RSS

Welcome to Sisca's World
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label sekapur sirih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekapur sirih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

I'm 22 Now!

So, 27 Desember yang lalu gw sudah memasuki tahap yang baru dari hidup. Istilahnya naik satu tingkat lagi. Now, I'm 22 and let me sing a song from Taylor Swift "22"



22


It feels like a perfect night to dress up like hipsters

And make fun of our exes, uh uh uh uh

It feels like a perfect night for breakfast at midnight
To fall in love with strangers uh uh uh uh
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely at the same time
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the deadlines, it's time uh uh



I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



It seems like one of those nights
This place is too crowded too many cool kids
It seems like one of those nights
We ditch the whole scene and end up dreaming instead of sleeping
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely in the best way
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the heartbreaks, it's time uh uh



I don't know about you but im feeling 22

Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



I don't know about you, 22, 22



It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you



I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



Dancing like 22, yeah, 22, yeah yeah



It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you


Yap, that song really describe me who I am now. This year is so special. You can guess what on my last post.
Yuhuuu, I got the best present ever for my birthday 'cause this year I'm chosen as one of 60 best students in Jabodetabek to be a part of Merry Riana Campus Ambassador 2014.
Other things; many presents and surprises came from my friends. Thank you for KHS Crew: Tesa, Grace, Hagay, Lola, Kombo, Pines for the present (The cake, doll, bath equipments, watch, shoe organizer, christian photo frame. Thanks a lot!
Thanks also for BIA HSPMTB for presents, surprise and celebrations. Hihihi. Thanks all for the cake, emak lidya for the doll, cimet for water bottle, wulan for hourglass, kembar for the doll. I'm blessed around all of you.

But, the most happiness in my birthday this year is that I'm still celebrate it with all of you for years. Thanks for staying next to me as my friends 'cause friendship isn't about who the longest, who comes first, who cares the most, but friendship is about who's come and never leave away.

This year is special, so special.

Though...

I live this one more year with questions:

* What I've done so far?
* What will I do after this?
* What's the meaning of "live" the "life"?
* Can I reach my goals this year?
* Can I fix my character to be better?
* ...

***

A Day with Miss Merry Riana and Now Here I Am

Banyak hal menarik yang terjadi di sepanjang tahun 2013 dan terkadang saya lebih suka menyimpannya sendiri tanpa perlu dipublikasikan. Namun, ada satu hari yang sangat mengesankan bagi saya sebagai penutup tahun 2013: 17 Desember 2013. Begitu banyak memori yang masih melekat di pikiran saya dan saya pikir akan lebih berguna bila saya membagikan pengalaman tersebut dalam blog ini.

17 Desember 2013 yang lalu saya mengikuti Seleksi Tahap Akhir pemilihan Merry Riana Campus Ambassador 2014 di APL Tower, Central Park. Merry Riana adalah seorang tokoh motivator wanita no.1 di Asia, seorang artis, presenter, penyanyi dan juga pengusaha yang sukses. Di usianya yang ke 26 tahun, ia telah meraih penghasilan sebesar 1 juta dolar Singapura berkat sebuah mimpinya. Pada usianya yang ke-20, Merry Riana bermimpi untuk bisa bebas dari segala kesulitan finansial sebelum berusia 30 tahun dan ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut di usianya yang ke-26. Pada usianya yang ke-30 tahun, Merry Riana memiliki resolusi baru yaitu untuk menginspirasi 1 juta orang di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukannya untuk mewujudkan resolusi tersebut adalah dengan mengadakan Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) yang merupakan sebuah program mentoring gratis untuk mahasiswa di Jabodetabek. Kegiatan mentoring tersebut dilakukan langsung oleh Merry Riana dan Pak Alva, suaminya.

Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya MRCA. Seperti angkatan sebelumnya, hanya dipilih 60 mahasiswa terbaik se-Jabodetabek yang akan dimentori langsung oleh Merry Riana. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar berjumlah sekitar 1500 orang, tahun ini jumlah pendaftar MRCA 2014 berjumlah 3000 pendaftar. Sungguh sebuah persaingan yang ketat untuk bisa menjadi 60 mahasiswa terbaik yang beruntung tersebut.

Saya sendiri sudah mengenal Merry Riana sejak 2 tahun lalu sebelum diselenggarakannya MRCA Batch 1, saat itu saya belum pede untuk mendaftar. Tahun ini, saya putuskan untuk mendaftar karena ini merupakan tahun terakhir saya menjadi mahasiswa, I think I should do the best, the right one. Seleksi tahap pertama merupakan seleksi CV, ada sekitar 3000-an pendaftar dan diseleksi menjadi 400 orang. Pada tahap kedua diberikan 5 pertanyaan yang harus dijawab seputar Merry Riana, dari seleksi tahap 2 ini akan dipilih 200 orang. Lolos dari tahap kedua, saya mengikuti seleksi tahap ketiga, jujur seleksi ini cukup menyulitkan saya. Saya diminta untuk membuat video tentang "Aku & Merry Riana" berdurasi sekitar 3 menit yang harus diupload ke youtube. Dalam email tersebut dikatakan bahwa penilaian akan dilakukan berdasarkan isi sharing, energi, kreativitas dan hasil akhir. Yang menyulitkan adalah waktu yang diberikan cukup singkat, sekitar 1 atau 2 hari kalau tidak salah. Alhasil video yang saya buat sangat sederhana, tanpa editing, namun saya coba menguatkan video tersebut dari isi sharing dan energi yang saya keluarkan ketika berbicara. And, it worked! Check out my video here:



Thank you Lord! Akhirnya saya sampai di seleksi tahap akhir. Peserta harus datang dengan office suit pada 17 Desember di APL Tower Central Park dari pukul 10.00-18.00 WIB. Bisa bayangkan seleksi seperti apa yang berlangsung selama 6 jam itu? Awalnya saya pikir itu hanya interview biasa, ternyata sungguh seleksinya cukup berat. Pertama, seleksi dilakukan langsung oleh Miss Merry dan Mr Alva, dibantu oleh beberapa MRCA Batch 1 dan team MRI (Merry Riana Indonesia). Peserta yang hadir lebih dari 200 orang, mungkin sekitar 217 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Saya termasuk ke dalam kelompok 4. Kedua, waktu seleksi yang lama itu sangat menguras tenaga apalagi perjalanan bolak-balik Depok-Jakarta Barat yang cukup melelahkan. Ketiga, persaingan yang ketat antar peserta, dari ke 200 peserta semuanya potensial, berbakat dan saling berlomba menunjukkan "their best self". Saya pun begitu karena tidak mau usaha saya selama ini sia-sia :)

Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi langsung oleh Miss Merry. Diawali oleh semangat dan yel-yel MRCA, Merry Riana menularkan semangat berjuang bagi para kandidat MRCA. Merry Riana juga mengingatkan satu pesan untuk menjadi BAM! "Be Always Memorable". Setelah pembagian kelompok dan mentor (masing-masing kelompok mendapat 2 mentor, kala itu mentor saya adalah Kak Kiky dan Kak Sandy), dimulailah Sesi I. Sesi I diawali dengan memperkenalkan diri masing-masing peserta dan motivasi mengikuti MRCA, lalu dilanjutkan dengan menganalogikan diri kita masing-masing sebagai hewan di masa kini dan di masa yang akan datang. Kala itu saya menganalogikan diri saya yang sekarang sebagai Kambing dan diri saya di masa yang akan datang sebagai Kuda. Tidak perlu saya jelaskan alasannya ya :) Kalau kamu pilih hewan apa? Tiap kali presentasi, masing-masing peserta hanya diberi waktu 1 menit, jadi kita harus bicara yang singkat, padat, jelas dan tepat sasaran! Jangan sampai merugikan teman kelompok kita yang lain sampai tidak bisa presentasi.

