RSS

Welcome to Sisca's World
Hope you enjoy reading.

Tampilkan postingan dengan label special. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label special. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

HERE AND NOW

a simply poem for the sweetest idol on his birthday. Enjoy it!

***

Years ago,
Was the first time I know you
THE WAY YOU LOOK AT ME
The way I hear your voice
Can't keep me AWAY FROM YOU

Every song you sing is more than JUST A LOVE SONG
DEEP IN MY HEART,
The songs describe A HEART'S JOURNEY
Where love has found its way to the end of love story
And your songs are FIXING A BROKEN HEART

So, SINCE I FOUND YOU
I saw everything was BEAUTIFUL IN MY EYES
Your voice is enough for me
And I COULD NOT ASK FOR MORE

I thought I need MIRACLES to touch you
But I've FINDING OUT THE HARD WAY
And I GOT TO BELIEVE IN MAGIC
On your special day today,
This poem will COMPLETELY my dream
To reach you from distance

HERE AND NOW,
I would like to say
Happy Birthday to YOU!
Asia's Romantic Ballader,
Christian Bautista

***

HAPPY HAPPY HAPPY BIRTHDAY ONCE AGAIN, KUYA!



Sabtu, 30 Agustus 2014

The truth behind TEAM!

Tulisan ini bersifat membayar hutang. Hutang menulis bulan ini dan hutang cerita. Untungnya bukan hutang piutang sungguhan.

***

Bulan Juni lalu, saya kembali mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu coach dalam Life Camp yang diadakan Merry Riana Learning Center. Acara ini berlangsung pada tanggal 22-28 Juni 2014 bertempat di Hotel Grand Lembang Bandung. Life Camp merupakan program pengembangan diri bagi anak usia 12-18 tahun untuk memahami tentang pengelolaan uang (Money), hubungan dengan sesama (Relationship), memahami gaya belajar untuk menjadi seorang super student (Learning) dan memahami karakter masing-masing dan perannya dalam meraih kesuksesan (Character).


Para coach dan mentor menanti kedatangan peserta Life Camp

Briefing sebelum berangkat menuju Bandung

22 Juni 2014
Sebanyak 120 peserta, 24 coach dan 3 mentor berkumpul. Kita semua dibagi ke dalam 4 House. Ada house Sparta, Apache, Ninja dan Musketeers. Tiap House beranggotakan 30 peserta yang dibagi lagi ke dalam 3 grup sesuai rentang usia peserta. Masing-masing grup memiliki 2 coach. Saya sendiri, bersama seorang teman yang juga dari MRCA Batch 2 menjadi coach Ninja 3.

Bendera masing-masing house

Ninja - Ninja 3
Ninja 3 beranggotakan 10 anak berusia 12-14 tahun. Di awal keberangkatan kami menuju Bandung, keadaan ternyata tidak sebaik dan sekooperatif yang kami bayangkan. Hal itulah yang justru membuat saya sendiri pesimis akan kemenangan tim ini nantinya selama acara.

Di hari pertama hanyalah sesi perkenalan tentang life camp dan apa saja yang akan mereka lakukan selama life camp berlangsung. Di hari selanjutnya, acara utama adalah outdoor games yang menuntut kerja sama tim. Ada 5 permainan yang dimainkan dan permainan ini dikompetisikan antar house untuk mendapatkan sejumlah Life Dollars. Dalam permainan pendahuluan yang sekadar permainan perkenalan, house kami masih beradaptasi dengan keadaan. Namun ketika kompetisi yang sesungguhnya dimulai, barulah semangat kompetisi mereka bangkit. Satu demi satu permainan mereka menangkan hingga akhirnya mereka menjadi juara 1 dalam outdoor games ini dan mendapatkan Life dollars terbanyak. Tidak mudah memang untuk menyatukan house ini dimana semuanya berasal dari latar belakang yang berbeda, tujuan yang berbeda, alasan yang berbeda yang membuat mereka mengikuti Life Camp, tapi satu yang saya lihat dari mereka bahwa mereka sangat menginginkan kemenangan.

