
Aku tidak mungil atau memiliki bentuk tubuh yang
aduhai
Tetapi ketika aku mulai mengatakan pada mereka,
Mereka pikir aku berdusta
Aku berkata,
Itu dalam jangkauan tanganku,
Dalam rentang pahaku,
Dalam jengkal langkahku,
Dalam cibiran bibirku,
Aku seorang wanita
Secara luar biasa.
Wanita yang hebat.
Itulah aku.

Aku berjalan memasuki ruangan
Sesejuk kamu menyambut,
Dan kepada seorang lelaki,
Orang-orang yang berdiri dan berlutut.
Lantas mereka mengerumuniku,
Sarang lebah madu.
Aku berkata,
Itu adalah api dalam mataku,
Dan kemilau gigiku,
Goyangan dalam pinggulku,
Dan kegembiraan dalam kakiku.
Aku seorang wanita
Secara luar biasa
Wanita yang hebat
Itulah aku.

Kaum lelaki sendiri bertanya-tanya
Apa yang mereka lihat dalam diriku.
Mereka berusaha mati-matian
Tapi mereka tidak dapat menyentuh
Misteri batinku.
Ketika aku mencoba menunjukkan pada mereka
Mereka mengatakan mereka tidak dapat melihat
Aku mengatakan,
Itu dalam lengkungan punggungku
Mentari senyumku,
Debaran jantungku,
Keanggunan gayaku.
Aku seorang wanita
Secara luar biasa
Wanita yang hebat,
Itulah aku.

Sekarang kamu mengerti
Mengapa kepalaku tidak tertunduk
Aku tidak berteriak atau melompat
Atau harus bicara begitu keras
Ketika kamu melihatku berlalu
Itu harusnya membuatmu bangga
Aku mengatakan,
Itu ada dalam bunyi tumitku,
Dalam rambutku yang mengombak,
Dalam tapak tanganku,
Kebutuhan akan kepedulianku
Sebab aku seorang wanita
Secara luar biasa.
Wanita yang hebat,
Itulah aku.

***************

Maya Angelou
Chicken Soup for the Woman's Soul

***************

Minggu, 12 September 2010

Greenpeace

Saya memohon kekuatan...
dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat...

Saya memohon kebijakan...
dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan...

Saya memohon kemakmuran...
dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja...

Saya memohon keteguhan hati...
dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi...

Saya memohon cinta dan kebaikan hati...
dan Tuhan memberi saya orang-orang yang bermasalah untuk ditolong...


Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta,
tapi dengan pasti memberikan yang terbaik untuk kita...
Maka berpasrahlah senantiasa kepada Tuhan...

Gbu All (My Friends)...

Kamis, 26 Agustus 2010

Aku Tidak Memilih Menjadi Insan Biasa

Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hak ku menjadi LUAR BIASA
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung,
rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana,
berangan-angan dan membina, untuk GAGAL dan SUKSES!
Aku menolak menukar intensif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan terjamin
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan Utopia yang basi
Aku tidak akan menjual kebebasan ku,
tidak juga kemuliaan ku untuk mendapatkan derma
Aku tidak akan merendahkan diri pada sembarang atasan dan ancaman
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah, dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
INI TELAH KULAKUKAN !
Segalanya ini memberikan makna seorang insan

*Life is to learn, to love, and to serve...*

*Berpikir, Berbicara, Bertindak POSITIF*


-Dean Alfange-

Sabtu, 21 Agustus 2010

Kembalikan Indonesia Padaku

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,

Kembalikan
Indonesia
padaku

Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,

Kembalikan
Indonesia
padaku

Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Kembalikan
Indonesia
Padaku

Greenpeace

lupa...ni puisi karya siapa yakk???
oiya...Taufiq Ismail...
hhe :)