Sesi II, merupakan sesi kelompok dimana masing-masing kelompok harus membuat suatu keputusan. Miss Merry memberikan 2 keadaan yang harus dipilih:
"Ada 2 rel, satu tidak digunakan dan satunya digunakan, pada rel yang tidak digunakan ada 2 anak kecil sedang bermain. Dan pada rel yang digunakan ada 3 anak kecil. Kereta akan melaju dengan segera. Mana yang harus dipilih, apakah membiarkan kereta pada jalurnya (menabrak 3 anak kecil) atau berpindah jalur (menabrak 2 anak kecil)?"
Apapun jawabannya, satu hal yang penting yang disampaikan Miss Merry:

"What is right isn't always be popular and what is popular isn't always right."

Selesai Sesi II, diberi waktu untuk ishoma dalam waktu yang singkat, hanya sekitar 45 menit dan kita diminta untuk on time kembali ke tempat acara untuk memulai sesi III. Dalam Sesi III, kita bermain games dalam kelompok yang menguji kekompakkan kelompok tersebut. Kelompok 4 waktu itu salah 2 pertanyaan. :p Setelahnya, ada sesi terakhir yaitu sesi yang paling menegangkan. Tiap kelompok kecil dibuat menjadi kelompok besar, dimana 1 kelompok besar terdiri atas 2 kelompok kecil. Kelompok 4 menjadi satu kelompok dengan kelompok 3, dan ada beberapa anggota kelompok yang ditukar posisinya. Ada apa dengan sesi terakhir? Saat itu kak Sandy hanya berpesan "Do your best!"

Ternyata, sesi terakhir adalah sesi interview. Untuk kelompok besar 1 (kelompok kecil 1 dan 2) diinterview langsung oleh Miss Merry dan untuk kelompok besar 2, kelompok saya diinterview langsung oleh Pak Alva. Entah bisa dibilang beruntung atau tidak karena kelompok besar 3, 4 dan 5 diseleksi oleh MRCA Batch 1. Rasanya? Jangan ditanya, pasti campur aduk: Senang sekaligus bangga bisa diinterview langsung oleh Pak Alva, gugup, nervous, takut seakan-akan mau disidang dan rasanya hidup dan matinya seluruh perjuangan di MRCA ada di detik itu juga. Sebelum sesi interview dimulai, Pak Alva memberikan pesan yang intinya:

"Do your best, tunjukkan apa yang membuat kami harus memilih kamu sebagai MRCA. Kalau di kelompok tadi kamu masih malu-malu, lupakan. Ini kesempatan terakhir, keluarkan semua potensimu, tunjukkan prestasi kamu, jangan takut disebut sombong karena saat ini kalian sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik."

Saat itu saya tidak langsung maju, saya berpikir apa yang harus saya katakan di depan Pak Alva. Ketika maju, rasa nervous semakin menjadi-jadi dan semua yang ingin saya katakan ternyata tidak cukup karena waktu yang diberikan hanya 1 menit. Saya kembali ke tempat duduk dengan perasaan menyesal. I thought I didn't do my best. But I always hope for the best. Ternyata pengumumannya tidak langsung diumumkan. Satu hal unik yang saya pikirkan; waktu itu saya sudah membawa semua buku Merry Riana yang saya punya dan berniat minta tanda tangan dan foto bersama. Tapi hal itu tidak saya lakukan dengan harapan saya bisa terpilih menjadi MRCA jadi saya akan punya banyak waktu untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama beliau. What a good mindset, isn't it? Di akhir acara, Miss Merry mengajak semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingatkan saya pada quote dalam bukunya:

"You can take me out from Indonesia, but you can't take Indonesia out from me." *Proud*

She also said:

"Mungkin banyak dari kalian yang akan dikecewakan. Tapi kegagalan bukan akhir segalanya. Lebih baik gagal daripada tidak pernah tahu rasanya berjuang. Usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Jika kali ini hasilnya masih belum baik, maka artinya perjuangan belum selesai. Best of luck for us!"

***

Dan pada tanggal 3 Januari yang lalu saya menemukan account twitter MRCA2014. Wah saya pikir saya ga lolos nih, karena ga terima email apapun. Saking penasarannya, saya cek spam email dan... *jreng jreng jreng* I'M CHOSEN TO BE A PART OF MRCA 2014! Ternyata emailnya masuk spam tertanggal 28 Desember 2013. Oh Thank you Lord! Untung bacanya belum telat ya, monthly meeting pertamanya masih tanggal 25 Januari. Hihihi :) So, this is where I am now as a part of MRCA, chosem from 3000 applicants as 60 best and lucky students in Jabodetabek. Thank you so much Miss Merry, Mr Alva, MRCA Batch 1 and MRI team for choosing me. I consider this as the best present ever for my birthday. It's priceless! Once again, tons of thanks! And welcome my new family of MRCA 2014 :) {}


Group 4 at Final Selection MRCA 2014 with Miss Merry Riana
Photo by Fentra.

Selasa, 26 November 2013

Sedikit Bernostalgia dengan KUIN

Kunjungan industri adalah program kerja tahunan Senat Mahasiswa di Fakultas saya, dalam satu periode diadakan 2 kali kunjungan industri. Pada senat periode 2012/2013 yang baru saja berakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi Sie. Acara dari acara kunjungan industri ini. Kunjungan ini kami lakukan ke:
Kunjungan Industri I (KUIN I): Februari 2013
Hari 1: PT. Ristra Indolab
Hari 2: PT. Ristra Indolab
Hari 3: Pembibitan PT. Mustika Ratu
Ketiga perusahaan tersebut merupakan industri kosmetik yang terkenal di Indonesia. Terimakasih atas pengetahuan yang telah disharingkan, kami menjadi tahu bagaimana produksi, QC, QA, RnD sebuah perusahaan kosmetik di Indonesia.

Kunjungan Industri II (KUIN II): Juni 2013
Hari 1: PT. Coca Cola Amatil Indonesia
Hari 2: PT. Indofood Industries
           PT. Kemangfood Indonesia
Hari 3(Rute A): PT. Yakult Indonesia
                        PT. Otsuka Indonesia
          (Rute B): PT. Djojonegoro
                         PT. Otsuka Indonesia
Hari 4 (Rute A): PT. Sinar Sosro Indonesia
           (Rute B): PT. Charoen Phokphand Indonesia
Kesemua perusahaan tersebut merupakan produsen makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia. Terima kasih atas kesediaannya menerima kunjungan kami.

Di tahun ini, panitia mendapatkan kesulitan dalam menghubungi industri farmasi, semoga di KUIN tahun depan bisa terlaksana. Ini video singkat KUIN I - II yang dibuat teman saya, selamat menonton :)


***
ps: Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama perusahaan. Bila ada konfirmasi, akan segera saya perbaiki. Terima kasih.

