Entah mengapa akhir-akhir ini banyak sekali mendengar berita duka dan yang terdalam adalah berita duka dari teman terdekat yang beberapa hari lalu ditinggalkan oleh sang papi.
Be strong my dearest, Michelle. Live your life, your father proud of you!
***
Dalam kotbah pendeta, disebutkan bahwa ada 2 hal di dunia ini yang menjadi rahasia dan tak pernah kita tahu mengapa, yakni kelahiran dan kematian. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan dilahirkan, kita tidak dapat memilih siapa orang tua kita dan kita tak dapat menentukan kita lahir di keluarga yang seperti apa. Kita juga tak tahu kapan kita akan meninggal, entah hari ini, besok atau entah kapan. Yang pasti dan perlu kita sadari adalah bahwa kelak semua orang pasti akan meninggal.
Kita bisa memastikan siapa yang hadir pada upacara pemakaman kita kelak, mungkin pemakaman kita akan dihadiri oleh orang-orang hebat, orang-orang terkenal, para pejabat dan lainnya. Tapi, apakah kita bisa memastikan bahwa setelah kita meninggal nanti, siapakah yang akan menjemput kita untuk memasuki kehidupan abadi?
***
Saya begitu terenyuh melihat adegan demi adegan yang keluarga ini tunjukkan. Sometimes, saya membayangkan bila saya yang mengalami hal itu sekarang, mungkinkah saya akan menangis, menjerit-jerit dan kehilangan seperti yang teman saya rasakan?
Di satu sisi, saya terpacu untk melakukan yang terbaik untuk kedua orang tua saya dan ingin membahagiakan mereka selama mereka masih bisa merasakannya dan selama saya masih mampu untuk melakukannya. Tapi ironi yang saya rasakan bahwa sesungguhnya tidak ada kedekatan antara saya dan mereka, khususnya papi.
Mengapa rasanya sulit menciptakan ikatan di dalam keluarga sendiri? Terkadang, rasa iri hinggap pada mereka yang dilahirkan di tengah keluarga yang harmonis dan saling mencintai. Bukan berarti keluarga kami tidak harmonis dan tidak saling mencintai, hanya saja caranya yang berbeda. Lagi kusadari, bahwa aku tak dapat memilih pada keluarga siapa aku akan dilahirkan, namun aku yakini bahwa mereka adalah yang terbaik yang telah Tuhan pilihkan.
Tuhan, berapa lamakah waktu yang ku punya?
***
Hari ini, kabar duka kudengar lagi... kali ini junior di organisasi gerejaku telah meninggalkan dunia karena kecelakaan. Tuhan, betapa kuasaMu tak terelak. Ketika manusia hanya mampu merencanakan dan kehendakMu sajalah yang bekerja.
Tuhan, masihkah ada hari esok untuk kami?
***
Aku teringat sebuah kisah yang dikirimkan seorang teman padaku.
Seseorang menulis: "If I killed myself tonight, the stars could still appear, the sun would still come out, the earth would still rotate, the seasons would still change...so why not?"
Yang kemudian dikomentari oleh orang lain:
"You want a "Why not?"
How about the way your best friend's older sister will throw up by the side of the road because she's crying so hard
How about the way your best friend will sob for weeks in her showers, in her bedroom, in the bathroom at school
How about the way your mother will cry every time she looks at herself in the mirror and pictures herself bringing you home
How about the way your father's eyes will never stop mirroring the image of your hanging body
How about the way your boyfriend will sit in his room in silence, unable to eat or sleep, or even fucking shower, because why would he want to continue without you
How about the way the girl who called you a brother will start crying every time she sees your parents
How about the way your family will sit in your house after the funeral looking blankly at one another, because god knows they can't find a fucking thing to say that doesn't just float through the air where you should be walking
How about the way your sister will wake up every morning and see your door and convince herself that you could still be there, just sleeping in your bed
How about the way your ex girlfriend will come over and pull your clothes from the drawers and cry while she holds them desperately to her face to breathe in what's left of you.
Don't you dare tell me it won't change things
There may be stars in the sky and wind in the air and sun in the clouds
But without you we do not want them."
***
Random thought on Saturday 24th of May 2014
Jakarta
Sabtu, 24 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Suluh Untuk Sejuta Sahabat (Sekolah MASTER, Depok)
Poster Project Suluh Untuk Sejuta Sahabat
Sekolah MASTER (Masjid Terminal) merupakan sekolah gratis yang didirikan oleh Bapak Nurrohim pada tahun 2000. Berlokasi di Jl.Margonda No.58 Terminal Terpadu Kota Depok, Jawa Barat, sekolah MASTER awalnya ditujukan untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak jalanan di sekitar terminal Depok.
Beberapa foto kondisi dan lingkungan sekolah MASTER
Sekolah MASTER memiliki 2700 murid yang terbagi menjadi 3 shift. Kelas pagi untuk anak TK, kelas sore untuk sekolah menengah dan kelas malam untuk orang-orang dewasa. Kini sekolah MASTER tidak lagi hanya diperuntukkan bagi anak-anak jalanan tetapi juga bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan juga anak-anak yang cacat.
Anak-anak jalanan di sekitar terminal Depok yang bersekolah di MASTER
Siswa sekolah menengah
Representatif MRCA bersama siswa sekolah menengah
Berawal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Bina Insan Mandiri yang dilakukan di Masjid, kini sekolah MASTER sudah memiliki gedung permanen sendiri dan telah menghasilkan prestasi nasional di bidang olimpiade-olimpiade dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Terbukti lulusannya banyak yang berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bahkan beberapa mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Keberadaan sekolah MASTER telah memberikan sumbangsih nyata dalam hal pemerataan pendidikan bagi anak-anak yang kekurangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik.
beberapa foto representatif Merry Riana Campus Ambassadors dengan Pak Nurrohim, pendiri sekolah MASTER
Lewat hasil diskusi kami dengan pendiri sekolah MASTER, Bapak Nurrohim, saat ini sekolah MASTER sedang fokus pada kualitas pendidikan dimana diharapkan banyak anak-anak yang tertarik untuk berwirausaha. Oleh karena itu, untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang tangguh, kami dari Merry Riana Campus Ambassadors berinisiatif mengadakan project ini untuk bisa membagikan sedikitnya 100 buku Langkah Sejuta Suluh kepada adik-adik, teman-teman kita di sekolah MASTER.
Buku Langkah Sejuta Suluh yang akan dibagikan kepada sekolah MASTER
Project ini merupakan project pertama kami dan kami berharap agar project ini bisa berlanjut tidak hanya di sekolah MASTER saja dan tidak hanya buku Langkah Sejuta Suluh yang kami bagikan.
Ayo bantu kami menyalakan suluh-suluh bagi adik-adik dan teman-teman kita di sekolah MASTER.
Penyerahan buku Langkah Sejuta Suluh secara simbolis akan diberikan pada acara:
"Meet and Greet with Merry Riana"
tanggal: 25 Mei 2014
pukul : 18.00-22.00 WIB
tempat: Gramedia Pondok Indah Mall.
Lihat juga video project sosial kami:
Label:
merryriana,
motivasi,
mrca2014,
project,
promo
Selasa, 25 Maret 2014
Monthly Meeting #1 MRCA
Well, saya sedang ingin berbagi mengenai MRCA semampu saya. Oleh karena itu dalah satu hari ini semua post saya mengenai MRCA semua karena sejujurnya 1 post tidak bisa mewakili semua yang ingin saya sharingkan kepada kalian semua. :)
Kali ini mengenai Monthly Meeting pertama saya sebagai MRCA 2014. Monthly meeting dilaksanakan tanggal 25 Januari 2014. Sebelum monthly meeting, beberapa MRCA sepakat untuk bertemu lebih dahulu agar menghindari awkward moment nantinya. So, terkumpullah 15an orang yang hadir pada pra-MM tersebut di Central Park, 14 Januari 2014. Acaranya hanya sekadar perkenalan aja sekaligus mengakrabkan diri. :)
Tibalah Monthly Meeting pertama, 25 Januari 2014 bertempat di Kantor Merry Riana Indonesia di kawasan Green Garden, Jakarta Barat. Pada pertemuan pertama ini hanya memperkenalkan mengenai MRCA dan apa saja yang akan dilakukan selama setahun kedepan. Kami juga dibagi-bagi kedalam 7 kelompok yang dinamakan House, which are:
F = Funtastic
R = Rhythm
I = Istimewa
E = Exclusive
N = Network
D = Domino
S = Shiny
Saya sendiri bergabung dengan House Shiny yang mayoritas bertempat tinggal di Depok, Bogor dan Jakarta Selatan. House ini yang akan menjadi rumah kita selama setahun kedepan untuk menjalankan project-project bersama-sama.
Dalam pertemuan pertama ini, kami diberitahu mengapa kami terpilih sebagai MRCA, yaitu karena kami memiliki ISI (Inspirasi, Sukses dan Indonesia). Namun kami masih ingin belajar, oleh karena itulah kami bergabung dalam komunitas belajar ini. Miss Merry memberi tahu bahwa ada 3 rahasia untuk belajar, yakni: Partisipasi, Open Mind dan Action! Semua hal yang beliau ajarkan tentu tak ada gunanya jika kita tidak melakukan action.
Selanjutnya, kegiatan MRCA selama satu tahun kedepan selain mengikuti pertemuan bulanan (Monthly Meeting), kami juga akan melakukan Outing, Charity, Seminar dan terakhir Camp yang menjadi penutup masa belajar kami selama 1 tahun.
Sebagai MRCA, kami diharuskan menerapkan MRCA Culture yaitu Love, Trust and Respect. Love means no PDA, no soliciting and no borrowing. Trust in sharing and intellectual properties. Respect means be punctual, be accountable and having good manner (please, thank you and sorry).
Dalam setiap MM, selalu ada teori yang dipelajari, simulasi untuk memahami teori tersebut, diskusi dan sharing serta project-project house maupun tugas individual yang mengasah life skills kami. Senangnya lagi, di akhir acara selalu ada perayaan ulang tahun, sesi foto bersama Miss Merry dan...menyanyikan lagu Indonesia Raya.
I'm proud to be Indonesian and I'm proud to be a part of MRCA 2014.
Kali ini mengenai Monthly Meeting pertama saya sebagai MRCA 2014. Monthly meeting dilaksanakan tanggal 25 Januari 2014. Sebelum monthly meeting, beberapa MRCA sepakat untuk bertemu lebih dahulu agar menghindari awkward moment nantinya. So, terkumpullah 15an orang yang hadir pada pra-MM tersebut di Central Park, 14 Januari 2014. Acaranya hanya sekadar perkenalan aja sekaligus mengakrabkan diri. :)
Tibalah Monthly Meeting pertama, 25 Januari 2014 bertempat di Kantor Merry Riana Indonesia di kawasan Green Garden, Jakarta Barat. Pada pertemuan pertama ini hanya memperkenalkan mengenai MRCA dan apa saja yang akan dilakukan selama setahun kedepan. Kami juga dibagi-bagi kedalam 7 kelompok yang dinamakan House, which are:
F = Funtastic
R = Rhythm
I = Istimewa
E = Exclusive
N = Network
D = Domino
S = Shiny
Saya sendiri bergabung dengan House Shiny yang mayoritas bertempat tinggal di Depok, Bogor dan Jakarta Selatan. House ini yang akan menjadi rumah kita selama setahun kedepan untuk menjalankan project-project bersama-sama.
Dalam pertemuan pertama ini, kami diberitahu mengapa kami terpilih sebagai MRCA, yaitu karena kami memiliki ISI (Inspirasi, Sukses dan Indonesia). Namun kami masih ingin belajar, oleh karena itulah kami bergabung dalam komunitas belajar ini. Miss Merry memberi tahu bahwa ada 3 rahasia untuk belajar, yakni: Partisipasi, Open Mind dan Action! Semua hal yang beliau ajarkan tentu tak ada gunanya jika kita tidak melakukan action.