Foto House Ninja sebelum Outdoor Games

Di hari-hari selanjutnya, mereka menunjukkan hal-hal yang luar biasa. Mereka menjadi pribadi yang lebih terbuka, lebih berani dan optimis. Meskipun terkadang saya sebagai coach kerap kali pesimis. Saya percaya bahwa inilah tim. Mereka mempunyai tujuan yang sama untuk menang namun seperti tim-tim lainnya di luar sana ataupun seperti house-house lainnya di life camp, pastilah ada beberapa anggota house tersebut yang mungkin membutuhkan waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka yang baru.

Saya tidak perlu menjelaskan secara detail apa saja yang kami lakukan selama camp tetapi ketika secara individual kita kita dapat melakukan sesuatu, lakukanlah secara bersama-sama maka keajaiban akan terjadi. Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam batch 1 life camp ini sebagai coach. Mengamati sedikit demi sedikit perubahan yang mereka alami dari awal masuk hingga berakhirnya acara ini, mereka luar biasa. Dari pribadi yang memiliki keegoisan tinggi, perlahan saling menahan egoisme sehingga bisa mencapai kemenangan mereka bersama. From Zero to Hero!

Terkadang lewat kata-kata akan terasa sulit menggambarkan situasi saat itu, maka inilah saya sajikan foto-foto dan video kami selama Life Camp:

Operation Transformation Games


Latihan untuk MRLC Got Talent Performance
 

My Precious - How to find our passions

Belajar dengan mengajar

Built this City - Presentation

Ninja Condomium - by Ninja 1

Markas para Ninja - by Ninja 2

Tempat berlatih para ninja - by Ninja 3

Foto bersama para Ninja


Full body communication - Jason (Ninja 3)

Life dollars yang berhasil kami kumpulkan (ini belum semuanya :p)

Penilaian saat MRLC Got Talent Kategori Acting

Penyerahan medali kemenangan

Jocelyn (Ninja 3) setelah menerima medali championship

Coach dari MRCA Batch 2 (Sisca-Eka-Khezia-Abang)

Mereka yang berulang tahun di bulan Juni

Car Wash - It's time to say thank you and good bye

This video was dedicated for all Ninja, they made me so proud of them. Thank you for joining Life Camp, thank you for listening us, thank you for your achievements!

So, I'll tell you the truth behind all those photos and video:

TEAM is an abbreviation from Together Everyone Achieve Miracles. Yes, we proved it!

Sampai jumpa di Life Camp selanjutnya!


Selasa, 11 Februari 2014

UNGU: TERCIPTA UNTUKKU

After watching "You're The Apple of My Eyes" this midnight and I just remember this song, old song but touched. This film is his favourite ones and while watching this film, I consider the story has the same outline with my life (and him). So, maybe someday I'll see him marry other then my gift card will says "Happy Wedding to the apple of my eyes."

This song is so meaningful for us, maybe you forgot this song but I can't so I wanna share this song to you with my pleasure.


and here is the lyrics:

Ungu - Tercipta Untukku

Menatap indahnya senyuman diwajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku

Banyak kata yang tak mampu
Kuungkapkan kepada dirimu...

Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang menyakiniku
Kau tercipta untukku
sepanjang hidupku

Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang menyakiniku
Kau tercipta untukku

Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tahu ku selalu milikmu
Yang mencintaimu
Sepanjang hidupku..



I can't never forget that years ago, he sang this song before he joined a competition. There's only both of us in the classroom and some best friends came in after that. No, no, no, don't think that it was his love declaration to me. He even never do that. I couldn't tell you much more, well it'll takes the entire of my tears. :')

I'm curious, does he still remember that moment?

Am I getting hurt? I was! But, once again this film (You,re the apple of my eyes) teaches us what the true love is, that... You'll be happy to see your love being happy.

With love,
@ichbinsisca

Jakarta, 11/02/2014
01:42 WIB

Kamis, 23 Januari 2014

Prolog Calon Buku Baru :p

Prolog

Satu.