Senin, 25 November 2013

I Love This Song!

Maybe you've known this song already: Wedding Bells by Depapepe. But this time I just love this song, especially this accoustic version. How romantic it is. We *me and my future man* wish this song will be played on our wedding. Close your eyes and listen it with your heart. <3 p="">


- Love -

Minggu, 01 September 2013

Day 1: About Myself

Yeay! It's September 1st. Sudah menunggu bulan ini karena ada 2 hal yang dikerjakan mulai hari ini, yaitu:
1. Tantangan 30 hari nge-blog (yang ini iseng-iseng, efek ketidak konsistenan menulis di tahun ini)
2. Mulai belajar persiapan untuk TOEFL Prediction Test (ini serius, testnya bulan Februari dan meskipun judulnya cuma "Prediction", everything should be perfect lah ya. :))

Here is the challenge:


Jadi marilah segera memulai tantangan hari pertama: Menceritakan tentang diri sendiri. Well, seperti yang dapat pada halaman Writer di blog saya ini sudah ada profil saya yang cukup jelas. Kalau masih belum jelas, silakan buka halaman Contact terus buka link Linkedin saya, profile lengkap beserta portofolio tersedia. Hahaha. Oke, ini sebenarnya mulai 'ngawur' baiklah kita mulai saja dengan tantangan yang sesungguhnya:

Di saat santai bersama teman-teman kala itu, seorang teman saya bertanya demikian:

"Sis, impian lo mau ke Jeman yah?"

Tanpa ingin membesar-besarkan mimpi itu, saya hanya menjawab 'iya'. Saya tidak ingin terkesan sombong dengan mimpi itu. Tentunya bukanlah hal yang salah bila seseorang memiliki mimpi, kan? Namun tentunya saya tidak ingin merasakan sakitnya terjatuh bila suatu hari nanti impian saya tidak dapat terwujud. Setidaknya, saya hanya akan menghadapi penolakan. Lain halnya bila mimpi itu saya besar-besarkan hingga ketika saya gagal, maka semua orang akan mencibir saya. Penderitaan saya tentunya bertambah: Selain kecewa karena penolakan, tentunya merasa sakit karena mendapat cibiran.

Oh ya, sebelum tulisan ini dilanjutkan, mohon ingatkan saya bila tulisan saya mulai keluar dari topik. Kembali ke masalah tersebut, kemudian pembicaraan kami beralih kepada masa depan dan melanjutkan pendidikan. Ya, memang keinginan saya untuk pergi ke Jerman adalah untuk melanjutkan pendidikan di sana. Ketika salah seorang teman saya yang lainnya menimpali:

"Buat apa lagi kuliah kalau tujuan sudah dicapai?"

Yang lainnya:

"Ketika seseorang semakin bertambah usia, maka standar dari goals yang ingin dicapainya akan berkurang dengan sendirinya."

Kedua kalimat ini tentunya membuat saya berpikir. Namun toh, dasar saya wong ambisius begini mau dibilang gimana juga tetap akan ngotot dengan mimpi tesebut. Untunglah salah satu pendapat lainnya keluar:

"Setidaknya, kalau memiliki mimpi yang tinggi, usaha yang akan kita lakukan juga makin tinggi. Dengan begitu, meskipun goals utama tidak tercapai, pasti kita akan mendapatkan goals yang mendekati goals utama tersebut."

Dengan kata lain, jika saya ingin melanjutkan studi di Jerman dan gagal. Mungkin dengan usaha yang telah saya lakukan, saya akan tetap bisa melanjutkan studi di luar negeri, meskipun bukan di Jerman. Salah satu pengalaman saya terkait hal ini adalah ketika mengubur mimpi untuk menjadi seorang dokter. Kalau anak-anak ditanya mengenai cita-cita mereka ketika sudah besar, banyak yang akan menjawab ingin menjadi dokter, guru, pilot, insinyur, polisi, dan sebagainya. Namun seiring bertambah luasnya wawasan bahwa bidang pekerjaan itu luas, maka tidak sedikit dari mereka yang beralih dari cita-cita semasa kanak-kanak.

Saya termasuk orang yang memelihara cita-cita itu dengan baik, bahkan ketika saya sudah kuliah hingga di semester 3. Cita-cita menjadi dokter sudah saya inginkan sejak TK, dan keinginan itu pun didukung (lebih tepatnya diarahkan) oleh Papa. Namun nasib berkata lain, tapi toh sekarang saya adalah Calon Apoteker. Sebuah profesi yang serumpun dengan ilmu kedokteran. Mungkin itulah yang tadi dikatakan teman saya, bahwa jikalau gagal pun kegagalan itu akan tetap manis.

Ambisius? Sangat! Menjadi orang yang sangat ambisius terkadang menyusahkan diri sendiri. Dalam hal saya, jika ada hal (lebih sering terkait kegiatan/aktivitas) yang saya inginkan tapi ada halangan untuk berpartisipasi, wah bisa-bisa susah tidur. Entahlah sifat ambisius ini murni karakter atau benarkah nasib. Berdasarkan shio dan zodiak, percaya atau tidak percaya, baiklah kita lihat dari sisi keilmuannya saja: Saya bershio Kambing dan zodiak saya adalah Capricorn. Dari beberapa sumber bacaan kerap kali menuliskan bahwa orang bershio Kambing adalah orang yang keras kepala. Orang yang berzodiak Capricorn adalah orang yang ambisius. Yah, istilahnya kera kepalanya kuadrat. Hahaha. Jika kalian yang membaca tulisan ini pernah mengenal saya, bagaimana menurutmu? ;)

Ah ya, mungkin saya sebaiknya memulai tulisan ini dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Meskipun profile saya sudah tersedia di blog ini, entah mengapa dengan topik ini rasanya kurang afdhol tanpa memperkenalkan diri.

Panggil saja saya Sisca. Saya hanyalah seorang mahasiswa farmasi tingkat akhir yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Jakarta. Jika ini adalah tulisan pertama yang kamu baca di blog saya, maka saya sarankan kamu membaca halaman Writer, setelah kamu membaca tulisan ini. Saya juga seorang daily online worker yang bekerja di salah satu publishing di Indonesia. Tunggu! Saya yakin kalian pasti ingin bertanya Bagaimana bisa seorang mahasiswa farmasi kuliah sambil bekerja? Hahaha. Salah satu hal yang penting adalah Time Management! Di samping mahasiswa dan pekerja, saya juga masih menjalankan hobby menulis serta hobby terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Menarik kan? B-)

Jika melihat apa yang sudah saya lakukan selama ini, saya cukup puas dan bersyukur. Tapi, jika melihat pada apa yang terkadang orang lain lakukan, orang-orang hebat yang ada disekitar saya, saya iri. Rasanya kok saya belum bisa seperti mereka ya, sukses. Setidaknya, saya bersyukur saya menyadari bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang hebat seperti mereka. Saya hanya perlu menjadikan mereka motivasi dan sumber-sumber ambisi saya yang lainnya.

Everything must be perfect! Yap, perfeksionis. Lagi-lagi terkadang sifat yang satu ini jadi penolong sekaligus boomerang bagi saya sendiri. I know you know what I mean.