Selanjutnya, kegiatan MRCA selama satu tahun kedepan selain mengikuti pertemuan bulanan (Monthly Meeting), kami juga akan melakukan Outing, Charity, Seminar dan terakhir Camp yang menjadi penutup masa belajar kami selama 1 tahun.
Sebagai MRCA, kami diharuskan menerapkan MRCA Culture yaitu Love, Trust and Respect. Love means no PDA, no soliciting and no borrowing. Trust in sharing and intellectual properties. Respect means be punctual, be accountable and having good manner (please, thank you and sorry).
Dalam setiap MM, selalu ada teori yang dipelajari, simulasi untuk memahami teori tersebut, diskusi dan sharing serta project-project house maupun tugas individual yang mengasah life skills kami. Senangnya lagi, di akhir acara selalu ada perayaan ulang tahun, sesi foto bersama Miss Merry dan...menyanyikan lagu Indonesia Raya.
I'm proud to be Indonesian and I'm proud to be a part of MRCA 2014.
Me and Miss Merry Riana
My House: SHINY
SHINY: We are Smart, Special and Love to Share. We are SHINY!
Label:
merryriana,
motivasi,
mrca2014,
pengalaman
Merry Riana Campus Ambassador 2014
Yap setelah memperkenalkan siapa itu Merry Riana sekarang saya ingin memperkenalkan sebuah komunitas belajar yang dirintisnya, yakni Merry Riana Campus Ambassador.
Resolusi Merry Riana pada ulang tahunnya yang ke-30 tahun adalah:
Resolusi Merry Riana pada ulang tahunnya yang ke-30 tahun adalah:
"Menciptakan dampak positif bagi satu juga orang khususnya di Asia."
Oleh karena itulah Merry Riana bersama suaminya Alva Tjenderasa mendirikan sebuah komunitas belajar yang dinamakan Merry Riana Campus Ambassador. Merry Riana Campus Ambassador pertama lahir tahun 2013, sehingga pada tahun ini (2014) baru menginjak angkatan kedua. Meskipun sebuah komunitas, tidak semua orang bisa menjadi bagian dari komunitas ini karena Merry Riana dan Alva hanya memilih 60 mahasiswa/i terbaik di Jabodetabek. Ke-60 mahasiswa/i ini akan banyak belajar tentang passions, communication dan hal-hal life skills lainnya selama 1 tahun penuh dan dimentori secara langsung dan intensif oleh Merry Riana dan Alva tanpa dipungut biaya apapun.
Tahun 2014 ini, ada sekitar 3000 CV yang masuk dan mendaftar sebagai MRCA Batch 2. Ke-60 MRCA terpilih tentunya telah melalui beberapa tahap seleksi yang tidak mudah. Secara keseluruhan ada 4 tahap seleksi pada tahun ini meliputi seleksi CV, pertanyaan, video dan interview. Menurut saya, tahap interview merupakan tahap terberat dimana sehari penuh menjalani beberapa proses seleksi dalam kelompok yang menuntut kita harus selalu menjadi yang terbaik diantara yang terbaik.
Menjadi bagian dari MRCA 2014 merupakan anugerah bagi saya, disini saya tak hanya sekadar mendapatkan ilmu life skills langsung dari mentor yang berpengalaman, tapi juga mendapatkan keluarga dan network baru dari teman-teman MRCA lainnya. Tak heran kalau teman-teman MRCA lainnya yang terpilih merupakan orang-orang muda yang sukses, ada yang sudah memiliki bisnis sendiri dan memiliki omzet jutaan rupiah, ada mahasiswa berprestasi, ada duta PBB, putri bunga, dan masih banyak prestasi lain yang dimiliki teman-teman MRCA. Wah, saya sendiri bertanya-tanya mengapa saya terpilih padahal dari 200an peserta yang mengikuti seleksi tahap akhir (interview) semuanya orang-orang hebat.
Memasuki Monthly Meeting pertama, saya baru tahu bahwa kami semua terpilih karena kami memiliki 3 hal, yakni: Inspirasi, Sukses dan Indonesia. Inspirasi berarti kami sudah melakukan/ memiliki kemampuan/ keinginan untuk menginspirasi orang-orang di sekitar kami. Sukses berarti kami telah sukses dalam passion kami masing-masing. Indonesia berarti kami merupakan orang-orang yang mencintai Indonesia.
Selama satu tahun kedepan merupakan sebuah proses pembelajaran bagi saya, kesempatan yang harus saya manfaatkan dengan baik. Saya sadar bahwa tantangan dalam proses belajar ini tidak mudah, bagaimana mempertahankan komitmen untuk menjadi pribadi yang siap dibentuk. Proses tidak mudah dan tidak selalu menyenangkan tapi bagaimana caranya agar saya bisa bertahan sampai titik akhir?
***
Kamu mahasiswa S1 di Jabodetabek dan ingin menjadi bagian dari Merry Riana Campus Ambassador Batch 3 (2015) ?
Follow kami di twitter: @komunitasmrca
Instagram: komunitasmrca
like Fanpage Facebook: Komunitas MRCA
dan Youtube channel kami di: KomunitasMRCA
serta kunjungi website kami: www.komunitasmrca.com
untuk tahu kegiatan-kegiatan kami dan dapatkan informasi seputar pendaftaran MRCA batch 3 di social media kami. Sampai jumpa di MRCA 2015!
Label:
merryriana,
motivasi,
mrca2014
Merry Riana & Alva Tjenderasa - My Best Mentor
Friends, tahukah kamu siapa wanita cantik diatas? Ya, benar!
Dia adalah Merry Riana, seorang Pengusaha, TV & Radio Host serta Motivator wanita nomor 1 di Indonesia dan Asia.
Hanya dalam waktu yang singkat, 4 tahun sejak kelulusannya, Merry Riana telah mendapatkan penghasilan lebih dari 1 Juta Dolar melalui bisnisnya. Berbekal dari sebuah mimpi bahwa ia ingin hidup dengan kebebasan finansial sebelum usianya 30 tahun telah menjadikan dirinya wanita yang tangguh dalam menghadapi lika-liku dunia usaha. Akhirnya, ia berhasil meraih 1 juta dolar pertamanya pada usianya yang ke- 26 tahun.
Saat ini, Merry Riana kembali ke Indonesia untuk mewujudkan resolusi selanjutnya yakni untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Indonesia. Oleh karena itu, Merry Riana banyak memberikan seminar motivasi, menjadi host di The Merry Riana Show di Sonora FM (tayang tiap Jumat jam 07.00-08.00 WIB dan tayangan ulangnya tiap Selasa jam 19.00-20.00 WIB), menjadi host Michael Merry Menginspirasi di RCTI (tayang tiap hari Rabu pertama setiap bulannya), mendirikan Komunitas belajar Merry Riana Campus Ambassador serta menerbitkan buku-buku bestseller.
Buku-buku yang telah diterbitkan antara lain:
1. A Gift From A friend
A Gift From A Friend diterbitkan pada bulan Juli 2006 dan dalam bulan pertama peluncurannya, telah berhasil masuk ke dalam daftar ‘Best-Seller’ di toko-toko buku ternama di Singapura & Indonesia. A Gift From A Friend sudah diterjemahkan dan tersedia dalam 7 bahasa untuk menjangkau lebih banyak pembaca di pasar regional. Selain bahasa Indonesia, juga tersedia dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, Vietnam, Tagalog dan Myanmar.
2. Mimpi Sejuta Dolar
"You can take me out from Indonesia, but you can't never take Indonesia out from me."
Buku Mimpi Sejuta Dolar ditulis oleh penulis biografi ternama di Indonesia yaitu, Alberthiene Endah dan diterbitkan pada tahun 2010. Dalam buku ini menggambarkan perjuangan Merry Riana menjalani hidup sebagai mahasiswi di NTU Singapura hingga akhirnya berhasil mendapatkan 1 juta dolar pertamanya.3. Sejuta Dolar
Buku Sejuta Dolar merupakan buku motivasi sepanjang tahun (365 hari) berbentuk untik, yaitu seperti tumpukan uang dolar. Dalam buku ini terdapat petikan kata-kata motivasi yang diambil dari buku sebelumnya Mimpi Sejuta Dolar.
4. Langkash Sejuta Suluh
"Be proud of Indonesia and make Indonesia proud of you."
Buku ini baru diterbitkan pada 7 Februari 2014 yang lalu sebagai sekuel dari buku Mimpi Sejuta Dolar yang sudah diterbitkan lebih dahulu. Langkah Sejuta Suluh ditlis oleh Clara Ng, seorang penulis berbakat di Indonesia. Dalam buku ini mengisahkan perjuangan Merry Riana dalam membangun bisnisnya hingga sukses seperti sekarang ini, ada juga beberapa adegan romantis antara dirinya dengan Alva Tjenderasa suaminya.***
Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas belajar yang didirikannya, yakni Merry Riana Campus Ambassador. Selama setahun kedepan saya akan dimentori oleh Miss Merry Riana dan suaminya Mr. Alva Tjenderasa secara intensif tanpa dipungut biaya apapun. Terima kasih my best mentors Miss Merry & Mr. Alva. :)
Label:
merryriana,
motivasi,
mrca2014
Rekoleksi Pembina BIA Se- Dekenat Tangerang
*Naskah untuk Majalah Terang*
Pada hari Minggu, 23 Februari 2014 yang lalu Bina Iman Anak HSPMTB beserta beberapa perwakilan dari BIA lingkungan dan wilayah mengikuti Rekoleksi Pembina BIA se-Dekenat Tangerang di Gereja St. Odilia, Citra Raya. Rekoleksi Pembina BIA se-Dekenat Tangerang merupakan kegiatan rutin yang diadakan Dekenat Tangerang setiap tahun. Tahun ini, Rekoleksi mengangkat tema “Kuasa Allah Menyertai Pelayanan Kami”. Meskipun beberapa daerah di Tangerang dilanda banjir, para pembina BIA tetap menghadiri rekoleksi tersebut dengan semangat yang luar biasa. Para pembina BIA berkumpul di paroki untuk berangkat bersama menuju Gereja St. Odilia. Acara rekoleksi dimulai tepat waktu, diawali dengan puji-pujian, doa pembuka dan kata sambutan yang diberikan oleh Ibu Elisabeth Mila selaku Koordinator BIA se-Dekenat Tangerang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Materi yang dibawakan oleh Romo Felix Suprapto, SS.CC. Romo Felix mengawali sesinya dengan sebuah sharing tentang pengalaman hidupnya menjadi seorang Pastor. Beliau menyampaikan bahwa alasan utama ia menjadi seorang Pastor adalah berkat teladan dari guru sekolah minggunya yang selalu menyertai perjalanannya hingga setelah menjadi Pastor. Melalui kisahnya, Romo Felix ingin menunjukkan betapa pentingnya peran seorang pembina BIA dalam kehidupan Kristiani seorang anak hingga mendapatkan panggilannya. Romo Felix kemudian memulai materinya seputar kasih yang mengalahkan segala godaan dalam pelayanan. Patut disadari bahwa dalam pelayanan, pembina BIA tak luput dari godaan-godaan hidup baik itu godaan materi, keinginan daging, kesalahpahaman dan perselisihan. Namun dengan kasih yang sejati, kita bisa mengalahkan godaan-godaan tersebut. Untuk bisa melayani dengan kasih, para pembina BIA diajak untuk mensyukuri karya Allah, menyadari bahwa dalam pelayanan kita harus siap untuk memberi, siap untuk tersakiti serta dikecewakan, serta memohon kasih karunia Allah. Romo Felix mengingatkan para pembina BIA agar tidak mudah menyerah apalagi muntaber (mundur tanpa berita).