Cukup satu orang yang bisa membuatku jatuh cinta dan bertahan selama bertahun-tahun. Dia. Dia itu kamu yang mungkin saat ini sedang membaca buku ini. Maafkan atas kelancanganku yang tanpa seijinmu menuliskan kisah kita – entah apakah kita itu pernah terjadi atau tidak. Sungguh, aku hanya ingin membagikan kebodohanku yang sampai hari ini pun tak bisa melepaskanmu dari hati dan pikiranku; setiap kali ku dengar nama yang sama dengan namamu, setiap kali aku melakukan hal-hal yang pernah kita lakukan bersama, setiap kali aku berada ditempat kita pernah berada, bahkan otakku selalu penuh memori setiap kali hujan datang membasahi bumi.

Aku ingin hanya ada kita dalam buku ini. Ternyata aku pun tak bisa menghapuskan mereka dari kehidupan yang terbentuk diantara kita saat itu maupun saat ini. Aku tak sanggup menuliskan namanya yang pernah berada disisimu dan mungkin juga masih mendampingimu hingga sekarang. Meskipun begitu, aku ingin setiap orang yang membaca buku ini mengetahui kehadirannya diantara kita. Aku bahkan sudah siap dicap sebagai orang bodoh – kenyataannya memang aku bodoh – karena menerbitkan buku ini berarti aku belum bisa move on darimu. Mungkin.

Tahukah kamu? Menulis merupakan suatu bentuk keabadian. Mungkin suatu saat nanti aku akan hidup mandiri tanpa bayang-bayang dirimu, tapi aku tak ingin kenangan tentangmu hilang begitu saja. Biarkan kenangan ini akan abadi melalui karya sederhana yang kutuliskan ini, jangan halangi aku untuk menuliskan kisah kita ini karena hakmu untuk mencegahku telah berakhir sejak pertama kalai kau putuskan untuk pergi. Menulis buku ini seperti menyuntikkan jarum infus ke dalam venaku, sungguh rasanya menyakitkan harus membuka kembali memori-memori itu. Namun aku berharap setelahnya aku bisa sembuh dari segala sakit penyakit, ketidakikhlasan, kehilangan, mungkin juga cinta. Jika selepas menulis buku ini, aku bisa dengan ikhlas melepasmu, wah puji Tuhan sekali, karena sampai sekarang pun rasanya sulit kehilangan sosok sepertimu.

Apa kabarmu saat ini disana? Aku rindu dan selalu merindukanmu. Meskipun begitu aku cukup cerdas untuk terus mengamatimu dari jauh. Aku tahu, meskipun terkadang sulit mendapatkan informasi-informasi itu karena tipikalmu yang jarang berinteraksi lewat media sosial. Bukan, bukan berarti aku bilang kau kuper apalagi gaptek. Kamu bahkan bisa menciptakan media sosial sendiri jika kamu mau, kan? Kamu terlalu pandai untuk menghabiskan waktumu di media sosial. Waktumu terlalu berharga untuk digunakan tanpa menghasilkan apa-apa. Berjam-jam kamu bertahan di depan komputermu, tapi imanmu kuat sekali untuk tidak sedikitpun berselancar di sosial media yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia kita kala itu. Ya, itulah kamu menurut kacamataku. Kamu yang begitu apa adanya. Ah, niat menyampaikan rinduku terlalu panjang rupanya sampai aku mengisahkan tentangmu yang harusnya ada di bagian dalam buku ini. Hihihi. Baiklah, selamat menikmati kembali kisah kita, semoga kamu masih ingat seluruhnya ya agar aku tak kau sangka mengarang cerita ini.


Salam rindu dariku padamu.

Jumat, 17 Januari 2014

I'm 22 Now!