Terakhir, saya adalah orang yang bebas. Bebas melakukan apa yang saya inginkan, saya tak suka adanya larangan dan hambatan. Lagi: Semuanya harus berjalan semulus dan sesempurna mungkin. Tapi, bukan hidup namanya kalau tidak ada hambatan. Setuju?

Tolong garisbawahi makna kata Kebebasan dalam kamus pribadi saya ini: Bebas Bertanggung Jawab.

Jika sudah mengerti, baiklah kita lanjutkan. Saya ingin bebas mengikuti setiap kegiatan dan aktivitas yang saya inginkan dan, hambatan terbesar saya dalam hal ini adalah: Orangtua.
Saya mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan sejak SMP: mengikuti paduan suara, menjadi petugas upacara bendera, mengikuti Pusakris. Hobby ini berlanjut ketika SMA: Saya bahkan pernah mengikuti semua Club di SMA, baik itu Matematika Club, Kimia Club, Biologi Club, Fisika Club, English Club, masih aktif di Pusakris, pernah ikut Tim Kompas MuDA, jadi tim tari tradisional di sekolah, ikut lomba/olimpiade dan beberapa pentas tari, dan yang paling menyita waktu dan tenaga saya adalah aktif di MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas), sebuah kelembagaan yang mengawasi segala kegiatan OSIS.

Dan dari semua kegiatan tersebut, sebagian besar saya lakukan TANPA ijin orangtua. Please, ini bukan contoh yang baik dan tidak perlu ditiru. Bahkan sudah pernah 2 kali hampir diusir dari rumah, disuruh tinggal di gereja. Toh, saya tidak kapok. Ada yang aneh? Ya, saya aneh. Memang.

Memasuki masa-masa kuliah, saya memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan kampus. Oke, jujur saja awalnya saya tertarik ikut Senat/ BEM. Tapi setelah saya amati, kok tidak sejalan dengan organisasi yang sesungguhnya yah. Maka saya putuskan untuk tidak terlibat. Tapi toh bukan berarti saya tidak mengambil kegiatan lain. Saya malah terlibat dalam kegiatan yang lebih besar, skala nasional, yaitu: Kompas Muda. Sudah sejak SMA ingin gabung di Kompas Muda ini, namun baru berjodoh dengan Kompas Muda di tahun 2010, ketika saya sudah kuliah. Di Kompas Muda ini, saya bahkan belajar mengorganisasi acara-acara yang diselenggarakan Kompas dan bersifat Nasional. Hebat? Keren? Ternyata bagi teman-teman di kampus saya, hal ini biasa-biasa saja. Yah, baiklah. Kehidupan farmasi memang sarat dengan tugas-tugas, terlebih lagi laporan praktikum dan beban kuliah yang tampaknya berat.

Ternyata di samping Kompas Muda, saya terlibat lagi di kegiatan olimpiade, menjadi panitia Kunjungan Industri, dan yang paling gak nyambung adalah ikut MUN alias Model United Nations. Well, kalau kamu mau tahu apa itu MUN, please googling. Saya juga pernah posting beberapa pengalaman saya mengikuti MUN. Kenapa ga nyambung? Secara, jurusan saya Farmasi lah wong saya malah ikut MUN yang notabene pesertanya sebagian besar adalah mahaiswa hukum dan hubungan internasional yang memiliki kemampuan ekstra dalam debat dan berbahasa Inggris. Oke, anggaplah ini saya 'tercebur', tapi prinsip saya semua yang dilakukan tidak boleh setengah-setengah, jadilah MUN ini kegiatan utama di kampus.

Kembali lagi ke makna Kebebasan versi saya. Sejak kuliah, orangtua memang tidak terlalu melarang saya dalam mengikuti kegiatan apapun, namun saya tetap berpegang bahwa kebebasan yang saya peroleh adalah hasil dari pembuktian diri saya kepada orangtua saya sejak SMP hingga SMA, sehingga kebebasan ini adalah kepercayaan dari mereka. Jadi, menyalahgunakan kebebasan yang diberikan sama saja menghapus kepercayaan. Berusahalah bertanggungjawab dengan kebebasan yang kamu peroleh.

Regards,
@ichbinsisca

Sabtu, 17 Agustus 2013

Give Thanks for People who Hurt You

Maybe this title seems insane. How could we give thanks for people who hurt us?

Perihal forgive and forget, getting hurt or letting go bukanlah hal yang mudah untuk diterima oleh siapapun. Setidaknya itulah yang saya rasakan sendiri. Ini bukanlah sekadar curhatan hati tapi semoga tulisan ini bisa mengantarkan teman-teman pada titik yang saya rasakan saat ini, titik dimana saya rasa sudah saatnya saya harus berterimakasih pada mereka yang telah menyakiti.

Terkadang, ketika saya membuka inbox sms, email, facebook atau yang lainnya mengingatkan rasa pada titik penolakan yang, sungguh, pada saat itu terasa sangat menyakitkan. Saya memang tidak pernah menghapus atau membuang hal-hal yang terkait dengan orang-orang tersebut karena saya yakin, semuanya akan berguna suatu saat nanti, untuk menertawakan diri saya sendiri mungkin. Baiklah, sepertinya saya harus ceritakan semuanya sejak awal agar teman-teman "nyambung" dengan topik ini.

"Sejak SMP, saya menyukai seseorang, entah apa yang membuat saya tertarik padanya. Dia hitam manis, tinggi semampai, dia pandai dan dia adalah seorang Kristen yang taat. Yang saya tahu dari teman-teman, dia juga menyukai saya. Tapi toh kami tidak pernah berpacaran, hanya dekat saja. Ketika SMA, kami bersekolah di sekolah yang berbeda. Kami bertemu lagi di sebuah perlombaan tingkat Kota pada saat itu. Sejak saat itu, saya dan dia dekat kembali. Semuanya berjalan baik hingga pada suatu hari ada seorang wanita, yang ternyata adik kelasnya mengirim pesan ke facebook saya dan mengatakan kalau wanita itu menyukai laki-laki itu. Sejak itu, dia sulit dihubungi dengan alasan sibuk berlatih untuk perlombaannya (Dia menang di lomba tingkat kota, dan harus bertanding di tingkat provinsi). Hal itu berlangsung terus hingga dia lolos seleksi provinsi dan harus mengikuti serangkaian kegiatan seleksi tingkat nasional di berbagai daerah.
Saat itu tahun 2010, setelah kelulusan kami dan di akhir masa karantinanya dalam seleksi tahap akhir di tingkat nasional. 7 Mei 2010 - Dia diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Olimpiade, dimana sehari setelahnya saya gagal dalam SIMAK UI. Entah itu bisa dibilang firasat atau tidak. Tapi yang pasti, 6 Juli 2010 telah terjadi peristiwa yang pada akhirnya mengubah kehidupan kami bertiga, saya-dia-dan wanita itu. Dia memilih menjalani kehidupannya sendiri, sebuah keputusan yang memang haknya karena (sekali lagi) kami tidak berpacaran. Entah kapan, saya tidak tahu pasti, kemudian dia dan wanita itu pun berpacaran (Sang wanita sms saya dan meminta ijin). Setahun kemudian, dia sms saya dan meminta maaf, setelah sekian lama.