Selesai Materi I, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam kelompok yang sudah ditentukan agar pembina BIA dapat saling sharing mengenai pengalamannya melayani di BIA. Sharing kelompok diakhiri dengan saling memberi tanda salib antar anggota kelompok dengan makna saling menguatkan satu sama lain di dalam pelayanan. Sesi selanjutnya merupakan refleksi diri yang dibawakan oleh Romo Felix. Para pembina BIA diajak untuk berefleksi pada pengalaman melayani terutama bila pembina BIA memiliki beban-beban berat yang telah ditanggungnya. Di akhir sesi kedua, Romo Felix berkeliling sambil membawa salib, dimana masing-masing pembina BIA akan mencium kaki Yesus di salib dan diharapkan pembina BIA melepaskan beban beratnya pada Yesus dan berpasrah pada kehendak Tuhan.
Acara rekoleksi kemudian dilanjutkan dengan misa bersama yang juga dipimpin oleh Rm. Felix dan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Para pembina BIA kemudian berfoto bersama dan pulang ke paroki masing-masing. Semoga melalui rekoleksi ini, para pembina BIA semakin melayani dengan kasih dan semangat yang besar. Tuhan memberkati!
Pada hari Minggu, 23 Februari 2014 yang lalu Bina Iman Anak HSPMTB beserta beberapa perwakilan dari BIA lingkungan dan wilayah mengikuti Rekoleksi Pembina BIA se-Dekenat Tangerang di Gereja St. Odilia, Citra Raya. Rekoleksi Pembina BIA se-Dekenat Tangerang merupakan kegiatan rutin yang diadakan Dekenat Tangerang setiap tahun. Tahun ini, Rekoleksi mengangkat tema “Kuasa Allah Menyertai Pelayanan Kami”. Meskipun beberapa daerah di Tangerang dilanda banjir, para pembina BIA tetap menghadiri rekoleksi tersebut dengan semangat yang luar biasa. Para pembina BIA berkumpul di paroki untuk berangkat bersama menuju Gereja St. Odilia. Acara rekoleksi dimulai tepat waktu, diawali dengan puji-pujian, doa pembuka dan kata sambutan yang diberikan oleh Ibu Elisabeth Mila selaku Koordinator BIA se-Dekenat Tangerang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Materi yang dibawakan oleh Romo Felix Suprapto, SS.CC. Romo Felix mengawali sesinya dengan sebuah sharing tentang pengalaman hidupnya menjadi seorang Pastor. Beliau menyampaikan bahwa alasan utama ia menjadi seorang Pastor adalah berkat teladan dari guru sekolah minggunya yang selalu menyertai perjalanannya hingga setelah menjadi Pastor. Melalui kisahnya, Romo Felix ingin menunjukkan betapa pentingnya peran seorang pembina BIA dalam kehidupan Kristiani seorang anak hingga mendapatkan panggilannya. Romo Felix kemudian memulai materinya seputar kasih yang mengalahkan segala godaan dalam pelayanan. Patut disadari bahwa dalam pelayanan, pembina BIA tak luput dari godaan-godaan hidup baik itu godaan materi, keinginan daging, kesalahpahaman dan perselisihan. Namun dengan kasih yang sejati, kita bisa mengalahkan godaan-godaan tersebut. Untuk bisa melayani dengan kasih, para pembina BIA diajak untuk mensyukuri karya Allah, menyadari bahwa dalam pelayanan kita harus siap untuk memberi, siap untuk tersakiti serta dikecewakan, serta memohon kasih karunia Allah. Romo Felix mengingatkan para pembina BIA agar tidak mudah menyerah apalagi muntaber (mundur tanpa berita).
Selesai Materi I, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam kelompok yang sudah ditentukan agar pembina BIA dapat saling sharing mengenai pengalamannya melayani di BIA. Sharing kelompok diakhiri dengan saling memberi tanda salib antar anggota kelompok dengan makna saling menguatkan satu sama lain di dalam pelayanan. Sesi selanjutnya merupakan refleksi diri yang dibawakan oleh Romo Felix. Para pembina BIA diajak untuk berefleksi pada pengalaman melayani terutama bila pembina BIA memiliki beban-beban berat yang telah ditanggungnya. Di akhir sesi kedua, Romo Felix berkeliling sambil membawa salib, dimana masing-masing pembina BIA akan mencium kaki Yesus di salib dan diharapkan pembina BIA melepaskan beban beratnya pada Yesus dan berpasrah pada kehendak Tuhan.
Acara rekoleksi kemudian dilanjutkan dengan misa bersama yang juga dipimpin oleh Rm. Felix dan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Para pembina BIA kemudian berfoto bersama dan pulang ke paroki masing-masing. Semoga melalui rekoleksi ini, para pembina BIA semakin melayani dengan kasih dan semangat yang besar. Tuhan memberkati!
Label:
terpublikasi
Selasa, 11 Februari 2014
UNGU: TERCIPTA UNTUKKU
After watching "You're The Apple of My Eyes" this midnight and I just remember this song, old song but touched. This film is his favourite ones and while watching this film, I consider the story has the same outline with my life (and him). So, maybe someday I'll see him marry other then my gift card will says "Happy Wedding to the apple of my eyes."
This song is so meaningful for us, maybe you forgot this song but I can't so I wanna share this song to you with my pleasure.
and here is the lyrics:
I can't never forget that years ago, he sang this song before he joined a competition. There's only both of us in the classroom and some best friends came in after that. No, no, no, don't think that it was his love declaration to me. He even never do that. I couldn't tell you much more, well it'll takes the entire of my tears. :')
I'm curious, does he still remember that moment?
Am I getting hurt? I was! But, once again this film (You,re the apple of my eyes) teaches us what the true love is, that... You'll be happy to see your love being happy.
With love,
@ichbinsisca
Jakarta, 11/02/2014
01:42 WIB
This song is so meaningful for us, maybe you forgot this song but I can't so I wanna share this song to you with my pleasure.
and here is the lyrics:
Ungu - Tercipta Untukku
Menatap indahnya senyuman diwajahmu
Membuatku terdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku
Banyak kata yang tak mampu
Kuungkapkan kepada dirimu...
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang menyakiniku
Kau tercipta untukku
sepanjang hidupku
Aku ingin engkau selalu
Hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang menyakiniku
Kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu
Memanggil seluruh ragaku
Ku ingin kau tahu ku selalu milikmu
Yang mencintaimu
Sepanjang hidupku..
I can't never forget that years ago, he sang this song before he joined a competition. There's only both of us in the classroom and some best friends came in after that. No, no, no, don't think that it was his love declaration to me. He even never do that. I couldn't tell you much more, well it'll takes the entire of my tears. :')
I'm curious, does he still remember that moment?
Am I getting hurt? I was! But, once again this film (You,re the apple of my eyes) teaches us what the true love is, that... You'll be happy to see your love being happy.
With love,
@ichbinsisca
Jakarta, 11/02/2014
01:42 WIB
Label:
special
Kamis, 23 Januari 2014
Prolog Calon Buku Baru :p
Prolog
Satu.
Cukup satu orang yang bisa
membuatku jatuh cinta dan bertahan selama bertahun-tahun. Dia. Dia itu kamu
yang mungkin saat ini sedang membaca buku ini. Maafkan atas kelancanganku yang
tanpa seijinmu menuliskan kisah kita – entah apakah kita itu pernah terjadi
atau tidak. Sungguh, aku hanya ingin membagikan kebodohanku yang sampai hari
ini pun tak bisa melepaskanmu dari hati dan pikiranku; setiap kali ku dengar
nama yang sama dengan namamu, setiap kali aku melakukan hal-hal yang pernah
kita lakukan bersama, setiap kali aku berada ditempat kita pernah berada,
bahkan otakku selalu penuh memori setiap kali hujan datang membasahi bumi.
Aku ingin hanya ada kita dalam
buku ini. Ternyata aku pun tak bisa menghapuskan mereka dari kehidupan yang
terbentuk diantara kita saat itu maupun saat ini. Aku tak sanggup menuliskan
namanya yang pernah berada disisimu dan mungkin juga masih mendampingimu hingga
sekarang. Meskipun begitu, aku ingin setiap orang yang membaca buku ini
mengetahui kehadirannya diantara kita. Aku bahkan sudah siap dicap sebagai
orang bodoh – kenyataannya memang aku bodoh – karena menerbitkan buku ini
berarti aku belum bisa move on darimu. Mungkin.
Tahukah kamu? Menulis merupakan
suatu bentuk keabadian. Mungkin suatu saat nanti aku akan hidup mandiri tanpa
bayang-bayang dirimu, tapi aku tak ingin kenangan tentangmu hilang begitu saja.
Biarkan kenangan ini akan abadi melalui karya sederhana yang kutuliskan ini,
jangan halangi aku untuk menuliskan kisah kita ini karena hakmu untuk
mencegahku telah berakhir sejak pertama kalai kau putuskan untuk pergi. Menulis
buku ini seperti menyuntikkan jarum infus ke dalam venaku, sungguh rasanya
menyakitkan harus membuka kembali memori-memori itu. Namun aku berharap
setelahnya aku bisa sembuh dari segala sakit penyakit, ketidakikhlasan,
kehilangan, mungkin juga cinta. Jika selepas menulis buku ini, aku bisa dengan
ikhlas melepasmu, wah puji Tuhan sekali, karena sampai sekarang pun rasanya
sulit kehilangan sosok sepertimu.
Apa kabarmu saat ini disana? Aku
rindu dan selalu merindukanmu. Meskipun begitu aku cukup cerdas untuk terus
mengamatimu dari jauh. Aku tahu, meskipun terkadang sulit mendapatkan
informasi-informasi itu karena tipikalmu yang jarang berinteraksi lewat media
sosial. Bukan, bukan berarti aku bilang kau kuper apalagi gaptek. Kamu bahkan
bisa menciptakan media sosial sendiri jika kamu mau, kan? Kamu terlalu pandai
untuk menghabiskan waktumu di media sosial. Waktumu terlalu berharga untuk
digunakan tanpa menghasilkan apa-apa. Berjam-jam kamu bertahan di depan
komputermu, tapi imanmu kuat sekali untuk tidak sedikitpun berselancar di
sosial media yang sedang digandrungi anak-anak muda seusia kita kala itu. Ya,
itulah kamu menurut kacamataku. Kamu yang begitu apa adanya. Ah, niat
menyampaikan rinduku terlalu panjang rupanya sampai aku mengisahkan tentangmu
yang harusnya ada di bagian dalam buku ini. Hihihi. Baiklah, selamat menikmati
kembali kisah kita, semoga kamu masih ingat seluruhnya ya agar aku tak kau
sangka mengarang cerita ini.
Salam rindu dariku padamu.
Jumat, 17 Januari 2014
I'm 22 Now!
So, 27 Desember yang lalu gw sudah memasuki tahap yang baru dari hidup. Istilahnya naik satu tingkat lagi. Now, I'm 22 and let me sing a song from Taylor Swift "22"
Yap, that song really describe me who I am now. This year is so special. You can guess what on my last post.
Yuhuuu, I got the best present ever for my birthday 'cause this year I'm chosen as one of 60 best students in Jabodetabek to be a part of Merry Riana Campus Ambassador 2014.
Other things; many presents and surprises came from my friends. Thank you for KHS Crew: Tesa, Grace, Hagay, Lola, Kombo, Pines for the present (The cake, doll, bath equipments, watch, shoe organizer, christian photo frame. Thanks a lot!
Thanks also for BIA HSPMTB for presents, surprise and celebrations. Hihihi. Thanks all for the cake, emak lidya for the doll, cimet for water bottle, wulan for hourglass, kembar for the doll. I'm blessed around all of you.
But, the most happiness in my birthday this year is that I'm still celebrate it with all of you for years. Thanks for staying next to me as my friends 'cause friendship isn't about who the longest, who comes first, who cares the most, but friendship is about who's come and never leave away.
This year is special, so special.
Though...
I live this one more year with questions:
* What I've done so far?
* What will I do after this?
* What's the meaning of "live" the "life"?
* Can I reach my goals this year?
* Can I fix my character to be better?
* ...