So, 27 Desember yang lalu gw sudah memasuki tahap yang baru dari hidup. Istilahnya naik satu tingkat lagi. Now, I'm 22 and let me sing a song from Taylor Swift "22"



22


It feels like a perfect night to dress up like hipsters

And make fun of our exes, uh uh uh uh

It feels like a perfect night for breakfast at midnight
To fall in love with strangers uh uh uh uh
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely at the same time
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the deadlines, it's time uh uh



I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



It seems like one of those nights
This place is too crowded too many cool kids
It seems like one of those nights
We ditch the whole scene and end up dreaming instead of sleeping
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely in the best way
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the heartbreaks, it's time uh uh



I don't know about you but im feeling 22

Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



I don't know about you, 22, 22



It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you



I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22



Dancing like 22, yeah, 22, yeah yeah



It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you


Yap, that song really describe me who I am now. This year is so special. You can guess what on my last post.
Yuhuuu, I got the best present ever for my birthday 'cause this year I'm chosen as one of 60 best students in Jabodetabek to be a part of Merry Riana Campus Ambassador 2014.
Other things; many presents and surprises came from my friends. Thank you for KHS Crew: Tesa, Grace, Hagay, Lola, Kombo, Pines for the present (The cake, doll, bath equipments, watch, shoe organizer, christian photo frame. Thanks a lot!
Thanks also for BIA HSPMTB for presents, surprise and celebrations. Hihihi. Thanks all for the cake, emak lidya for the doll, cimet for water bottle, wulan for hourglass, kembar for the doll. I'm blessed around all of you.

But, the most happiness in my birthday this year is that I'm still celebrate it with all of you for years. Thanks for staying next to me as my friends 'cause friendship isn't about who the longest, who comes first, who cares the most, but friendship is about who's come and never leave away.

This year is special, so special.

Though...

I live this one more year with questions:

* What I've done so far?
* What will I do after this?
* What's the meaning of "live" the "life"?
* Can I reach my goals this year?
* Can I fix my character to be better?
* ...

***

A Day with Miss Merry Riana and Now Here I Am

Banyak hal menarik yang terjadi di sepanjang tahun 2013 dan terkadang saya lebih suka menyimpannya sendiri tanpa perlu dipublikasikan. Namun, ada satu hari yang sangat mengesankan bagi saya sebagai penutup tahun 2013: 17 Desember 2013. Begitu banyak memori yang masih melekat di pikiran saya dan saya pikir akan lebih berguna bila saya membagikan pengalaman tersebut dalam blog ini.

17 Desember 2013 yang lalu saya mengikuti Seleksi Tahap Akhir pemilihan Merry Riana Campus Ambassador 2014 di APL Tower, Central Park. Merry Riana adalah seorang tokoh motivator wanita no.1 di Asia, seorang artis, presenter, penyanyi dan juga pengusaha yang sukses. Di usianya yang ke 26 tahun, ia telah meraih penghasilan sebesar 1 juta dolar Singapura berkat sebuah mimpinya. Pada usianya yang ke-20, Merry Riana bermimpi untuk bisa bebas dari segala kesulitan finansial sebelum berusia 30 tahun dan ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut di usianya yang ke-26. Pada usianya yang ke-30 tahun, Merry Riana memiliki resolusi baru yaitu untuk menginspirasi 1 juta orang di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukannya untuk mewujudkan resolusi tersebut adalah dengan mengadakan Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) yang merupakan sebuah program mentoring gratis untuk mahasiswa di Jabodetabek. Kegiatan mentoring tersebut dilakukan langsung oleh Merry Riana dan Pak Alva, suaminya.

Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya MRCA. Seperti angkatan sebelumnya, hanya dipilih 60 mahasiswa terbaik se-Jabodetabek yang akan dimentori langsung oleh Merry Riana. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar berjumlah sekitar 1500 orang, tahun ini jumlah pendaftar MRCA 2014 berjumlah 3000 pendaftar. Sungguh sebuah persaingan yang ketat untuk bisa menjadi 60 mahasiswa terbaik yang beruntung tersebut.