Kamis, 19 Agustus 2010

Enggak Hafal Pancasila

Enggak Hafal Pancasila? Oops!
Jumat, 21 Agustus 2009 | 04:59 WIB
Tujuh belas Agustus baru beberapa hari berlalu. Upacara dan semarak pesta perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tahun oleh seluruh masyarakat Indonesia lewat sudah.
Apa lagi yang tersisa? Piala kemenangan lomba makan kerupuk, balap karung, atau panjat pinang dari RT (rukun tetangga), RW (rukun warga), dan sekolah? Apakah setelah mengikuti semua perayaan yang gegap gempita itu, kita jadi makin cinta sama tanah air, Indonesia?
Di sekolah, upacara bendera kini udah makin berkurang frekuensinya. Di SMA Labschool Rawamangun, Jakarta Timur, upacara bendera hanya dilakukan satu bulan sekali, yaitu pada Senin minggu pertama. Di SMA Negeri 98 Jakarta, upacara bendera juga hanya dilakukan dua minggu sekali.
Ehm, jadi enggak heran kan kalau Lita Lestari yang sekolah di Labschool Rawamangun kelas XII IPA, enggak hafal Pancasila.... Oops! Udah pasti dong, lambang masing-masing sila itu pun, dia enggak tahu, hi-hi-hi....
Aldi Prima Putra yang sekolah di SMAN 98 Jakarta kelas XII IPA juga nyaris setali tiga uang. Wakil Ketua OSIS periode 2008-2009 ini kagok saat diminta melafalkan Pancasila. Sila ke-4 dan ke-5 enggak bisa dia lafalkan dengan lancar dan sempurna. Meski Aldi juga anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) di sekolahnya itu.
Enggak cuma soal Pancasila yang udah makin luntur dari ingatan Lita dan Aldi. Mereka berdua juga agak susah menyebutkan beberapa lagu wajib, alias lagu nasional Indonesia selain, tentu saja, Indonesia Raya.
Padahal, lagu-lagu nasional kita banyak sekali, ada ”Syukur”, ”Maju Tak Gentar”, ”Satu Nusa Satu Bangsa”, ”Bagimu Negeri”, dan masih banyak lagi.
Lita cuma bisa menyebut satu lagu, sedang Aldi hanya bisa menyebut tiga lagu. Duhh... prihatin juga nih.…
Ehm, tetapi kayaknya enggak cuma Aldi dan Lita yang seperti itu. Kalau kalian mau jujur, seberapa sih sebenarnya kepedulian kalian pada lagu-lagu nasional Indonesia? Seberapa peduli sih kalian dengan kondisi sosial ekonomi di sekitar kita? Seberapa jauh kita tahu tentang berbagai tarian dan adat istiadat berbagai suku bangsa di Tanah Air ini?
Memprihatinkan
Bu Devi Arnis, guru Sosiologi dari SMA Al Izhar Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengatakan, semangat cinta tanah air di kalangan remaja memang memprihatinkan. Kata Bu Devi, sebagian remaja memang sama sekali tak tahu siapa pencipta lagu nasional kita. Bahkan ada yang enggak tahu sosok Bung Karno dan Bung Hatta.
Tapi, kata dia, sekarang sudah ada kemajuan. ”Mulai ada kesadaran di kalangan remaja bahwa nasionalisme itu perlu. Memang tidak hanya dengan upacara dan hafal Pancasila karena itu hanya satu sisi dari nasionalisme. Tetapi mereka menunjukkannya dengan memakai produk dalam negeri, hafal lagu-lagu Indonesia, dan di sekolah mau ikut ekskul tentang seni tradisional,” kata Bu Devi.
Kepala SMKN 20 Jakarta Haribowo mengatakan, upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional seharusnya memang tetap diberlakukan di sekolah-sekolah. Ini setidaknya diharapkan bisa menjaga semangat nasionalisme di kalangan siswa.
Tentang Pancasila, menurut Haribowo, meskipun hafal, Pancasila bagi sebagian remaja hanya dimaknai sebatas kata-kata tanpa makna. Ini saja sudah cukup rawan.
”Jadi, alangkah baiknya kalau upacara itu tetap diberlakukan,” kata Pak Haribowo.
SMKN 20 masih tetap memberlakukan upacara setiap hari Senin dan pada hari besar nasional. Untuk mendukung upaya menjaga semangat cinta tanah air di kalangan siswa, ada ekstrakurikuler berupa karawitan dan paskibra.
Efek upacara
Sisca Utami, siswa kelas XII IPA SMAN 4 Tangerang, termasuk siswa (yang setidaknya) hafal sila-sila dalam Pancasila. Di sekolahnya, upacara masih dilakukan setiap Senin. Mungkin karena seminggu sekali mendengar Pancasila, Sisca hafal saat diminta melafalkan Pancasila.
Dia juga dengan mudah menyebut beberapa lagu nasional, seperti ”Maju Tak Gentar”, ”Indonesia Pusaka”, dan ”Garuda Pancasila”.
”Selalu ikut upacara jelas ada efeknya. Aku jadi bisa ngerasain perjuangan pahlawan zaman dulu. Pas mengheningkan cipta apa lagi.... Kan nundukin kepala, khusyuk, jadi rasanya gimana gitu,” tutur Sisca.
Enggak setiap orang kayak Sisca. Tapi kalo sampai enggak hafal Pancasila kayak Lita dan Aldi, ehm kayaknya enggak pas juga ya.... Apalagi kata Lita, cintanya sama Tanah Air biasanya justru muncul pas dia lagi jalan-jalan ke luar negeri.
Sisca menambahkan, ia memaknai nasionalisme dan cinta Indonesia antara lain dengan memakai produk dalam negeri. Kata dia, dengan memakai batik, misalnya, itu sudah nunjukin rasa cinta Tanah Air.Jangan lupa, Tanah Air kita ini kaya dan luas banget. Kita punya keanekaragaman hayati dan budaya. Mengetahui, mencintai, dan berusaha menjaganya dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti cinta kita kepada Tanah Air.

Selain hafal dan mewujudkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, coba deh memulai rasa cinta Indonesia dengan lebih memerhatikan lingkungan, seperti hemat memakai air bersih, hemat listrik, enggak membuang sampah sembarangan, mau berusaha keras, dan enggak korupsi tentunya! (DOE)

nb: asli terbitan kompas muda. hihihy*

Greenpeace

The Magic of Love

The Magic Of Love

Love is like magic
And it always will be.
For love still remains
Life's sweet mystery!!
Love works in ways
That are wondrous and strange
And there's nothing in life
That love cannot change!!
Love can transform
The most commonplace
Into beauty and splendor
And sweetness and grace.
Love is unselfish,
Understanding and kind,
For it sees with its heart
And not with its mind!!
Love is the answer
That everyone seeks...
Love is the language,
That every heart speaks.
Love can't be bought,
It is priceless and free,
Love, like pure magic,
Is life's sweet mystery!!

- Helen Steiner Rice -

Greenpeace