***
22
It feels like a perfect night to dress up like hipsters
And make fun of our exes, uh uh uh uh
It feels like a perfect night for breakfast at midnight
To fall in love with strangers uh uh uh uh
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely at the same time
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the deadlines, it's time uh uh
I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22
It seems like one of those nights
This place is too crowded too many cool kids
It seems like one of those nights
We ditch the whole scene and end up dreaming instead of sleeping
Yeaaaah
We're happy free confused and lonely in the best way
It's miserable and magical oh yeah
Tonight's the night when we forget about the heartbreaks, it's time uh uh
I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22
I don't know about you, 22, 22
It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you
I don't know about you but im feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22
Dancing like 22, yeah, 22, yeah yeah
It feels like one of those nights
We ditch the whole scene
It feels like one of those nights
We won't be sleeping
It feels like one of those nights
You look like bad news I gotta have you, I gotta have you
Yap, that song really describe me who I am now. This year is so special. You can guess what on my last post.
Yuhuuu, I got the best present ever for my birthday 'cause this year I'm chosen as one of 60 best students in Jabodetabek to be a part of Merry Riana Campus Ambassador 2014.
Other things; many presents and surprises came from my friends. Thank you for KHS Crew: Tesa, Grace, Hagay, Lola, Kombo, Pines for the present (The cake, doll, bath equipments, watch, shoe organizer, christian photo frame. Thanks a lot!
Thanks also for BIA HSPMTB for presents, surprise and celebrations. Hihihi. Thanks all for the cake, emak lidya for the doll, cimet for water bottle, wulan for hourglass, kembar for the doll. I'm blessed around all of you.
But, the most happiness in my birthday this year is that I'm still celebrate it with all of you for years. Thanks for staying next to me as my friends 'cause friendship isn't about who the longest, who comes first, who cares the most, but friendship is about who's come and never leave away.
This year is special, so special.
Though...
I live this one more year with questions:
* What I've done so far?
* What will I do after this?
* What's the meaning of "live" the "life"?
* Can I reach my goals this year?
* Can I fix my character to be better?
* ...
***
Label:
birthday,
sekapur sirih,
something,
special
A Day with Miss Merry Riana and Now Here I Am
Banyak hal menarik yang terjadi di sepanjang tahun 2013 dan terkadang saya lebih suka menyimpannya sendiri tanpa perlu dipublikasikan. Namun, ada satu hari yang sangat mengesankan bagi saya sebagai penutup tahun 2013: 17 Desember 2013. Begitu banyak memori yang masih melekat di pikiran saya dan saya pikir akan lebih berguna bila saya membagikan pengalaman tersebut dalam blog ini.
17 Desember 2013 yang lalu saya mengikuti Seleksi Tahap Akhir pemilihan Merry Riana Campus Ambassador 2014 di APL Tower, Central Park. Merry Riana adalah seorang tokoh motivator wanita no.1 di Asia, seorang artis, presenter, penyanyi dan juga pengusaha yang sukses. Di usianya yang ke 26 tahun, ia telah meraih penghasilan sebesar 1 juta dolar Singapura berkat sebuah mimpinya. Pada usianya yang ke-20, Merry Riana bermimpi untuk bisa bebas dari segala kesulitan finansial sebelum berusia 30 tahun dan ia berhasil mewujudkan mimpinya tersebut di usianya yang ke-26. Pada usianya yang ke-30 tahun, Merry Riana memiliki resolusi baru yaitu untuk menginspirasi 1 juta orang di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukannya untuk mewujudkan resolusi tersebut adalah dengan mengadakan Merry Riana Campus Ambassador (MRCA) yang merupakan sebuah program mentoring gratis untuk mahasiswa di Jabodetabek. Kegiatan mentoring tersebut dilakukan langsung oleh Merry Riana dan Pak Alva, suaminya.
Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya MRCA. Seperti angkatan sebelumnya, hanya dipilih 60 mahasiswa terbaik se-Jabodetabek yang akan dimentori langsung oleh Merry Riana. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pendaftar berjumlah sekitar 1500 orang, tahun ini jumlah pendaftar MRCA 2014 berjumlah 3000 pendaftar. Sungguh sebuah persaingan yang ketat untuk bisa menjadi 60 mahasiswa terbaik yang beruntung tersebut.
Saya sendiri sudah mengenal Merry Riana sejak 2 tahun lalu sebelum diselenggarakannya MRCA Batch 1, saat itu saya belum pede untuk mendaftar. Tahun ini, saya putuskan untuk mendaftar karena ini merupakan tahun terakhir saya menjadi mahasiswa, I think I should do the best, the right one. Seleksi tahap pertama merupakan seleksi CV, ada sekitar 3000-an pendaftar dan diseleksi menjadi 400 orang. Pada tahap kedua diberikan 5 pertanyaan yang harus dijawab seputar Merry Riana, dari seleksi tahap 2 ini akan dipilih 200 orang. Lolos dari tahap kedua, saya mengikuti seleksi tahap ketiga, jujur seleksi ini cukup menyulitkan saya. Saya diminta untuk membuat video tentang "Aku & Merry Riana" berdurasi sekitar 3 menit yang harus diupload ke youtube. Dalam email tersebut dikatakan bahwa penilaian akan dilakukan berdasarkan isi sharing, energi, kreativitas dan hasil akhir. Yang menyulitkan adalah waktu yang diberikan cukup singkat, sekitar 1 atau 2 hari kalau tidak salah. Alhasil video yang saya buat sangat sederhana, tanpa editing, namun saya coba menguatkan video tersebut dari isi sharing dan energi yang saya keluarkan ketika berbicara. And, it worked! Check out my video here:
Thank you Lord! Akhirnya saya sampai di seleksi tahap akhir. Peserta harus datang dengan office suit pada 17 Desember di APL Tower Central Park dari pukul 10.00-18.00 WIB. Bisa bayangkan seleksi seperti apa yang berlangsung selama 6 jam itu? Awalnya saya pikir itu hanya interview biasa, ternyata sungguh seleksinya cukup berat. Pertama, seleksi dilakukan langsung oleh Miss Merry dan Mr Alva, dibantu oleh beberapa MRCA Batch 1 dan team MRI (Merry Riana Indonesia). Peserta yang hadir lebih dari 200 orang, mungkin sekitar 217 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Saya termasuk ke dalam kelompok 4. Kedua, waktu seleksi yang lama itu sangat menguras tenaga apalagi perjalanan bolak-balik Depok-Jakarta Barat yang cukup melelahkan. Ketiga, persaingan yang ketat antar peserta, dari ke 200 peserta semuanya potensial, berbakat dan saling berlomba menunjukkan "their best self". Saya pun begitu karena tidak mau usaha saya selama ini sia-sia :)
Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi langsung oleh Miss Merry. Diawali oleh semangat dan yel-yel MRCA, Merry Riana menularkan semangat berjuang bagi para kandidat MRCA. Merry Riana juga mengingatkan satu pesan untuk menjadi BAM! "Be Always Memorable". Setelah pembagian kelompok dan mentor (masing-masing kelompok mendapat 2 mentor, kala itu mentor saya adalah Kak Kiky dan Kak Sandy), dimulailah Sesi I. Sesi I diawali dengan memperkenalkan diri masing-masing peserta dan motivasi mengikuti MRCA, lalu dilanjutkan dengan menganalogikan diri kita masing-masing sebagai hewan di masa kini dan di masa yang akan datang. Kala itu saya menganalogikan diri saya yang sekarang sebagai Kambing dan diri saya di masa yang akan datang sebagai Kuda. Tidak perlu saya jelaskan alasannya ya :) Kalau kamu pilih hewan apa? Tiap kali presentasi, masing-masing peserta hanya diberi waktu 1 menit, jadi kita harus bicara yang singkat, padat, jelas dan tepat sasaran! Jangan sampai merugikan teman kelompok kita yang lain sampai tidak bisa presentasi.
Sesi II, merupakan sesi kelompok dimana masing-masing kelompok harus membuat suatu keputusan. Miss Merry memberikan 2 keadaan yang harus dipilih:
"Ada 2 rel, satu tidak digunakan dan satunya digunakan, pada rel yang tidak digunakan ada 2 anak kecil sedang bermain. Dan pada rel yang digunakan ada 3 anak kecil. Kereta akan melaju dengan segera. Mana yang harus dipilih, apakah membiarkan kereta pada jalurnya (menabrak 3 anak kecil) atau berpindah jalur (menabrak 2 anak kecil)?"
Apapun jawabannya, satu hal yang penting yang disampaikan Miss Merry:
"What is right isn't always be popular and what is popular isn't always right."
Selesai Sesi II, diberi waktu untuk ishoma dalam waktu yang singkat, hanya sekitar 45 menit dan kita diminta untuk on time kembali ke tempat acara untuk memulai sesi III. Dalam Sesi III, kita bermain games dalam kelompok yang menguji kekompakkan kelompok tersebut. Kelompok 4 waktu itu salah 2 pertanyaan. :p Setelahnya, ada sesi terakhir yaitu sesi yang paling menegangkan. Tiap kelompok kecil dibuat menjadi kelompok besar, dimana 1 kelompok besar terdiri atas 2 kelompok kecil. Kelompok 4 menjadi satu kelompok dengan kelompok 3, dan ada beberapa anggota kelompok yang ditukar posisinya. Ada apa dengan sesi terakhir? Saat itu kak Sandy hanya berpesan "Do your best!"
Ternyata, sesi terakhir adalah sesi interview. Untuk kelompok besar 1 (kelompok kecil 1 dan 2) diinterview langsung oleh Miss Merry dan untuk kelompok besar 2, kelompok saya diinterview langsung oleh Pak Alva. Entah bisa dibilang beruntung atau tidak karena kelompok besar 3, 4 dan 5 diseleksi oleh MRCA Batch 1. Rasanya? Jangan ditanya, pasti campur aduk: Senang sekaligus bangga bisa diinterview langsung oleh Pak Alva, gugup, nervous, takut seakan-akan mau disidang dan rasanya hidup dan matinya seluruh perjuangan di MRCA ada di detik itu juga. Sebelum sesi interview dimulai, Pak Alva memberikan pesan yang intinya:
"Do your best, tunjukkan apa yang membuat kami harus memilih kamu sebagai MRCA. Kalau di kelompok tadi kamu masih malu-malu, lupakan. Ini kesempatan terakhir, keluarkan semua potensimu, tunjukkan prestasi kamu, jangan takut disebut sombong karena saat ini kalian sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik."
Saat itu saya tidak langsung maju, saya berpikir apa yang harus saya katakan di depan Pak Alva. Ketika maju, rasa nervous semakin menjadi-jadi dan semua yang ingin saya katakan ternyata tidak cukup karena waktu yang diberikan hanya 1 menit. Saya kembali ke tempat duduk dengan perasaan menyesal. I thought I didn't do my best. But I always hope for the best. Ternyata pengumumannya tidak langsung diumumkan. Satu hal unik yang saya pikirkan; waktu itu saya sudah membawa semua buku Merry Riana yang saya punya dan berniat minta tanda tangan dan foto bersama. Tapi hal itu tidak saya lakukan dengan harapan saya bisa terpilih menjadi MRCA jadi saya akan punya banyak waktu untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama beliau. What a good mindset, isn't it? Di akhir acara, Miss Merry mengajak semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingatkan saya pada quote dalam bukunya:
"You can take me out from Indonesia, but you can't take Indonesia out from me." *Proud*
She also said:
"Mungkin banyak dari kalian yang akan dikecewakan. Tapi kegagalan bukan akhir segalanya. Lebih baik gagal daripada tidak pernah tahu rasanya berjuang. Usaha yang baik akan memberikan hasil yang baik. Jika kali ini hasilnya masih belum baik, maka artinya perjuangan belum selesai. Best of luck for us!"