Saya sendiri sudah mengenal Merry Riana sejak 2 tahun lalu sebelum diselenggarakannya MRCA Batch 1, saat itu saya belum pede untuk mendaftar. Tahun ini, saya putuskan untuk mendaftar karena ini merupakan tahun terakhir saya menjadi mahasiswa, I think I should do the best, the right one. Seleksi tahap pertama merupakan seleksi CV, ada sekitar 3000-an pendaftar dan diseleksi menjadi 400 orang. Pada tahap kedua diberikan 5 pertanyaan yang harus dijawab seputar Merry Riana, dari seleksi tahap 2 ini akan dipilih 200 orang. Lolos dari tahap kedua, saya mengikuti seleksi tahap ketiga, jujur seleksi ini cukup menyulitkan saya. Saya diminta untuk membuat video tentang "Aku & Merry Riana" berdurasi sekitar 3 menit yang harus diupload ke youtube. Dalam email tersebut dikatakan bahwa penilaian akan dilakukan berdasarkan isi sharing, energi, kreativitas dan hasil akhir. Yang menyulitkan adalah waktu yang diberikan cukup singkat, sekitar 1 atau 2 hari kalau tidak salah. Alhasil video yang saya buat sangat sederhana, tanpa editing, namun saya coba menguatkan video tersebut dari isi sharing dan energi yang saya keluarkan ketika berbicara. And, it worked! Check out my video here:



Thank you Lord! Akhirnya saya sampai di seleksi tahap akhir. Peserta harus datang dengan office suit pada 17 Desember di APL Tower Central Park dari pukul 10.00-18.00 WIB. Bisa bayangkan seleksi seperti apa yang berlangsung selama 6 jam itu? Awalnya saya pikir itu hanya interview biasa, ternyata sungguh seleksinya cukup berat. Pertama, seleksi dilakukan langsung oleh Miss Merry dan Mr Alva, dibantu oleh beberapa MRCA Batch 1 dan team MRI (Merry Riana Indonesia). Peserta yang hadir lebih dari 200 orang, mungkin sekitar 217 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Saya termasuk ke dalam kelompok 4. Kedua, waktu seleksi yang lama itu sangat menguras tenaga apalagi perjalanan bolak-balik Depok-Jakarta Barat yang cukup melelahkan. Ketiga, persaingan yang ketat antar peserta, dari ke 200 peserta semuanya potensial, berbakat dan saling berlomba menunjukkan "their best self". Saya pun begitu karena tidak mau usaha saya selama ini sia-sia :)

Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi langsung oleh Miss Merry. Diawali oleh semangat dan yel-yel MRCA, Merry Riana menularkan semangat berjuang bagi para kandidat MRCA. Merry Riana juga mengingatkan satu pesan untuk menjadi BAM! "Be Always Memorable". Setelah pembagian kelompok dan mentor (masing-masing kelompok mendapat 2 mentor, kala itu mentor saya adalah Kak Kiky dan Kak Sandy), dimulailah Sesi I. Sesi I diawali dengan memperkenalkan diri masing-masing peserta dan motivasi mengikuti MRCA, lalu dilanjutkan dengan menganalogikan diri kita masing-masing sebagai hewan di masa kini dan di masa yang akan datang. Kala itu saya menganalogikan diri saya yang sekarang sebagai Kambing dan diri saya di masa yang akan datang sebagai Kuda. Tidak perlu saya jelaskan alasannya ya :) Kalau kamu pilih hewan apa? Tiap kali presentasi, masing-masing peserta hanya diberi waktu 1 menit, jadi kita harus bicara yang singkat, padat, jelas dan tepat sasaran! Jangan sampai merugikan teman kelompok kita yang lain sampai tidak bisa presentasi.

Sesi II, merupakan sesi kelompok dimana masing-masing kelompok harus membuat suatu keputusan. Miss Merry memberikan 2 keadaan yang harus dipilih:
"Ada 2 rel, satu tidak digunakan dan satunya digunakan, pada rel yang tidak digunakan ada 2 anak kecil sedang bermain. Dan pada rel yang digunakan ada 3 anak kecil. Kereta akan melaju dengan segera. Mana yang harus dipilih, apakah membiarkan kereta pada jalurnya (menabrak 3 anak kecil) atau berpindah jalur (menabrak 2 anak kecil)?"
Apapun jawabannya, satu hal yang penting yang disampaikan Miss Merry:

"What is right isn't always be popular and what is popular isn't always right."