Dia pria pertama yang membuat saya menangis semalaman. Jujur, saya kesal kalau ingat kenapa saya bisa menangisi dia pada saat itu. Butuh waktu setahun untuk kembali merasakan yang namanya jatuh cinta. Kali ini dengan seorang kakak tingkat di kampus. Judulnya cinta bertepuk sebelah tangan, bagi saya itu sudah biasa. Tapi kali ini terasa lebih menyakitkan, mungkin karena 'moment' yang terjadi untuk mengetahuinya. Malam itu, sepulang dari kegiatan keagamaan di kampus, saya pulang dengan serombongan kakak tingkat. Di pertigaan, saya berpisah dengan mereka karena arah kosan yang berbeda. Tidak jauh berjalan, ternyata dia mengikuti dan mengantarkan saya ke kosan. Sepanjang perjalanan, hanya diisi dengan kata maaf, maaf dan maaf. Cukuplah untuk menjelaskan semua hal yang selama itu menjadi tanda tanya."

Kedua kejadian itu mengubah hidup saya, perkuliahan hingga secara mental pun saya terganggu. Sulit rasanya untuk membuka diri bagi orang lain, ya saya merasa trauma. Tak ada keberanian untuk kembali membuka lembar hidup yang baru, ada rasa takut untuk terluka kembali. Sehingga mungkin tanpa sengaja telah melukai hati orang lain dengan memberi harapan yang tak dapat saya berikan. Ini yang saya bilang hal bodoh, melepaskan masa depan demi masa lalu. It is stupid, isn't it? But, life must go on.

Saya terus menyusun kepingan-kepingan hati yang hancur, mencoba membangun kembali kehidupan yang baru. Setelah memutuskan inaktif dari segala kegiatan organisasi sejak lulus SMA, kejadian ini membuat saya kembali "gila" berorganisasi. Setidaknya, hal itu membuat saya lupa sejenak akan kepedihan.

Saat ini, saya sendiri tidak tahu, sudah berapa persen tingkat kesembuhan ini saya capai. Tapi yang saya tahu, saya sudah menjadi pribadi yang lebih kuat, kedua kejadian itu menjadi proses bagi saya untuk tegar menghadapi segala hal buruk yang mungkin saja saya alami nantinya. Memang saya belum sembuh benar, bahkan ketika menulis kisah ini pun saya masih bisa menangis dan ketika harus satu kereta sama dia, saya masih tidak memiliki keberanian untuk menyapanya.

Tapi biarlah lewat blog ini saya ingin mengucapkan terima kasih untuk mereka:

Terima kasih karena pernah menjadi bagian dalam hidup saya.
Terima kasih atas waktu yang pernah kalian berikan, meski tampak sia-sia
Terima kasih atas kesabaran yang tak terbatas atas segala sikap saya yang menjengkelkan
Terima kasih karena telah menjadi orang terbaik yang saya kenal
Terima kasih telah menjadi guru yang baik disaat saya membutuhkan nasehat.
Terima kasih atas senyum, cerita, canda dan memori yang telah menghidupkan saya selama ini
Terima kasih telah memotivasi saya untuk menjadi orang hebat seperti kalian
Terima kasih karena telah meninggalkan hidup saya, mungkin di saat yang tepat
Terima kasih karena dengan begitu, saya semakin dikuatkan, berani menghadapi hidup yang kian keras
Terima kasih karena sudah memberikan kenangan-kenangan indah, yang bisa dibagikan untuk orang lain
Terima kasih untuk kalian yang telah menyakitiku, tanpa kalian saya hanya menjadi besi yang tidak berguna, dan kalian menempa saya menjadi sebuah pisau yang tajam.
Terima kasih untuk waktu yang kalian sisihkan untuk membaca kisah ini.

I can forgive but not forget. Meskipun sesungguhnya tidak ada yang harus dimaafkan, tapi biarlah kisah ini menjadi pembelajaran. Ada pepatah mengatakan:

"Tidak ada yang salah jika kamu peduli pada seseorang, yang salah adalah mengharapkan dia melakukan hal yang sama. "

"Dalam hidup, kamu akan bertemu 2 jenis orang: 1. Dia yang berimu luka 2. Dia yang menyembuhkannya. Pada akhirnya, kamu akan berterimakasih pada keduanya"

Yah, mungkin saja rasa sakit itu timbul karena rasa ekspektasi yang terlalu tinggi. Saya sudah berterima kasih pada mereka yang masuk dalam golongan pertama, namun belum menemukan orang pada golongan kedua untuk mengucapkan terima kasih. However, I'm not ready for another story, let time flies and choose the right time.

Dia, dalam sms-nya pernah memberikan sebuah petikan Injil:

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,..." - Pengkhotbah 3 : 11a

Sabtu, 24 November 2012

Sejuta Cinta untuk Dunia

Hey, Pasti semua bertanya-tanya kenapa jumlah postingan di Sisca's World ini berkurang khususnya postingan puisi? Hehehe. Maaf ya, postingan puisinya beberapa harus saya hapus karena saya sertakan dalam buku perdana saya sebagai buku kumpulan puisi saya (seperti yang sudah saya janjikan pada bulan Maret yang lalu). Nah, memang sih terbitnya buku ini amat sangat terlambat dari target karena *ehem* kesibukan saya yang amat padat merayap. Hahaha. That's why buku itu baru sempat saya selesaikan sekarang. Tadi pagi (Nah, cepet kan update-nya. Hihihy*) naskah bukunya sudah saya kirim. Mungkin dalam 2 minggu sudah dapat dipesan secara online melalui nulisbuku.com. Jadi, untuk yang belum sempat baca karya-karya saya, pesan bukunya ya :)

Sedikit bocoran, buku ini berjudul "Sejuta Cinta untuk Dunia" dan ini covernya:


Untuk saat ini bukunya belum dapat dipesan karena masih pada proses proofread. So, bersabarlah. Tentu saja untuk selanjutnya akan saya kabarkan apabila buku sudah bisa dipesan. :)

God bless all...

Senin, 12 November 2012

Masih tentang Mimpi

Mimpi? Ya, setiap orang pasti punya mimpi, temasuk gw. Lalu, apa mimpi gw? Mungkin jika gw sebutkan disini kalian akan berkata "Mimpi lo ketinggian" atau "Jangan ngarep deh". Tapi....gw coba share karena sesungguhnya mimpi itu harus setinggi mungkin kan? Jika nanti pada pelaksanaannya kita tak bisa meraihnya, kita bisa turunkan "harga" dari mimpi tersebut. Dan inilah mimpi-mimpi saya:


1. Cum laude, LULUS S1 Farmasi, LULUS Apoteker ontime!
Ya, inilah mimpi yang paling sederhana yang saya miliki sebagai mahasiswa. Bukannya mau sombong karena "Orang lain mau dapet IP 3 aja susah, lu malah mau lebih, bukannya bersyukur!" hahaha. Sungguh, gw bersyukur meskipun saat ini IP tidak bisa cum laude. Hanya saja, mimpi-mimpi gw yang kedua dan ketiga ini berawal dari mimpi saya yang pertama. Hmmm... Sudahlah, karena sepertinya mendapat gelar "dengan pujian" disaat wisuda nanti sudah sulit sekali untuk diraih (bukannya nyerah loh, gw tetap berusaha kok), akhirnya terlontar kata "Yasudahlah yang penting lulus tepat waktu, jangan ngaret. Setidaknya, kalau tidak bisa membanggakan kedua orangtua, yah jangan nyusahin mereka"
Tapi, tetap saja tujuan utama gw kuliah adalah cum laude dan lulus ontime (selain tujuan untuk mendapatkan ilmu, tentunya)