***
Dan pada tanggal 3 Januari yang lalu saya menemukan account twitter MRCA2014. Wah saya pikir saya ga lolos nih, karena ga terima email apapun. Saking penasarannya, saya cek spam email dan... *jreng jreng jreng* I'M CHOSEN TO BE A PART OF MRCA 2014! Ternyata emailnya masuk spam tertanggal 28 Desember 2013. Oh Thank you Lord! Untung bacanya belum telat ya, monthly meeting pertamanya masih tanggal 25 Januari. Hihihi :) So, this is where I am now as a part of MRCA, chosem from 3000 applicants as 60 best and lucky students in Jabodetabek. Thank you so much Miss Merry, Mr Alva, MRCA Batch 1 and MRI team for choosing me. I consider this as the best present ever for my birthday. It's priceless! Once again, tons of thanks! And welcome my new family of MRCA 2014 :) {}
Group 4 at Final Selection MRCA 2014 with Miss Merry Riana
Photo by Fentra.
Label:
merryriana,
motivasi,
mrca2014,
pengalaman,
quote,
sekapur sirih,
something,
special,
the chosen
Selasa, 26 November 2013
Time Flies So Fast
View this video first:
This is about friendship and this is about dreams. It was 3 years later, we are in our last grade now. Some of us stay while others left. I don't regret the meeting, life is how you learn to understand each others, right?
Since we're in our last grade now, I just think about how long we've through this 3 years together: happiness, sadness, failure, misunderstanding, maturation, etc. And, yes! This 3 years are never easy. Friendship is not easy.
We are facing our seminar in this 2 weeks ahead, doing our thesis in our last semester and finally wear the gown. Presently, we will reach our dreams, having graduation together.
I can't believe this will happen soon in my life. I can't wait the moment.
One thing I think:
" Will this friendship still the same after the graduation day? I want to settle for them. "
Now, wish me luck for my seminar, hope everything runs well.
***
This is about friendship and this is about dreams. It was 3 years later, we are in our last grade now. Some of us stay while others left. I don't regret the meeting, life is how you learn to understand each others, right?
Since we're in our last grade now, I just think about how long we've through this 3 years together: happiness, sadness, failure, misunderstanding, maturation, etc. And, yes! This 3 years are never easy. Friendship is not easy.
We are facing our seminar in this 2 weeks ahead, doing our thesis in our last semester and finally wear the gown. Presently, we will reach our dreams, having graduation together.
I can't believe this will happen soon in my life. I can't wait the moment.
One thing I think:
" Will this friendship still the same after the graduation day? I want to settle for them. "
Now, wish me luck for my seminar, hope everything runs well.
***
Sedikit Bernostalgia dengan KUIN
Kunjungan industri adalah program kerja tahunan Senat Mahasiswa di Fakultas saya, dalam satu periode diadakan 2 kali kunjungan industri. Pada senat periode 2012/2013 yang baru saja berakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi Sie. Acara dari acara kunjungan industri ini. Kunjungan ini kami lakukan ke:
Kunjungan Industri I (KUIN I): Februari 2013
Hari 1: PT. Ristra Indolab
Hari 2: PT. Ristra Indolab
Hari 3: Pembibitan PT. Mustika Ratu
Ketiga perusahaan tersebut merupakan industri kosmetik yang terkenal di Indonesia. Terimakasih atas pengetahuan yang telah disharingkan, kami menjadi tahu bagaimana produksi, QC, QA, RnD sebuah perusahaan kosmetik di Indonesia.
Kunjungan Industri II (KUIN II): Juni 2013
Hari 1: PT. Coca Cola Amatil Indonesia
Hari 2: PT. Indofood Industries
PT. Kemangfood Indonesia
Hari 3(Rute A): PT. Yakult Indonesia
PT. Otsuka Indonesia
(Rute B): PT. Djojonegoro
PT. Otsuka Indonesia
Hari 4 (Rute A): PT. Sinar Sosro Indonesia
(Rute B): PT. Charoen Phokphand Indonesia
Kesemua perusahaan tersebut merupakan produsen makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia. Terima kasih atas kesediaannya menerima kunjungan kami.
Di tahun ini, panitia mendapatkan kesulitan dalam menghubungi industri farmasi, semoga di KUIN tahun depan bisa terlaksana. Ini video singkat KUIN I - II yang dibuat teman saya, selamat menonton :)
Kunjungan Industri I (KUIN I): Februari 2013
Hari 1: PT. Ristra Indolab
Hari 2: PT. Ristra Indolab
Hari 3: Pembibitan PT. Mustika Ratu
Ketiga perusahaan tersebut merupakan industri kosmetik yang terkenal di Indonesia. Terimakasih atas pengetahuan yang telah disharingkan, kami menjadi tahu bagaimana produksi, QC, QA, RnD sebuah perusahaan kosmetik di Indonesia.
Kunjungan Industri II (KUIN II): Juni 2013
Hari 1: PT. Coca Cola Amatil Indonesia
Hari 2: PT. Indofood Industries
PT. Kemangfood Indonesia
Hari 3(Rute A): PT. Yakult Indonesia
PT. Otsuka Indonesia
(Rute B): PT. Djojonegoro
PT. Otsuka Indonesia
Hari 4 (Rute A): PT. Sinar Sosro Indonesia
(Rute B): PT. Charoen Phokphand Indonesia
Kesemua perusahaan tersebut merupakan produsen makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia. Terima kasih atas kesediaannya menerima kunjungan kami.
Di tahun ini, panitia mendapatkan kesulitan dalam menghubungi industri farmasi, semoga di KUIN tahun depan bisa terlaksana. Ini video singkat KUIN I - II yang dibuat teman saya, selamat menonton :)
***
ps: Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama perusahaan. Bila ada konfirmasi, akan segera saya perbaiki. Terima kasih.
Label:
apoteker,
farmasi,
project,
sekapur sirih,
video
Senin, 25 November 2013
I Love This Song!
Maybe you've known this song already: Wedding Bells by Depapepe. But this time I just love this song, especially this accoustic version. How romantic it is. We *me and my future man* wish this song will be played on our wedding. Close your eyes and listen it with your heart. <3 p="">
3>
- Love -
3>
- Love -
Label:
sekapur sirih,
video
Rabu, 11 September 2013
24 Things to Remember
24 things to remember...
and one thing to never forget
Your presence is a present to the world
You're unique and one of a kind
Your life can be what you want it to be
Take the days just one at time
Count your blessings, not your troubles
You'll make it through whatever comes along
Within you are so many answers
Understand, have courage, be strong.
Don't put limits on yourself
So many dreams are waiting to be realized
Decisions are too important to leave to chance
Reach for your peak, your goal, and your prize
Nothing wastes more energy than worrying
The longer one carries a problem, the heavier it gets
Don't take things too seriously
Live a life of serenity, not a life of regrets
Remember that a little love goes a long way
Remember that a lot... goes forever
Remember that friendship is a wise investment
Life's treasures are people... together
Realize that it's never too late
Do ordinary things in an extraordinary way
Have health and hope and happiness
Take the time to wish upon a star
And don't ever forget...
For even a day...
HOW VERY SPECIAL YOU ARE !
-unknown-
***
and one thing to never forget
Your presence is a present to the world
You're unique and one of a kind
Your life can be what you want it to be
Take the days just one at time
Count your blessings, not your troubles
You'll make it through whatever comes along
Within you are so many answers
Understand, have courage, be strong.
Don't put limits on yourself
So many dreams are waiting to be realized
Decisions are too important to leave to chance
Reach for your peak, your goal, and your prize
Nothing wastes more energy than worrying
The longer one carries a problem, the heavier it gets
Don't take things too seriously
Live a life of serenity, not a life of regrets
Remember that a little love goes a long way
Remember that a lot... goes forever
Remember that friendship is a wise investment
Life's treasures are people... together
Realize that it's never too late
Do ordinary things in an extraordinary way
Have health and hope and happiness
Take the time to wish upon a star
And don't ever forget...
For even a day...
HOW VERY SPECIAL YOU ARE !
-unknown-
***
Label:
motivation,
something,
special,
the chosen
To My Loved One On His Day
I used to send these three poems for someone special on his birthday. He is the only one I gave a poem. Well, I found these poems from google (I forgot to noticed the poet. So, if one of these poems is yours, just tell me). I wasn't confident to send him my own poems so I searched it on google and I felt in love with these poems. I combined 3 poems to be one. Check it out:
***
To My Beloved One On His Day
To my loved one on his day:
Over you may sunshine reign!
May the west wind weary wane
Yielding to your right-of-way
Let me let you see your smile
On all the mirrors of your face
Vying for the flavored place
***
Happy Birthday
Today's your birthday
What can I say?
To let you know how special you are to me
And show you to that place in my heart
Where my love for you always will be,
There forever engraved, cherished and saved,
No other love has even come close
***
I Want to Say I Love You On Your Birthday
I want to say I love you on your birthday
Though love is something you don't want from me
Things didn't go so well when I last said it
And so I'll keep it silent in my heart
But how the words reverberate within me!
A song that I must struggle not to sing
A music I must dance to without motion
***
Sent: March 18th, years ago, via facebook message
Note: If you are the one I ever send these poems to you, how lucky you are! Because I never send any poems to others (until now, maybe there's another someday).
***
To My Beloved One On His Day
To my loved one on his day:
Over you may sunshine reign!
May the west wind weary wane
Yielding to your right-of-way
Let me let you see your smile
On all the mirrors of your face
Vying for the flavored place
***
Happy Birthday
Today's your birthday
What can I say?
To let you know how special you are to me
And show you to that place in my heart
Where my love for you always will be,
There forever engraved, cherished and saved,
No other love has even come close
***
I Want to Say I Love You On Your Birthday
I want to say I love you on your birthday
Though love is something you don't want from me
Things didn't go so well when I last said it
And so I'll keep it silent in my heart
But how the words reverberate within me!
A song that I must struggle not to sing
A music I must dance to without motion
***
Sent: March 18th, years ago, via facebook message
Note: If you are the one I ever send these poems to you, how lucky you are! Because I never send any poems to others (until now, maybe there's another someday).
Kamis, 05 September 2013
Day 3 (Marathon in Day 5): Letter for 60 years old ME
Dear Sisca,
Hei apa kabar? Maafkan aku yang berjanji untuk menulis surat padamu 3 hari yang lalu. Mohon maafkan :( Bukan berarti aku lupa padamu, pada diriku sendiri. Tentu saja aku ingat padamu. Ah, kumohon jangan marah begitu. Aku tahu aku terlalu menyibukkan diriku dengan berbagai banyak hal, dan kuyakin kamu juga tahu alasannya. Namun saat itu aku belum sadar bahwa beban-beban aktivitas dan segala rasa lelah itu kini amat nampak diwajahmu. Lihatlah tampak banyak kerutan diwajahmu di usia yang ke 60 ini.
Hampir lupa, ijinkan aku mengucapkan selamat padamu karena telah berhasil melewati lebih dari setengah abad usiamu di dunia ini. Selamat, karena itu artinya kamu berhasil melawan godaan untuk mengakhiri hidupmu sebelum waktunya tiba. Selamat, karena itu berarti kamu berhasil mengatasi permasalahan-permasalahan dalam hidup dan aku yakin saat ini kamu pasti sudah lebih bijak dalam menyikapi hidup.
Oh ya, apa kabar anak-anak dan cucu-cucumu? Aku yakin mereka cantik-cantik dan tampan-tampan, ya meskipun di masa yang sekarang ini masihlah rahasia bagiku untuk mengetahui siapakah pria beruntung yang berhasil mendapatkan hatimu. Ya, hatiku juga. Hihihi. Rasanya lucu sekali menulis surat ini, seperti sedang berbicara dengan diriku sendiri. Padahal memang begitulah sesungguhnya.