Selesai Sesi II, diberi waktu untuk ishoma dalam waktu yang singkat, hanya sekitar 45 menit dan kita diminta untuk on time kembali ke tempat acara untuk memulai sesi III. Dalam Sesi III, kita bermain games dalam kelompok yang menguji kekompakkan kelompok tersebut. Kelompok 4 waktu itu salah 2 pertanyaan. :p Setelahnya, ada sesi terakhir yaitu sesi yang paling menegangkan. Tiap kelompok kecil dibuat menjadi kelompok besar, dimana 1 kelompok besar terdiri atas 2 kelompok kecil. Kelompok 4 menjadi satu kelompok dengan kelompok 3, dan ada beberapa anggota kelompok yang ditukar posisinya. Ada apa dengan sesi terakhir? Saat itu kak Sandy hanya berpesan "Do your best!"

Ternyata, sesi terakhir adalah sesi interview. Untuk kelompok besar 1 (kelompok kecil 1 dan 2) diinterview langsung oleh Miss Merry dan untuk kelompok besar 2, kelompok saya diinterview langsung oleh Pak Alva. Entah bisa dibilang beruntung atau tidak karena kelompok besar 3, 4 dan 5 diseleksi oleh MRCA Batch 1. Rasanya? Jangan ditanya, pasti campur aduk: Senang sekaligus bangga bisa diinterview langsung oleh Pak Alva, gugup, nervous, takut seakan-akan mau disidang dan rasanya hidup dan matinya seluruh perjuangan di MRCA ada di detik itu juga. Sebelum sesi interview dimulai, Pak Alva memberikan pesan yang intinya:

"Do your best, tunjukkan apa yang membuat kami harus memilih kamu sebagai MRCA. Kalau di kelompok tadi kamu masih malu-malu, lupakan. Ini kesempatan terakhir, keluarkan semua potensimu, tunjukkan prestasi kamu, jangan takut disebut sombong karena saat ini kalian sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik."

Saat itu saya tidak langsung maju, saya berpikir apa yang harus saya katakan di depan Pak Alva. Ketika maju, rasa nervous semakin menjadi-jadi dan semua yang ingin saya katakan ternyata tidak cukup karena waktu yang diberikan hanya 1 menit. Saya kembali ke tempat duduk dengan perasaan menyesal. I thought I didn't do my best. But I always hope for the best. Ternyata pengumumannya tidak langsung diumumkan. Satu hal unik yang saya pikirkan; waktu itu saya sudah membawa semua buku Merry Riana yang saya punya dan berniat minta tanda tangan dan foto bersama. Tapi hal itu tidak saya lakukan dengan harapan saya bisa terpilih menjadi MRCA jadi saya akan punya banyak waktu untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama beliau. What a good mindset, isn't it? Di akhir acara, Miss Merry mengajak semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingatkan saya pada quote dalam bukunya:

"You can take me out from Indonesia, but you can't take Indonesia out from me." *Proud*

She also said:

"Mungkin banyak dari kalian yang akan dikecewakan. Tapi kegagalan bukan akhir segalanya. Lebih baik gagal daripada tidak pernah tahu rasanya berjuang. Usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Jika kali ini hasilnya masih belum baik, maka artinya perjuangan belum selesai. Best of luck for us!"

***

Dan pada tanggal 3 Januari yang lalu saya menemukan account twitter MRCA2014. Wah saya pikir saya ga lolos nih, karena ga terima email apapun. Saking penasarannya, saya cek spam email dan... *jreng jreng jreng* I'M CHOSEN TO BE A PART OF MRCA 2014! Ternyata emailnya masuk spam tertanggal 28 Desember 2013. Oh Thank you Lord! Untung bacanya belum telat ya, monthly meeting pertamanya masih tanggal 25 Januari. Hihihi :) So, this is where I am now as a part of MRCA, chosem from 3000 applicants as 60 best and lucky students in Jabodetabek. Thank you so much Miss Merry, Mr Alva, MRCA Batch 1 and MRI team for choosing me. I consider this as the best present ever for my birthday. It's priceless! Once again, tons of thanks! And welcome my new family of MRCA 2014 :) {}


Group 4 at Final Selection MRCA 2014 with Miss Merry Riana
Photo by Fentra.