2. Antara Kalbe dan Bayer Indonesia
Tentu saja setelah lulus, gw akan menjadi seorang apoteker dan bekerja. Bekerja dimana? Tentu boleh dong punya target perusahaan yang ingin dimasuki supaya bisa dipersiapkan sejak sekarang. Dari dulu, gw mau banget masuk (kerja) di Kalbe Farma. Nah, saat ini gw juga punya keinginan untuk berkarir di Bayer. Kenapa? Pertama, Kalo Kalbe Farma adalah salah satu perusahaan farmasi lokal yang besar dan berhasil di Indonesia. Bahkan saat ini Kalbe sedang berfokus pada penelitian mengenai kanker. Dan, kenapa Bayer? Bayer merupakan perusahaan farmasi asing (dari Jerman tepatnya) terbesar kedua di Indonesia. Dan, karena gw sangat menyukai Jerman, bagi gw Bayer akan membuka peluang gw untuk ke Jerman dan menuntut ilmu disana. Oleh karena itu, saat ini gw lagi mengasah lagi Bahasa Inggris dengan mengikuti MUN (Model United Nations), karena langsung praktek ngomong cas cis cus :p serta...gw juga belajar bahasa Jerman secara otodidak, online ataupun bertanya ke om gw yang pernah kursus bahasa jerman. :)



3. Being a part of PPI JERMAN
I do love German!!! Gw mau ambil S2 di Jerman (S3 nya di USA bisa kali yah? hahaha.) dan, melakukan penelitian disana! Jerman buat gw adalah negara impian para peneliti, terutama dibidang kesehatan. Rasanya mau banget kuliah disana, meneliti and...I'm sure I'll be back to Indonesia! Nah, ada 2 cara utama untuk bisa meraih mimpi ini. Yang pertama, lewat beasiswa DAAD. Yang kedua, lewat beasiswa perusahaan di Bayer (entahlah, Bayer punya program scholarship untuk karyawannya atau gak). Hmm, gw sih fokus untuk mengejar yang pertama aja dulu, lewat DAAD. Dan berhubung ada 2 orang dosen gw yang mengurusi program DAAD ini, sepertinya saya harus mulai pedekate sama mereke #ehh. hahaha. Ya, lumayan kan, langsung dapat 2 surat rekomendasi nantinya :p
Anyway, judul mimpi ini adalah being a part of PPI Jerman, apa sih PPI Jerman? PPI Jerman adalah Persatuan Pelajar Indonesia di Jerman. Jadi ya, kalau gw bisa kuliah di Jerman, otomatis akan tergabung menjadi PPI Jerman. #Wishes :)

Gimana? Masih ketinggian ya mimpi-mimpinya? Tenang, santai, fokus, do the best but let it flow, mudah-mudahan bisa tercapai. Dengan doa dan kerja keras, gw yakin bisa!

Nah, ini mimpi-mimpi gw, apa mimpi-mimpi kalian? Share disini ya :)







Kamis, 01 November 2012

Something Unusual Recital (Unusual Concert, Unusual Me)


Come under the shadow of this gray rock -
Come in under the shadow of this gray rock,
And I will show you something different from either
...

So, ini adalah salah satu lagu yang dibawakan pada Something Unusual, Rabu (31/10) yang lalu bertempat di Erasmus Huis, Jakarta. Something Unusual ini adalah sebuah recital yang diadakan oleh Ramawidi management. Ramawidi sendiri adalah seorang harpist Indonesia yang belajar harpa di Vienna.
Jujur aja sih, pertama kali tau Rama itu dari tv, hehe. Then, ya gw follow aja ni orang, hahaha. Tapi gue salut banget ada orang Indonesia (apalagi waktu itu kan Ramawidi masih muda ya) yang bisa bawa nama baik bangsa di kancah Internasional.

i amsterdam

Nah, berhubung Ramawidi nya lagi ada di Indonesia (Jakarta, tepatnya) dia membuat sebuah recital "Something Unusual" dan konser ini free entrance, jadi pas tau ada recital ini (from his facebook) gue langsung deh booked seats nya, hahaha. Meskipun UTS, gw bela-belain datang ke recital ini, kapan lagi kan nonton konser seorang Ramawidi free gini :p Melihat judul konser ini "Something Unusual" gw langsung yakin kalau konser ini akan menjadi konser yang unusual dan RIGHT! That's really an unusual concert. Awalnya gw penasaran sama status-status Rama yang bilang kalau harpist Indonesia umumnya main dengan lagu yang "itu-itu" aja. Makanya managementnya membuat konser ini.

disaat break dan ada Rama disana sedang stem harpanya :)

Walaupun pergi ke konsernya adalah sebuah perjuangan tetapi hasilnya memuaskan dan gak mengecewakan sama sekali. Kisahnya dimulai hebohnya persiapan untuk nonton di Erasmus, ngacak-ngacak baju dikosan tapi ga dapat baju yang pas untuk nonton sebuah pertunjukan musik klasik gini yang notabene dresscode nya adalah formal. Finally, gw pakai blazer kembang dan rok hitam selutut plus sepatu pink *agak maksa sih ini*. Gw sempet browsing etika untuk nonton konser musik klasik gini, secara this is my first time nonton musik klasik.

Hari-H.
Konsernya dimulai jam 19.30 dan open gate nya jam 19.15, sedangkan untuk pengambilan tiket dimulai pukul 17.00. Gw dan Ipiet berangkat jam 16.00 dari Depok menuju Kuningan. Gw dan Ipiet berangkat naik angkot ke Pasar Rebo, lanjut naik busway dan turun di halte Kuningan barat, menuju ke kedutaan Belanda dan sempet nyasar nyari tahu letak pastinya Erasmus. Yaampun -___-

ini tiket dan daftar lagu-lagunya

Sampai di Erasmus jam 18.00 trus gw sama Ipiet memutuskan untuk foto-foto dulu sebelum registrasi. Sekitar jam 18.45 gw registrasi dulu dan ambil snack (lapar juga setelah perjalanan jauh, puji Tuhan di kasih snack padahal nontonnya aja udah free). Abis registrasi, gw dan ipiet menunggu dibawah and you know what? kita ketemu sama bapak-bapak dan usut punya usut (awas kusut *abaikan*) beliau adalah alumni kampus gw a.k.a senior tingkat dewa. Beliau dari jurusan ekonomi angkatan tahun 78 dan gw (plus ipiet) angkatan 2010. Kebayang kan kalo senior-junior (walaupun awalnya gak kenal) gini ketemu, banyak deh yang diomongin -__-

di halaman Erasmus Huis

Jam 19.15 gw dan Ipiet memutuskan untuk masuk karena gate juga udah dibuka. Pas naik tangga, ternyata ada Qory S (Putri Indonesia 2009) jalan didepan gw dan Ipiet. Awalnya gw ga ngenalin dan si Ipiet bilang "Itu artis" hahaha, gw baru sadar setelah konser Rama berakhir.