Kamu pasti juga sudah berhasil mendidik anak-anakmu dengan baik yah? Mereka sukses pastilah karenamu dan suamimu. Apakah diusiamu yang ke-60 ini kamu masih direpotkan oleh anakmu untuk menjaga anak-anak mereka? Hei aku penasaran dengan cucu-cucuku, apakah mereka sama lucu dan pintarnya dengan anak-anak sekolah minggu yang ku ajar saat ini? Ah, seandainya saja Tuhan mengijinkan aku bertemu dengan kalian walau sebentar. Aku ingin tahu juga keadaan di masa depan seperti apa, sepertinya lebih canggih ya?
Nanti kusisakan handphone jadulku dan segala gadgetku saat ini untukmu, anggap saja kenang-kenangan di masa lalu. Kuyakin ditempatmu saat ini pasti bertebaran gadget-gadget yang jauh lebih canggih, teknologi berkembang sangat pesat. Tapi barang-barang jadul pun ku yakin tak kalah uniknya dan pasti akan bernilai sangat tinggi.
Ah, baiklah. Masih banyak yang harus kulakukan. Ada dua tantangan lagi yang harus kuselesaikan hari ini. Doakan aku agar sukses yah sehingga bisa membuatmu di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Sampaikan salamku pada anak-anak dan cucu-cucuku di masa depan dan peluk hangatku bagi suamiku (well, walaupun itu masih rahasia. Eh, beritahu aku dong, siapa suamiku, penasaran. Hehe. :p).
Sudah ya, jaga dirimu dan kesehatanmu baik-baik. Ingat usiamu tak muda lagi jadi batasi aktivitasmu itu. Hahaha.
Salam sayang,
Dari dirimu di masa lalu
@ichbinsisca
***
Label:
challeges
Senin, 02 September 2013
Day 2: Letter for 4 years old Sisca
Dear Sisca,
Ketika kamu membaca surat ini pastilah sudah terlambat, karena surat ini ditulis dari dirimu sendiri di masa depan ketika kamu telah dewasa. Jangan pernah menyesali apa yang dikatakan dalam surat ini karena semuanya telah terjadi dan saatnya fokus pada masa depan. Sekiranya waktu dapat terulang kembali, maka lakukanlah.
Mungkin surat ini adalah satu-satunya kesempatan bagiku untuk meminta maaf. Maaf karena di masa depanmu nanti, kamu tak akan lagi mengingat masa kecilmu. Hanya ada kata mungkin. Mungkin masa kecilmu bahagia, mungkin juga tidak. Mungkin kau memiliki banyak teman, mungkin juga tidak. Mungkin dulu keluargamu berkecukupan, mungkin juga tidak. Semuanya serba mungkin jika tak ada yang kau ingat. Maka camkanlah ini, jika ada mesin waktu dan aku dapat kembali dimasa kita berusia 4 tahun, maka aku akan merekam segala kenangan di masa lalu agar kelak ada hal-hal yang dapat aku ceritakan untuk anak-anakku kelak. Entah itu cerita bahagia sebagai hiburan bagi mereka maupun cerita sedih sebagai gambaran bahwa hidup itu keras dan bahwa beruntungnya mereka memiliki ibu sepertimu.
Dear 4 years old Sisca,
Nikmatilah masa kecilmu saat ini ya, rekam semua memori agar aku bisa mengingatnya saat ini. Yah? Hmm, baiklah saya tak akan menceritakan hal-hal buruk yang kau lakukan semasa kecil kepada orang lain, tapi coba ingat saja kenangan-kenangan yang manis dan indah ya.
Satu hal yang kuingat dari masa lalu mu, bahwa ketika ulang tahunmu tiba, kau selalu diajak untuk berfoto di studio. Saat itu kau belum mahir bergaya yah. Hahaha. Tapi betapa menyedihkannya seandainya kau tahu bahwa sejak usiaku 10 tahun, kebiasaan itu dihilangkan. Ah, kini tak ada kebiasaan untuk menyambut ulang tahun, diberikan kado saja tak pernah. Terakhir kuingat, jika tidak salah, kau mendapat kado di usia 2 tahun yah. Hehehe. Sudahlah, aku tak ingin lanjutkan lagi pembicaraan ini karena tiba-tiba saja aku bersedih.
Sekali lagi kuucapkan, selamat berbahagia menjadi anak-anak. Kau belum tahu sulitnya menjadi dewasa, meskipun kelak kau akan mengetahuinya. Jadi aku hanya ingin berpesan: Berbahagialah Sisca, nikmati masa kecilmu.
Salam sayang dari dirimu di masa depan,
@ichbinsisca
***
30 days blog challenge day 2: Make a letter for 4 years old YOU.
Ketika kamu membaca surat ini pastilah sudah terlambat, karena surat ini ditulis dari dirimu sendiri di masa depan ketika kamu telah dewasa. Jangan pernah menyesali apa yang dikatakan dalam surat ini karena semuanya telah terjadi dan saatnya fokus pada masa depan. Sekiranya waktu dapat terulang kembali, maka lakukanlah.
Mungkin surat ini adalah satu-satunya kesempatan bagiku untuk meminta maaf. Maaf karena di masa depanmu nanti, kamu tak akan lagi mengingat masa kecilmu. Hanya ada kata mungkin. Mungkin masa kecilmu bahagia, mungkin juga tidak. Mungkin kau memiliki banyak teman, mungkin juga tidak. Mungkin dulu keluargamu berkecukupan, mungkin juga tidak. Semuanya serba mungkin jika tak ada yang kau ingat. Maka camkanlah ini, jika ada mesin waktu dan aku dapat kembali dimasa kita berusia 4 tahun, maka aku akan merekam segala kenangan di masa lalu agar kelak ada hal-hal yang dapat aku ceritakan untuk anak-anakku kelak. Entah itu cerita bahagia sebagai hiburan bagi mereka maupun cerita sedih sebagai gambaran bahwa hidup itu keras dan bahwa beruntungnya mereka memiliki ibu sepertimu.
Dear 4 years old Sisca,
Nikmatilah masa kecilmu saat ini ya, rekam semua memori agar aku bisa mengingatnya saat ini. Yah? Hmm, baiklah saya tak akan menceritakan hal-hal buruk yang kau lakukan semasa kecil kepada orang lain, tapi coba ingat saja kenangan-kenangan yang manis dan indah ya.
Satu hal yang kuingat dari masa lalu mu, bahwa ketika ulang tahunmu tiba, kau selalu diajak untuk berfoto di studio. Saat itu kau belum mahir bergaya yah. Hahaha. Tapi betapa menyedihkannya seandainya kau tahu bahwa sejak usiaku 10 tahun, kebiasaan itu dihilangkan. Ah, kini tak ada kebiasaan untuk menyambut ulang tahun, diberikan kado saja tak pernah. Terakhir kuingat, jika tidak salah, kau mendapat kado di usia 2 tahun yah. Hehehe. Sudahlah, aku tak ingin lanjutkan lagi pembicaraan ini karena tiba-tiba saja aku bersedih.
Sekali lagi kuucapkan, selamat berbahagia menjadi anak-anak. Kau belum tahu sulitnya menjadi dewasa, meskipun kelak kau akan mengetahuinya. Jadi aku hanya ingin berpesan: Berbahagialah Sisca, nikmati masa kecilmu.
Salam sayang dari dirimu di masa depan,
@ichbinsisca
***
30 days blog challenge day 2: Make a letter for 4 years old YOU.
Label:
challeges
Minggu, 01 September 2013
Day 1: About Myself
Yeay! It's September 1st. Sudah menunggu bulan ini karena ada 2 hal yang dikerjakan mulai hari ini, yaitu:
1. Tantangan 30 hari nge-blog (yang ini iseng-iseng, efek ketidak konsistenan menulis di tahun ini)
2. Mulai belajar persiapan untuk TOEFL Prediction Test (ini serius, testnya bulan Februari dan meskipun judulnya cuma "Prediction", everything should be perfect lah ya. :))
Here is the challenge:
Jadi marilah segera memulai tantangan hari pertama: Menceritakan tentang diri sendiri. Well, seperti yang dapat pada halaman Writer di blog saya ini sudah ada profil saya yang cukup jelas. Kalau masih belum jelas, silakan buka halaman Contact terus buka link Linkedin saya, profile lengkap beserta portofolio tersedia. Hahaha. Oke, ini sebenarnya mulai 'ngawur' baiklah kita mulai saja dengan tantangan yang sesungguhnya:
Di saat santai bersama teman-teman kala itu, seorang teman saya bertanya demikian:
"Sis, impian lo mau ke Jeman yah?"
Tanpa ingin membesar-besarkan mimpi itu, saya hanya menjawab 'iya'. Saya tidak ingin terkesan sombong dengan mimpi itu. Tentunya bukanlah hal yang salah bila seseorang memiliki mimpi, kan? Namun tentunya saya tidak ingin merasakan sakitnya terjatuh bila suatu hari nanti impian saya tidak dapat terwujud. Setidaknya, saya hanya akan menghadapi penolakan. Lain halnya bila mimpi itu saya besar-besarkan hingga ketika saya gagal, maka semua orang akan mencibir saya. Penderitaan saya tentunya bertambah: Selain kecewa karena penolakan, tentunya merasa sakit karena mendapat cibiran.
Oh ya, sebelum tulisan ini dilanjutkan, mohon ingatkan saya bila tulisan saya mulai keluar dari topik. Kembali ke masalah tersebut, kemudian pembicaraan kami beralih kepada masa depan dan melanjutkan pendidikan. Ya, memang keinginan saya untuk pergi ke Jerman adalah untuk melanjutkan pendidikan di sana. Ketika salah seorang teman saya yang lainnya menimpali:
"Buat apa lagi kuliah kalau tujuan sudah dicapai?"
Yang lainnya:
"Ketika seseorang semakin bertambah usia, maka standar dari goals yang ingin dicapainya akan berkurang dengan sendirinya."
Kedua kalimat ini tentunya membuat saya berpikir. Namun toh, dasar saya wong ambisius begini mau dibilang gimana juga tetap akan ngotot dengan mimpi tesebut. Untunglah salah satu pendapat lainnya keluar:
"Setidaknya, kalau memiliki mimpi yang tinggi, usaha yang akan kita lakukan juga makin tinggi. Dengan begitu, meskipun goals utama tidak tercapai, pasti kita akan mendapatkan goals yang mendekati goals utama tersebut."
Dengan kata lain, jika saya ingin melanjutkan studi di Jerman dan gagal. Mungkin dengan usaha yang telah saya lakukan, saya akan tetap bisa melanjutkan studi di luar negeri, meskipun bukan di Jerman. Salah satu pengalaman saya terkait hal ini adalah ketika mengubur mimpi untuk menjadi seorang dokter. Kalau anak-anak ditanya mengenai cita-cita mereka ketika sudah besar, banyak yang akan menjawab ingin menjadi dokter, guru, pilot, insinyur, polisi, dan sebagainya. Namun seiring bertambah luasnya wawasan bahwa bidang pekerjaan itu luas, maka tidak sedikit dari mereka yang beralih dari cita-cita semasa kanak-kanak.
Saya termasuk orang yang memelihara cita-cita itu dengan baik, bahkan ketika saya sudah kuliah hingga di semester 3. Cita-cita menjadi dokter sudah saya inginkan sejak TK, dan keinginan itu pun didukung (lebih tepatnya diarahkan) oleh Papa. Namun nasib berkata lain, tapi toh sekarang saya adalah Calon Apoteker. Sebuah profesi yang serumpun dengan ilmu kedokteran. Mungkin itulah yang tadi dikatakan teman saya, bahwa jikalau gagal pun kegagalan itu akan tetap manis.