Selasa, 26 November 2013

Time Flies So Fast

View this video first:


This is about friendship and this is about dreams. It was 3 years later, we are in our last grade now. Some of us stay while others left. I don't regret the meeting, life is how you learn to understand each others, right?

Since we're in our last grade now, I just think about how long we've through this 3 years together: happiness, sadness, failure, misunderstanding, maturation, etc. And, yes! This 3 years are never easy. Friendship is not easy.

We are facing our seminar in this 2 weeks ahead, doing our thesis in our last semester and finally wear the gown. Presently, we will reach our dreams, having graduation together.

I can't believe this will happen soon in my life. I can't wait the moment.

One thing I think:

" Will this friendship still the same after the graduation day? I want to settle for them. "

Now, wish me luck for my seminar, hope everything runs well.

***


Rabu, 11 September 2013

24 Things to Remember

24 things to remember...
      and one thing to never forget

Your presence is a present to the world
          You're unique and one of a kind
Your life can be what you want it to be
          Take the days just one at time
Count your blessings, not your troubles
          You'll make it through whatever comes along
Within you are so many answers
          Understand, have courage, be strong.
Don't put limits on yourself
          So many dreams are waiting to be realized
Decisions are too important to leave to chance
          Reach for your peak, your goal, and your prize
Nothing wastes more energy than worrying
          The longer one carries a problem, the heavier it gets
Don't take things too seriously
          Live a life of serenity, not a life of regrets
Remember that a little love goes a long way
          Remember that a lot... goes forever
Remember that friendship is a wise investment
          Life's treasures are people... together
Realize that it's never too late
          Do ordinary things in an extraordinary way
Have health and hope and happiness
          Take the time to wish upon a star
And don't ever forget...
          For even a day...

HOW VERY SPECIAL YOU ARE !

-unknown-

***

To My Loved One On His Day

I used to send these three poems for someone special on his birthday. He is the only one I gave a poem. Well, I found these poems from google (I forgot to noticed the poet. So, if one of these poems is yours, just tell me). I wasn't confident to send him my own poems so I searched it on google and I felt in love with these poems. I combined 3 poems to be one. Check it out:

***

To My Beloved One On His Day

To my loved one on his day:
Over you may sunshine reign!
May the west wind weary wane
Yielding to your right-of-way
Let me let you see your smile
On all the mirrors of your face
Vying for the flavored place

***

Happy Birthday

Today's your birthday
What can I say?
To let you know how special you are to me
And show you to that place in my heart
Where my love for you always will be,
There forever engraved, cherished and saved,
No other love has even come close

***

I Want to Say I Love You On Your Birthday

I want to say I love you on your birthday
Though love is something you don't want from me
Things didn't go so well when I last said it
And so I'll keep it silent in my heart
But how the words reverberate within me!
A song that I must struggle not to sing
A music I must dance to without motion

***
Sent: March 18th, years ago, via facebook message

Note: If you are the one I ever send these poems to you, how lucky you are! Because I never send any poems to others (until now, maybe there's another someday).

Sabtu, 20 Oktober 2012

Missing You (Congratulations! I'm Happy for You)

I miss the moment when we 1st meet
I miss your smile
I miss how we talk each other
I miss your kidding
I miss all happiness you bring to my life
Even I miss the moment a year ago
Although it hurted me
I miss the moment, a year ago
When it was the last time of our talk
I miss you, everything about you

Your presence makes me feel guilty
Missing you but can't see you close
Can't see your smile
Can't talk with you anymore
I lost your text
I lost your support
I lost everything about you
But, do you know?
I'm happy for your happiness
To see you standing tall over there
Wishing you can see me here, looking at you

I'm happy for your success
For this time
For what you've got today
So far, I'm proud of you
Your brain, your efforts, your luck
Congratulations!