Singkatnya, di konser Something Unsual ini, ada 4 lagu yang dibawakan dan hendak gw ulas disini:
1. The Crown of Ariadne for solo harp with percussion (Schafer)
    Dalam lagu ini ada 6 part dan menurut gw ini teknik tingkat dewa. Di lagu ini Rama main solo harpa dan perkusinya juga dia yang main, sendiri. Jadi total dia main 7 alat musik (1 harpa dan 6 perkusi) dalam 1 lagu. Wah gila keren banget deh, ini benar-benar unusual. Ga kebayang kayak gimana? Harus nonton ya lain kali :)
2. Canticle V (The Death of Saint Marcissus) for Tenor and harp (Brenjamin Britten)
    Di lagu ini Rama ga sendirian karena dia ditemani Adi Nugroho sebagai bintang tamu. Adi menyanyikan lagu The death of saint Marcissus sedangkan Rama yang main harpanya. Hmm, ini saya no comment deh, keren banget soalnya.
3. Dances for harp and strings (C.Debussy)
    Kali ini ada yang unusual lagi, Rama main Dance Sacree dan Dance Profane diiringi sama Quartet Violint. Ahhh, gue suka banget lagu ini! :">
4. Concerto in G for harp and strings (G.C Wagenseil)
    Masih dengan quartet biola tetapi kali ini pemain harpanya bukan Rama melainkan Jessica, muridnya Rama yang usianya masih 14 tahun dan (katanya) baru beberapa bulan aja belajar harpa. Jessica adalah orang kedua di Indonesia yang membawakan Concerto in G, setelah Maya Hasan (Harpist Indonesia juga) di panggung sama, Erasmus Huis. Dan, She did great! Itu keren banget buat anak usia 14 tahun.
Diakhir acara, ada tantangan untuk 3 penonton main spontan bareng Rama (dapet CD loh) dan ternyata diminta main Pink Phanter. Wahh, ini favorit gw banget deh :))

Ipiet dan, gw

Well, gw ga ngerti musik, apalagi musik klasik tetapi gw penikmat musik. Selama musik itu dimainkan dari hati, 'course I can feel it. Musik yang mengalir dari hati, dimainkan dengan passion si pemusik ga akan memberikan hasil yang mengecewakan. Mungkin ga sempurna, tetapi ketidaksempurnaan itu akan tertutupi oleh passion akan musik.

Jadi ketagihan nonton konser musik klasik nih :))
Oh ya, FYI, tanggal 7 November, pkl. 19.30 di Erasmus Huis, Ramawidi juga mengadakan recital lagi (free entrance) yang disebut "Pre Competition Israel" Buat yang mau dateng contact managementnya langsung aja ya :)

Further information:
@ramawidi
www.ramawidi.com
facebook: Rama Widi

***************

Minggu, 02 September 2012

This is a Big, Big, Big Happiness in My Life

Since I was in Junior high school, I loved Christian Bautista and last night (1 September 2012) I got an unbelievable moment which I've been waiting for a long long time. This moment started at 31 August 2012, I sent a tweet to my beloved idol. I had sent many tweets for him but haven't got any replies. So, when that night I sent him a tweet, I didn't hope much. Oh ya, I sent him a link of a post from this blog. You can see my post here. I also sent that tweet to a Christian Bautista fans club in Indonesia, called @IndoCF. Then, one of IndoCF that is @HaddyBautista19 also sent my link to Ian (A nickname of Christian) and.....Ian Retweet my blog! and He said thank you too. Wow! I can't believe this. Thanks to Haddy for promoting my blog :) Here is the capture:

A capture from Ian's timeline


This happened in the morning of 1 September 2012. I knew this tweet at the night of 1 Sept 2012, late 14h since he tweeted it, and I knew this tweet from my friend who told me. After she told me that Ian retweet my blog, I checked his timeline soon then I saw that. Ahh, this is my 1st big, big, big happiness. He-he-he.

That time, I didn't know whether he had read my blog or not but I really thankful to him because after he tweet my blog, the statistic visitor of my blog increase. So, I didn't hope much that he read my blog.

Moreover, one of my friend tweeted me that he commented. I checked Ian's timeline again but I found nothing. His latest update only: "What to do what to do, ah! sleep ;)" (with his cute photo). After that, I opened my blog again, and suddenly....I found him on my blogpost! What a real daydreaming :D hahaha.

A capture of my blogpost comments

Unbelievable! He read my post. This is my big, big, big 2nd happiness. I couldn't sleep, still couldn't believe this moment. I smiled too much, daydreaming, captured everywhere and blushing too much, and I liked he used "sweet" in that comment. Oh god! *melting* Hope Ian will not see this post, yeah. haha.

But, there's one thing I just realize soon, a stupid thought, an answer why Ian never replies my tweet, is: I PROTECTED MY TWITTER ACCOUNT. Sure, he can't read and replies me. Lol.

***************

Sabtu, 01 September 2012

The One Who Won My Heart

Yap, he is the one who won my heart, COMPLETELY! He is Christian Bautista, a famous Asian Singer. I never like an artist like this. Wohooo, I became his big fans since I was in junior high school. I do love his Ballad Voice. Haha. I think I don't need to tell him to much, I'm sure you've known him before I write this. Born as Christian Joseph Morata Bautista, in Manila, 19 Oct 1981. He is the runner-up of Star In A Million contest and know famous as Christian Bautista. And his first song "The Way You Look At Me" is being a famous song too not only in Phillipines but also in Asian. Now, in his 10th years of his career, he released a new album Outbond, First Class Expandation Album. I haven't got this album yet, haven't found this album in Indonesia. Anybody wants to give me one? ;)
Well, I won't continue this boring paragraph. I'll introduce you to the one who won my heart a.k.a Christian Bautista through his photos. Check this out!

Christian Bautista in his Twitter Profile Picture

Ian's childhood

As a Chef Daniel in The Kitchen Musical, a TV Series

Ian is doing his "home-work"

Ahh, this is First Class Album

Ian loves his mom so much :*

one of his performance: always amazing :)

Ian made this for his fans, called as Christian Friends


With his family: Jordan Bautista, Joshua Bautista, Ian and His father

His acting in "A Special Symphony" film.

with his girlfriend, Carla Dunareanu

One of his achievement

Studio Photoshoot

Photoshoot for Outbond Album

His 10th year concert, ahh wanna be there to see his performance

Here is my favourite one! He looks cool, handsome and smart in this picture. Love this photo so much! :*

And...this is my handmade, a special gift for Ian, a mozaic from his pictures. I wish he has time to see this mozaic, also to read this post ;)

ahh, till the end of time he is the one who won my heart. :) wanna know him more?
find him on:
Christian Bautista Official
@xtianbautista

Website

Kamis, 30 Agustus 2012

Puisi Esai, apa itu?

Print screen dari website puisi-esai.com ini sangat menarik, sederhana tapi elegan.