Ambisius? Sangat! Menjadi orang yang sangat ambisius terkadang menyusahkan diri sendiri. Dalam hal saya, jika ada hal (lebih sering terkait kegiatan/aktivitas) yang saya inginkan tapi ada halangan untuk berpartisipasi, wah bisa-bisa susah tidur. Entahlah sifat ambisius ini murni karakter atau benarkah nasib. Berdasarkan shio dan zodiak, percaya atau tidak percaya, baiklah kita lihat dari sisi keilmuannya saja: Saya bershio Kambing dan zodiak saya adalah Capricorn. Dari beberapa sumber bacaan kerap kali menuliskan bahwa orang bershio Kambing adalah orang yang keras kepala. Orang yang berzodiak Capricorn adalah orang yang ambisius. Yah, istilahnya kera kepalanya kuadrat. Hahaha. Jika kalian yang membaca tulisan ini pernah mengenal saya, bagaimana menurutmu? ;)
Ah ya, mungkin saya sebaiknya memulai tulisan ini dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Meskipun profile saya sudah tersedia di blog ini, entah mengapa dengan topik ini rasanya kurang afdhol tanpa memperkenalkan diri.
Panggil saja saya Sisca. Saya hanyalah seorang mahasiswa farmasi tingkat akhir yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Jakarta. Jika ini adalah tulisan pertama yang kamu baca di blog saya, maka saya sarankan kamu membaca halaman Writer, setelah kamu membaca tulisan ini. Saya juga seorang daily online worker yang bekerja di salah satu publishing di Indonesia. Tunggu! Saya yakin kalian pasti ingin bertanya Bagaimana bisa seorang mahasiswa farmasi kuliah sambil bekerja? Hahaha. Salah satu hal yang penting adalah Time Management! Di samping mahasiswa dan pekerja, saya juga masih menjalankan hobby menulis serta hobby terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Menarik kan? B-)
Jika melihat apa yang sudah saya lakukan selama ini, saya cukup puas dan bersyukur. Tapi, jika melihat pada apa yang terkadang orang lain lakukan, orang-orang hebat yang ada disekitar saya, saya iri. Rasanya kok saya belum bisa seperti mereka ya, sukses. Setidaknya, saya bersyukur saya menyadari bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang hebat seperti mereka. Saya hanya perlu menjadikan mereka motivasi dan sumber-sumber ambisi saya yang lainnya.
Everything must be perfect! Yap, perfeksionis. Lagi-lagi terkadang sifat yang satu ini jadi penolong sekaligus boomerang bagi saya sendiri. I know you know what I mean.
Terakhir, saya adalah orang yang bebas. Bebas melakukan apa yang saya inginkan, saya tak suka adanya larangan dan hambatan. Lagi: Semuanya harus berjalan semulus dan sesempurna mungkin. Tapi, bukan hidup namanya kalau tidak ada hambatan. Setuju?
Tolong garisbawahi makna kata Kebebasan dalam kamus pribadi saya ini: Bebas Bertanggung Jawab.
Jika sudah mengerti, baiklah kita lanjutkan. Saya ingin bebas mengikuti setiap kegiatan dan aktivitas yang saya inginkan dan, hambatan terbesar saya dalam hal ini adalah: Orangtua.
Saya mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan sejak SMP: mengikuti paduan suara, menjadi petugas upacara bendera, mengikuti Pusakris. Hobby ini berlanjut ketika SMA: Saya bahkan pernah mengikuti semua Club di SMA, baik itu Matematika Club, Kimia Club, Biologi Club, Fisika Club, English Club, masih aktif di Pusakris, pernah ikut Tim Kompas MuDA, jadi tim tari tradisional di sekolah, ikut lomba/olimpiade dan beberapa pentas tari, dan yang paling menyita waktu dan tenaga saya adalah aktif di MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas), sebuah kelembagaan yang mengawasi segala kegiatan OSIS.
Dan dari semua kegiatan tersebut, sebagian besar saya lakukan TANPA ijin orangtua. Please, ini bukan contoh yang baik dan tidak perlu ditiru. Bahkan sudah pernah 2 kali hampir diusir dari rumah, disuruh tinggal di gereja. Toh, saya tidak kapok. Ada yang aneh? Ya, saya aneh. Memang.
Memasuki masa-masa kuliah, saya memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan kampus. Oke, jujur saja awalnya saya tertarik ikut Senat/ BEM. Tapi setelah saya amati, kok tidak sejalan dengan organisasi yang sesungguhnya yah. Maka saya putuskan untuk tidak terlibat. Tapi toh bukan berarti saya tidak mengambil kegiatan lain. Saya malah terlibat dalam kegiatan yang lebih besar, skala nasional, yaitu: Kompas Muda. Sudah sejak SMA ingin gabung di Kompas Muda ini, namun baru berjodoh dengan Kompas Muda di tahun 2010, ketika saya sudah kuliah. Di Kompas Muda ini, saya bahkan belajar mengorganisasi acara-acara yang diselenggarakan Kompas dan bersifat Nasional. Hebat? Keren? Ternyata bagi teman-teman di kampus saya, hal ini biasa-biasa saja. Yah, baiklah. Kehidupan farmasi memang sarat dengan tugas-tugas, terlebih lagi laporan praktikum dan beban kuliah yang tampaknya berat.
Ternyata di samping Kompas Muda, saya terlibat lagi di kegiatan olimpiade, menjadi panitia Kunjungan Industri, dan yang paling gak nyambung adalah ikut MUN alias Model United Nations. Well, kalau kamu mau tahu apa itu MUN, please googling. Saya juga pernah posting beberapa pengalaman saya mengikuti MUN. Kenapa ga nyambung? Secara, jurusan saya Farmasi lah wong saya malah ikut MUN yang notabene pesertanya sebagian besar adalah mahaiswa hukum dan hubungan internasional yang memiliki kemampuan ekstra dalam debat dan berbahasa Inggris. Oke, anggaplah ini saya 'tercebur', tapi prinsip saya semua yang dilakukan tidak boleh setengah-setengah, jadilah MUN ini kegiatan utama di kampus.
Kembali lagi ke makna Kebebasan versi saya. Sejak kuliah, orangtua memang tidak terlalu melarang saya dalam mengikuti kegiatan apapun, namun saya tetap berpegang bahwa kebebasan yang saya peroleh adalah hasil dari pembuktian diri saya kepada orangtua saya sejak SMP hingga SMA, sehingga kebebasan ini adalah kepercayaan dari mereka. Jadi, menyalahgunakan kebebasan yang diberikan sama saja menghapus kepercayaan. Berusahalah bertanggungjawab dengan kebebasan yang kamu peroleh.
Regards,
@ichbinsisca
1. Tantangan 30 hari nge-blog (yang ini iseng-iseng, efek ketidak konsistenan menulis di tahun ini)
2. Mulai belajar persiapan untuk TOEFL Prediction Test (ini serius, testnya bulan Februari dan meskipun judulnya cuma "Prediction", everything should be perfect lah ya. :))
Here is the challenge:
Jadi marilah segera memulai tantangan hari pertama: Menceritakan tentang diri sendiri. Well, seperti yang dapat pada halaman Writer di blog saya ini sudah ada profil saya yang cukup jelas. Kalau masih belum jelas, silakan buka halaman Contact terus buka link Linkedin saya, profile lengkap beserta portofolio tersedia. Hahaha. Oke, ini sebenarnya mulai 'ngawur' baiklah kita mulai saja dengan tantangan yang sesungguhnya:
Di saat santai bersama teman-teman kala itu, seorang teman saya bertanya demikian:
"Sis, impian lo mau ke Jeman yah?"
Tanpa ingin membesar-besarkan mimpi itu, saya hanya menjawab 'iya'. Saya tidak ingin terkesan sombong dengan mimpi itu. Tentunya bukanlah hal yang salah bila seseorang memiliki mimpi, kan? Namun tentunya saya tidak ingin merasakan sakitnya terjatuh bila suatu hari nanti impian saya tidak dapat terwujud. Setidaknya, saya hanya akan menghadapi penolakan. Lain halnya bila mimpi itu saya besar-besarkan hingga ketika saya gagal, maka semua orang akan mencibir saya. Penderitaan saya tentunya bertambah: Selain kecewa karena penolakan, tentunya merasa sakit karena mendapat cibiran.
Oh ya, sebelum tulisan ini dilanjutkan, mohon ingatkan saya bila tulisan saya mulai keluar dari topik. Kembali ke masalah tersebut, kemudian pembicaraan kami beralih kepada masa depan dan melanjutkan pendidikan. Ya, memang keinginan saya untuk pergi ke Jerman adalah untuk melanjutkan pendidikan di sana. Ketika salah seorang teman saya yang lainnya menimpali:
"Buat apa lagi kuliah kalau tujuan sudah dicapai?"
Yang lainnya:
"Ketika seseorang semakin bertambah usia, maka standar dari goals yang ingin dicapainya akan berkurang dengan sendirinya."
Kedua kalimat ini tentunya membuat saya berpikir. Namun toh, dasar saya wong ambisius begini mau dibilang gimana juga tetap akan ngotot dengan mimpi tesebut. Untunglah salah satu pendapat lainnya keluar:
"Setidaknya, kalau memiliki mimpi yang tinggi, usaha yang akan kita lakukan juga makin tinggi. Dengan begitu, meskipun goals utama tidak tercapai, pasti kita akan mendapatkan goals yang mendekati goals utama tersebut."
Dengan kata lain, jika saya ingin melanjutkan studi di Jerman dan gagal. Mungkin dengan usaha yang telah saya lakukan, saya akan tetap bisa melanjutkan studi di luar negeri, meskipun bukan di Jerman. Salah satu pengalaman saya terkait hal ini adalah ketika mengubur mimpi untuk menjadi seorang dokter. Kalau anak-anak ditanya mengenai cita-cita mereka ketika sudah besar, banyak yang akan menjawab ingin menjadi dokter, guru, pilot, insinyur, polisi, dan sebagainya. Namun seiring bertambah luasnya wawasan bahwa bidang pekerjaan itu luas, maka tidak sedikit dari mereka yang beralih dari cita-cita semasa kanak-kanak.
Saya termasuk orang yang memelihara cita-cita itu dengan baik, bahkan ketika saya sudah kuliah hingga di semester 3. Cita-cita menjadi dokter sudah saya inginkan sejak TK, dan keinginan itu pun didukung (lebih tepatnya diarahkan) oleh Papa. Namun nasib berkata lain, tapi toh sekarang saya adalah Calon Apoteker. Sebuah profesi yang serumpun dengan ilmu kedokteran. Mungkin itulah yang tadi dikatakan teman saya, bahwa jikalau gagal pun kegagalan itu akan tetap manis.
Ambisius? Sangat! Menjadi orang yang sangat ambisius terkadang menyusahkan diri sendiri. Dalam hal saya, jika ada hal (lebih sering terkait kegiatan/aktivitas) yang saya inginkan tapi ada halangan untuk berpartisipasi, wah bisa-bisa susah tidur. Entahlah sifat ambisius ini murni karakter atau benarkah nasib. Berdasarkan shio dan zodiak, percaya atau tidak percaya, baiklah kita lihat dari sisi keilmuannya saja: Saya bershio Kambing dan zodiak saya adalah Capricorn. Dari beberapa sumber bacaan kerap kali menuliskan bahwa orang bershio Kambing adalah orang yang keras kepala. Orang yang berzodiak Capricorn adalah orang yang ambisius. Yah, istilahnya kera kepalanya kuadrat. Hahaha. Jika kalian yang membaca tulisan ini pernah mengenal saya, bagaimana menurutmu? ;)
Ah ya, mungkin saya sebaiknya memulai tulisan ini dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Meskipun profile saya sudah tersedia di blog ini, entah mengapa dengan topik ini rasanya kurang afdhol tanpa memperkenalkan diri.