I wish I'll be there today
But I can't
I realize I'm nothing
And ain't ready to be hurted again
I wish I'll be there today
To be the first one to give my hands and say congratulations for you
To be the only one woman beside you
The one when you inarm me and introduce me to your friends,
and say: "Here is my girl"

This is the last time for us to meet
But I can't attend
You won't miss me, but I will
You must know that my prayer is always here for you
For you happiness, health, success
For everything you'll do after today

*****
-no name

Minggu, 02 September 2012

This is a Big, Big, Big Happiness in My Life

Since I was in Junior high school, I loved Christian Bautista and last night (1 September 2012) I got an unbelievable moment which I've been waiting for a long long time. This moment started at 31 August 2012, I sent a tweet to my beloved idol. I had sent many tweets for him but haven't got any replies. So, when that night I sent him a tweet, I didn't hope much. Oh ya, I sent him a link of a post from this blog. You can see my post here. I also sent that tweet to a Christian Bautista fans club in Indonesia, called @IndoCF. Then, one of IndoCF that is @HaddyBautista19 also sent my link to Ian (A nickname of Christian) and.....Ian Retweet my blog! and He said thank you too. Wow! I can't believe this. Thanks to Haddy for promoting my blog :) Here is the capture:

A capture from Ian's timeline


This happened in the morning of 1 September 2012. I knew this tweet at the night of 1 Sept 2012, late 14h since he tweeted it, and I knew this tweet from my friend who told me. After she told me that Ian retweet my blog, I checked his timeline soon then I saw that. Ahh, this is my 1st big, big, big happiness. He-he-he.

That time, I didn't know whether he had read my blog or not but I really thankful to him because after he tweet my blog, the statistic visitor of my blog increase. So, I didn't hope much that he read my blog.

Moreover, one of my friend tweeted me that he commented. I checked Ian's timeline again but I found nothing. His latest update only: "What to do what to do, ah! sleep ;)" (with his cute photo). After that, I opened my blog again, and suddenly....I found him on my blogpost! What a real daydreaming :D hahaha.

A capture of my blogpost comments

Unbelievable! He read my post. This is my big, big, big 2nd happiness. I couldn't sleep, still couldn't believe this moment. I smiled too much, daydreaming, captured everywhere and blushing too much, and I liked he used "sweet" in that comment. Oh god! *melting* Hope Ian will not see this post, yeah. haha.

But, there's one thing I just realize soon, a stupid thought, an answer why Ian never replies my tweet, is: I PROTECTED MY TWITTER ACCOUNT. Sure, he can't read and replies me. Lol.

***************

Sabtu, 01 September 2012

The One Who Won My Heart

Yap, he is the one who won my heart, COMPLETELY! He is Christian Bautista, a famous Asian Singer. I never like an artist like this. Wohooo, I became his big fans since I was in junior high school. I do love his Ballad Voice. Haha. I think I don't need to tell him to much, I'm sure you've known him before I write this. Born as Christian Joseph Morata Bautista, in Manila, 19 Oct 1981. He is the runner-up of Star In A Million contest and know famous as Christian Bautista. And his first song "The Way You Look At Me" is being a famous song too not only in Phillipines but also in Asian. Now, in his 10th years of his career, he released a new album Outbond, First Class Expandation Album. I haven't got this album yet, haven't found this album in Indonesia. Anybody wants to give me one? ;)
Well, I won't continue this boring paragraph. I'll introduce you to the one who won my heart a.k.a Christian Bautista through his photos. Check this out!

Christian Bautista in his Twitter Profile Picture

Ian's childhood

As a Chef Daniel in The Kitchen Musical, a TV Series

Ian is doing his "home-work"

Ahh, this is First Class Album

Ian loves his mom so much :*

one of his performance: always amazing :)

Ian made this for his fans, called as Christian Friends


With his family: Jordan Bautista, Joshua Bautista, Ian and His father

His acting in "A Special Symphony" film.

with his girlfriend, Carla Dunareanu

One of his achievement

Studio Photoshoot

Photoshoot for Outbond Album

His 10th year concert, ahh wanna be there to see his performance

Here is my favourite one! He looks cool, handsome and smart in this picture. Love this photo so much! :*

And...this is my handmade, a special gift for Ian, a mozaic from his pictures. I wish he has time to see this mozaic, also to read this post ;)

ahh, till the end of time he is the one who won my heart. :) wanna know him more?
find him on:
Christian Bautista Official
@xtianbautista

Website