So, kemarin gue ga tau dapet link darimana meluncur ke sebuah website http://puisi-esai.com/ miliknya Kang Denny JA. Sepertinya, puisi esai ini akan menjadi sebuah aliran baru dalam dunia puisi *atau sudah ya? hehe. Ketertarikan atas puisi esai muncul ketika di homepage tersebut ada sebuah komentar Bpk. Sapardi Djoko Damono - penyair favorit gue nih. Alhasil gue baca tentang Lomba Puisi Esai yang diadakan melalui web ini, hmm tertarik juga. Tapi, apa sih puisi esai itu? Kok di syaratnya ada penokohan, alur dan latar. Kok seperti bikin cerpen ya? Ada juga catatan kaki, loh, malah jadi seperti esai? hehe.
Singkatnya, puisi esai bisa dibilang puisi pintar karena puisi esai ini memiliki latar belakang diskriminatif, dalam hal ini berkaitan dengan situasi sosial, misalnya nih tentang tragedi Mei 1998 yang tertuang dalam puisi esai karya Kang Denny JA yang berjudul Sapu Tangan Fang Yin. Selain itu juga bisa mengangkat tentang diskriminasi sosial, ras, agama dan sebagainya yang terjadi. Hmm, terkesan serius yah? Puisi esai ini merupakan puisi yang panjang, seperti esai tetapi menggunakan bahasa-bahasa komunikatif seperti pada puisi umumnya.

Nah, ditinjau dari penokohan, puisi esai ini bisa menggunakan tokoh fiktif ataupun tokoh yang real. Umumnya tokoh fiktif dengan latar belakang sosial karena tokoh fiktif lebih mudah untuk dikembangkan karakternya dan pastinya ga perlu tambahan referensi untuk mencari data-data terkait tokoh real. Masih bingung?

Oke, sekarang kita bahas alur. Kenapa puisi esai butuh alur? Seperti yang sudah ditulis diatas kalau puisi esai itu panjang, seperti cerpen dan seperti esai juga, jadi puisi esai butuh alur supaya dalam membaca puisi esai ini tidak bosan. Alur yang mengalir dapat membius pembaca untuk masuk ke dalam latar belakang yang dikisahkan dalam puisi tersebut.

Nah, udah jelas kan puisi esai itu apa? :)
.
.
.
.
.
Hah? masih belum jelas? Oke kalau gitu baca aja langsung info lengkapnya disini : Puisi Esai, Apa dan Mengapa karya Kang Denny JA
Kalau sudah mengerti dan ingin ikut lomba menulis puisi esai, silahkan saja klik disini: Lomba Menulis Puisi Esai Sssst, total hadiahnya 50 Juta Rupiah loh, ikutan yuk
Nah, kalau mau lihat karya-karya puisi esai milik kang Denny JA, monggo langsung aja klik http://puisi-esai.com/

Selamat Berkarya

***************

Sabtu, 28 Juli 2012

Wisata Rohani dan Pengetahuan BIA HSPMTB 2012


"Ini ketiga kalinya saya menjadi ketua panitia, ini kedua kalinya saya menjadi ketua panitia di BIA HSPMTB, namun ini pertama kalinya saya berhasil menyelenggarakan acara dengan cukup baik. Saya pernah gagal maka saya akan berhasil" ( Laurensia Sisca Utami Putri )

Persiapan sebelum berangkat

Dalam rangka menyambut hari libur sekolah, maka Bina Iman Anak Paroki HSPMTB mengadakan Wisata Rohani dan Pengetahuan untuk yang pertama kalinya. Wisata Rohani dan Pengetahuan yang diadakan pada hari Minggu, 15 Juli 2012 yang lalu diikuti oleh 20 orang anak yang didampingi oleh 13 orangtua dan 17 orang kakak-kakak pengajar BIA. Pada acara Wisata Rohani dan Pengetahuan ini kami mengajak anak-anak untuk mengunjungi Gereja St. Catharina TMII sekaligus berwisata dengan mengunjungi beberapa museum di TMII. Pada pukul 06.30 pagi rombongan berangkat menuju TMII. Puji Tuhan, perjalanan yang kami lalui sangat lancar sehingga dapat tiba di Gereja St. Catharina tepat waktu. Sesampainya disana, anak-anak diarahkan untuk mengikuti Bina Iman Anak bersama dengan BIA TMII, sedangkan para orangtua dipersilahkan untuk mengikuti misa yang diadakan di Gereja St. Catharina. Bina Iman Anak bersama antara BIA HSPMTB dan BIA TMII yang dipimpin oleh Kak Dina dan kawan-kawan dari BIA TMII serta dibantu oleh Kak Yesi dari BIA HSPMTB dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 09.30. Acara ini dimulai dari puji-pujian, pembacaan cerita, aktivitas, quiz dan diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari BIA HSPMTB kepada BIA St. Catharina yang diserahkan oleh Koordinator BIA HSPMTB yakni Sdr. Deva. Sesuai dengan tema Wisata Rohani dan Pengetahuan kali ini, yakni “Menjalin Persaudaraan dalam Iman kepada Kristus” maka melalui kunjungan ke Gereja St. Catharina dapat menambah teman baru bagi anak-anak. Setelah mengikuti BIA bersama, anak-anak diajak untuk mengunjungi Gereja St. Catharina dan berdoa bersama.

Lihatlah anak-anak ini menyambut Tuhan dalam hatinya :')

Gereja St. Catharina TMII

Berfoto bersama didepan Gereja St. Catharina dengan Kak Dina, dkk.

Berfoto di Gua Maria Gereja St. Catharina, TMII

Dari Gereja St. Catharina, anak-anak diajak untuk mengunjungi Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Listrik dan Energi Baru serta Museum Transportasi. Di Museum Keprajuritan Indonesia, dipimpin oleh Pak Dadang, anak-anak diajak untuk melihat berbagai diorama perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan serta patung-patung para pahlawan. Dari Museum Keprajuritan, kami menuju Museum Listrik dan Energi Baru. Disana, kami dipimpin oleh Pak Miko yang memberikan penjelasan yang menarik mengenai sumber-sumber energi dan listrik di Indonesia. Anak-anak diberikan tontonan animasi yang menarik serta diakhiri dengan berbagai permainan yang ada di museum listrik dan energi baru ini. Museum yang terakhir yang kami kunjungi, yaitu Museum Transportasi juga memberikan pengetahuan yang tak kalah menariknya, disana anak-anak melihat-lihat sejarah perkembangan transportasi di Indonesia. Setelah puas menikmati berbagai koleksi di Museum Transportasi, kami pun pulang kembali ke Tangerang.

Tepat pukul 17.00 rombongan tiba kembali di Gereja. Rasa lelah karena telah seharian berwisata di TMII tidak menutupi rasa senang yang kami rasakan. Persahabatan, pengalaman baru dan ilmu pengetahuan yang didapatkan melalui Wisata Rohani dan Pengetahuan ini semoga dapat membawa semangat baru bagi adik-adik yang akan memasuki tahun ajaran baru keesokan harinya. Tak lupa, Panitia mengucapkan terima kasih atas segala pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini dan semoga acara ini dapat terlaksana lagi dilain waktu. Kami juga mengajak adik-adik untuk bergabung di Bina Iman Anak HSPMTB setiap hari Minggu pukul 08.30 pagi di Aula St. Maria lt. 3. Tuhan memberkati.



Seluruh Pembimbing BIA HSPMTB


Written by: Laurensia Sisca U.P
Photos by: F.A Deva S.O
Will be published on TERANG magazine, 56th ed, July-August 2012