Panggil saja saya Sisca. Saya hanyalah seorang mahasiswa farmasi tingkat akhir yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas swasta di Jakarta. Jika ini adalah tulisan pertama yang kamu baca di blog saya, maka saya sarankan kamu membaca halaman Writer, setelah kamu membaca tulisan ini. Saya juga seorang daily online worker yang bekerja di salah satu publishing di Indonesia. Tunggu! Saya yakin kalian pasti ingin bertanya Bagaimana bisa seorang mahasiswa farmasi kuliah sambil bekerja? Hahaha. Salah satu hal yang penting adalah Time Management! Di samping mahasiswa dan pekerja, saya juga masih menjalankan hobby menulis serta hobby terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Menarik kan? B-)
Jika melihat apa yang sudah saya lakukan selama ini, saya cukup puas dan bersyukur. Tapi, jika melihat pada apa yang terkadang orang lain lakukan, orang-orang hebat yang ada disekitar saya, saya iri. Rasanya kok saya belum bisa seperti mereka ya, sukses. Setidaknya, saya bersyukur saya menyadari bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang hebat seperti mereka. Saya hanya perlu menjadikan mereka motivasi dan sumber-sumber ambisi saya yang lainnya.
Everything must be perfect! Yap, perfeksionis. Lagi-lagi terkadang sifat yang satu ini jadi penolong sekaligus boomerang bagi saya sendiri. I know you know what I mean.
Terakhir, saya adalah orang yang bebas. Bebas melakukan apa yang saya inginkan, saya tak suka adanya larangan dan hambatan. Lagi: Semuanya harus berjalan semulus dan sesempurna mungkin. Tapi, bukan hidup namanya kalau tidak ada hambatan. Setuju?
Tolong garisbawahi makna kata Kebebasan dalam kamus pribadi saya ini: Bebas Bertanggung Jawab.
Jika sudah mengerti, baiklah kita lanjutkan. Saya ingin bebas mengikuti setiap kegiatan dan aktivitas yang saya inginkan dan, hambatan terbesar saya dalam hal ini adalah: Orangtua.
Saya mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan sejak SMP: mengikuti paduan suara, menjadi petugas upacara bendera, mengikuti Pusakris. Hobby ini berlanjut ketika SMA: Saya bahkan pernah mengikuti semua Club di SMA, baik itu Matematika Club, Kimia Club, Biologi Club, Fisika Club, English Club, masih aktif di Pusakris, pernah ikut Tim Kompas MuDA, jadi tim tari tradisional di sekolah, ikut lomba/olimpiade dan beberapa pentas tari, dan yang paling menyita waktu dan tenaga saya adalah aktif di MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas), sebuah kelembagaan yang mengawasi segala kegiatan OSIS.
Dan dari semua kegiatan tersebut, sebagian besar saya lakukan TANPA ijin orangtua. Please, ini bukan contoh yang baik dan tidak perlu ditiru. Bahkan sudah pernah 2 kali hampir diusir dari rumah, disuruh tinggal di gereja. Toh, saya tidak kapok. Ada yang aneh? Ya, saya aneh. Memang.
Memasuki masa-masa kuliah, saya memutuskan untuk tidak terlibat dalam kegiatan kampus. Oke, jujur saja awalnya saya tertarik ikut Senat/ BEM. Tapi setelah saya amati, kok tidak sejalan dengan organisasi yang sesungguhnya yah. Maka saya putuskan untuk tidak terlibat. Tapi toh bukan berarti saya tidak mengambil kegiatan lain. Saya malah terlibat dalam kegiatan yang lebih besar, skala nasional, yaitu: Kompas Muda. Sudah sejak SMA ingin gabung di Kompas Muda ini, namun baru berjodoh dengan Kompas Muda di tahun 2010, ketika saya sudah kuliah. Di Kompas Muda ini, saya bahkan belajar mengorganisasi acara-acara yang diselenggarakan Kompas dan bersifat Nasional. Hebat? Keren? Ternyata bagi teman-teman di kampus saya, hal ini biasa-biasa saja. Yah, baiklah. Kehidupan farmasi memang sarat dengan tugas-tugas, terlebih lagi laporan praktikum dan beban kuliah yang tampaknya berat.
Ternyata di samping Kompas Muda, saya terlibat lagi di kegiatan olimpiade, menjadi panitia Kunjungan Industri, dan yang paling gak nyambung adalah ikut MUN alias Model United Nations. Well, kalau kamu mau tahu apa itu MUN, please googling. Saya juga pernah posting beberapa pengalaman saya mengikuti MUN. Kenapa ga nyambung? Secara, jurusan saya Farmasi lah wong saya malah ikut MUN yang notabene pesertanya sebagian besar adalah mahaiswa hukum dan hubungan internasional yang memiliki kemampuan ekstra dalam debat dan berbahasa Inggris. Oke, anggaplah ini saya 'tercebur', tapi prinsip saya semua yang dilakukan tidak boleh setengah-setengah, jadilah MUN ini kegiatan utama di kampus.
Kembali lagi ke makna Kebebasan versi saya. Sejak kuliah, orangtua memang tidak terlalu melarang saya dalam mengikuti kegiatan apapun, namun saya tetap berpegang bahwa kebebasan yang saya peroleh adalah hasil dari pembuktian diri saya kepada orangtua saya sejak SMP hingga SMA, sehingga kebebasan ini adalah kepercayaan dari mereka. Jadi, menyalahgunakan kebebasan yang diberikan sama saja menghapus kepercayaan. Berusahalah bertanggungjawab dengan kebebasan yang kamu peroleh.
Regards,
@ichbinsisca
Label:
challeges,
sekapur sirih
Kamis, 29 Agustus 2013
Proyek Kasih Tuhan dalam Hidupku
Salam Damai Kristus!
Teman-teman terkasih,
Pernahkah teman-teman berada dalam kesulitan dan ketika teman-teman berdoa, permasalahan itu dapat terselesaikan?
Pernahkah teman-teman menginginkan sesuatu kemudian mendapatkannya?
Pernahkah teman-teman merasakan tangan Tuhan sedang mengenggam tanganmu ketika kau gelisah?
Pernahkah teman-teman merasakan kasih-Nya?
Saya percaya teman-teman pasti pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup teman-teman. Namun apalah arti kasih Tuhan jika hanya kita nikmati sendiri? Nah, kali ini kami ingin mengajak teman-teman untuk membagikan kisah pengalaman spiritual yang pernah teman-teman alami melalui sebuah tulisan. Mari kita sebarkan kasihNya, perbuatanNya dan firmanNya agar semakin banyak orang yang percaya kepadaNya.
Kirimkan kisahmu dengan ketentuan sebagai berikut:
Syarat Kolaborator
Siapa saja, asalkan WNI boleh berkontribusi dalam proyek kasih ini, tidak ada persyaratan usia, jenis kelamin, ras, maupun lokasi.
Setiap kolaborator boleh mengirimkan kisahnya maksimal 2 (dua) kisah.
Ketentuan Tulisan
1. Kisah diketik dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik di Microsoft Word, kertas A4 dengan margin standar, font: Times New Roman, ukuran font: 12, spasi: Single
2. Panjang kisahmu berkisar antara 500-1000 kata atau sekitar 2-4 halaman A4.
3. Judul tulisan bebas.
4. Simpan kisahmu dengan format file name: [Judul] - [Nama Kontributor]
Contoh: Keajaiban Doa - Agustina
5. Kisah yang dikirimkan adalah kisah nyata. Jika kisah yang dikirimkan bukan merupakan pengalaman pribadi kontributor, kontributor wajib meminta ijin dari orang yang bersangkutan.
6. Dengan mengirimkan naskah, maka para kontributor menyatakan bahwa naskah tersebut adalah hasil ciptaannya sendiri yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Jika terjadi tuntutan terkait originalitas tulisan maupun pengiriman tulisan tanpa ijin orang yang bersangkutan menjadi tanggung jawab kontributor.
Ketentuan Pengiriman
1. Kirimkan kisahmu dalam bentuk lampiran/ attachment (bukan di body email) ke alamat email: proyekkasih@gmail.com
2. Sertakan data diri: Nama, Alamat, No. handphone, Nama Gereja, Alamat facebook (jika ada), Twitter (jika ada)
3. Kirimkan kisahmu dengan format subject email: [Proyek Kasih] - [Judul Kisah] - [Nama Kontributor]
Contoh: Proyek Kasih - Keajaiban Doa - Agustina
4. Kami tunggu kisahmu hingga 30 September 2013 pukul 23.59 WIB.
Royalti
Kumpulan kisah ini akan dibukukan dan akan diterbitkan secara self publishing di nulisbuku.com. Setiap kontributor tidak mendapatkan royalti. Royalti penjualan akan disumbangkan (akan ditentukan kemudian royalti ini akan disumbangkan ke yayasan apa. Jika ada saran dari para kontributor dipersilakan).
Sebarkan proyek kasih ini kepada teman-temanmu. Semoga dengan terus menyebarkan kesaksian, kasih Tuhan semakin mengalir dalam hidupmu.
Proficiat!
Teman-teman terkasih,
Pernahkah teman-teman berada dalam kesulitan dan ketika teman-teman berdoa, permasalahan itu dapat terselesaikan?
Pernahkah teman-teman menginginkan sesuatu kemudian mendapatkannya?
Pernahkah teman-teman merasakan tangan Tuhan sedang mengenggam tanganmu ketika kau gelisah?
Pernahkah teman-teman merasakan kasih-Nya?
Saya percaya teman-teman pasti pernah merasakan kasih Tuhan dalam hidup teman-teman. Namun apalah arti kasih Tuhan jika hanya kita nikmati sendiri? Nah, kali ini kami ingin mengajak teman-teman untuk membagikan kisah pengalaman spiritual yang pernah teman-teman alami melalui sebuah tulisan. Mari kita sebarkan kasihNya, perbuatanNya dan firmanNya agar semakin banyak orang yang percaya kepadaNya.
Kirimkan kisahmu dengan ketentuan sebagai berikut:
Syarat Kolaborator
Siapa saja, asalkan WNI boleh berkontribusi dalam proyek kasih ini, tidak ada persyaratan usia, jenis kelamin, ras, maupun lokasi.
Setiap kolaborator boleh mengirimkan kisahnya maksimal 2 (dua) kisah.
Ketentuan Tulisan
1. Kisah diketik dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik di Microsoft Word, kertas A4 dengan margin standar, font: Times New Roman, ukuran font: 12, spasi: Single
2. Panjang kisahmu berkisar antara 500-1000 kata atau sekitar 2-4 halaman A4.
3. Judul tulisan bebas.
4. Simpan kisahmu dengan format file name: [Judul] - [Nama Kontributor]
Contoh: Keajaiban Doa - Agustina
5. Kisah yang dikirimkan adalah kisah nyata. Jika kisah yang dikirimkan bukan merupakan pengalaman pribadi kontributor, kontributor wajib meminta ijin dari orang yang bersangkutan.
6. Dengan mengirimkan naskah, maka para kontributor menyatakan bahwa naskah tersebut adalah hasil ciptaannya sendiri yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Jika terjadi tuntutan terkait originalitas tulisan maupun pengiriman tulisan tanpa ijin orang yang bersangkutan menjadi tanggung jawab kontributor.
Ketentuan Pengiriman
1. Kirimkan kisahmu dalam bentuk lampiran/ attachment (bukan di body email) ke alamat email: proyekkasih@gmail.com
2. Sertakan data diri: Nama, Alamat, No. handphone, Nama Gereja, Alamat facebook (jika ada), Twitter (jika ada)
3. Kirimkan kisahmu dengan format subject email: [Proyek Kasih] - [Judul Kisah] - [Nama Kontributor]
Contoh: Proyek Kasih - Keajaiban Doa - Agustina
4. Kami tunggu kisahmu hingga 30 September 2013 pukul 23.59 WIB.
Royalti
Kumpulan kisah ini akan dibukukan dan akan diterbitkan secara self publishing di nulisbuku.com. Setiap kontributor tidak mendapatkan royalti. Royalti penjualan akan disumbangkan (akan ditentukan kemudian royalti ini akan disumbangkan ke yayasan apa. Jika ada saran dari para kontributor dipersilakan).
Sebarkan proyek kasih ini kepada teman-temanmu. Semoga dengan terus menyebarkan kesaksian, kasih Tuhan semakin mengalir dalam hidupmu.
Proficiat!









